Teragaming Ragnarok Online
Exp Rate : 10X
Drop Rate : 10X
No NPC Custom
No Custom Item
New Race
KRO Renewal
How To connect :
1. Download Client :
Mega Upload
Miror
Google Drive
2.Make Account : Register Account
3.After finis download Client, Extrack client with 7zip or winrar aplication, wherever you want like Drive C,D,E or F
4.download launcher Ragnarok TGO :
Launcher
5.delet file TGO_launcher then Extrax file TGO_launcher.rar on Client, Laucher will auto patch then wait until patch finish and clik start button. happy play at TGO Ragnarok
For any questing you can Private Massager Our Facebook :
Official Facebook Key Gaming Online / Tera Gaming Online
before chat on our facebook please input code :
INA : For Indonesian Lenguage
MAL : For Malayu Lenguage
ENG : For English Lenguage
Exp Rate : 10X
Drop Rate : 10X
No NPC Custom
No Custom Item
New Race
KRO Renewal
How To connect :
1. Download Client :
Mega Upload
Miror
Google Drive
2.Make Account : Register Account
3.After finis download Client, Extrack client with 7zip or winrar aplication, wherever you want like Drive C,D,E or F
4.download launcher Ragnarok TGO :
Launcher
5.delet file TGO_launcher then Extrax file TGO_launcher.rar on Client, Laucher will auto patch then wait until patch finish and clik start button. happy play at TGO Ragnarok
For any questing you can Private Massager Our Facebook :
Official Facebook Key Gaming Online / Tera Gaming Online
before chat on our facebook please input code :
INA : For Indonesian Lenguage
MAL : For Malayu Lenguage
ENG : For English Lenguage
VPN atau Virtual Private Network adalah tekhnologi jaringan komputer
menggunakan koneksi internet untuk menghubungkan sebuah jaringan
komputer (LAN) ke jaringan komputer lain ataupun dari jaringan komputer
(LAN) ke PC client yang tidak terhubung ke LAN. Pada kesempatan kali ini
saya akan berbagi bagaimana caranya melakukan tunneling pada VPN server
di mikrotik dengan menggunakan sistem operasi windows 7. Tutorial ini
nantinya akan dikembangkan pada aplikasi server PAS (Program Aplikasi
Sekolah) dengan kliennya para guru pengajar di sekolah tempat saya
berkerja. Dengan tujuan agar para bapak/ibu guru bisa melengkapi
administrasi proses belajar mengajar bukan hanya di sekolah tetapi juga
bisa dilakukan di rumah.
Langkah pertama yang harus dilakukan sebelum proses tunelling di mulai adalah dengan terlebih dahulu mengaktifkan PPTP (Point to Point Tunelling Protocol) Server yang ada di mikrotik. Pada kasus ini saya menggunakan mikrotik routerboard 450G. Caranya cukup mudah :
1. Login ke mikrotik via winbox, kemudian akses menu PPP kemudian klik PPTP Server.
2. Pastikan opsi enable dalam keadaan dicawang untuk mengaktifkan PPTP Server. Kemudian klik OK

2. Tambahkan user yang bisa mengakses VPN dengan mengklik tab Secrets, Name isi dengan nama user, password isi dengan password user, Service isi dengan PPTP, Local Adress isi dengan IP yang digunakan sebagai VPN gateway oleh mikrotik (IP LAN Mikrotik), kemudian pastikan Remote Adress di isi dengan IP yang masih satu subnet dengan IP di local adress, masing-masing user nantinya memiliki remote adress yang berbeda.

3. Sampai disini VPN server sudah siap digunakan, langkah selanjutnya yaitu setting VPN client dengan menggunakan windows 7
4. Buka Control Panel – Network and Internet – Network and Sharing Center kemudian klik Set up anew connection or network

5. Kemudian akan tampil pilihan Choose a connection option, pilih Connect to a workplace kemudian klik Next

6. Kemudian akan muncul pertanyaan Do you want to use a connection that you already have? pilih saja No, Create a new connection, lalu klik next

7. Saat tampil How do you want to connect? plih Use my Internet Connection (VPN)

8. Kemudian anda diminta memasukkan Internet Address silahkan isi dengan IP Publik dari ISP yang anda gunakan, untuk Destination Name bisa diisi dengan terserah kemauan anda

9. Kemudian masukkan username dan password yang di buat saat setting PPTP server, kemudian klik Connect

10. JIka ternyata belum terkonek ke VPN, anda edit lagi properties dari Network Connection yang sudah di buat, pastikan type of VPN pilih yang PPTP, data encryption pilih No Encryption allowed, kemudian coba konekkan lagi.

Langkah pertama yang harus dilakukan sebelum proses tunelling di mulai adalah dengan terlebih dahulu mengaktifkan PPTP (Point to Point Tunelling Protocol) Server yang ada di mikrotik. Pada kasus ini saya menggunakan mikrotik routerboard 450G. Caranya cukup mudah :
1. Login ke mikrotik via winbox, kemudian akses menu PPP kemudian klik PPTP Server.
2. Pastikan opsi enable dalam keadaan dicawang untuk mengaktifkan PPTP Server. Kemudian klik OK

2. Tambahkan user yang bisa mengakses VPN dengan mengklik tab Secrets, Name isi dengan nama user, password isi dengan password user, Service isi dengan PPTP, Local Adress isi dengan IP yang digunakan sebagai VPN gateway oleh mikrotik (IP LAN Mikrotik), kemudian pastikan Remote Adress di isi dengan IP yang masih satu subnet dengan IP di local adress, masing-masing user nantinya memiliki remote adress yang berbeda.

3. Sampai disini VPN server sudah siap digunakan, langkah selanjutnya yaitu setting VPN client dengan menggunakan windows 7
4. Buka Control Panel – Network and Internet – Network and Sharing Center kemudian klik Set up anew connection or network

5. Kemudian akan tampil pilihan Choose a connection option, pilih Connect to a workplace kemudian klik Next

6. Kemudian akan muncul pertanyaan Do you want to use a connection that you already have? pilih saja No, Create a new connection, lalu klik next

7. Saat tampil How do you want to connect? plih Use my Internet Connection (VPN)

8. Kemudian anda diminta memasukkan Internet Address silahkan isi dengan IP Publik dari ISP yang anda gunakan, untuk Destination Name bisa diisi dengan terserah kemauan anda

9. Kemudian masukkan username dan password yang di buat saat setting PPTP server, kemudian klik Connect

10. JIka ternyata belum terkonek ke VPN, anda edit lagi properties dari Network Connection yang sudah di buat, pastikan type of VPN pilih yang PPTP, data encryption pilih No Encryption allowed, kemudian coba konekkan lagi.


VPN biasanya digunakan untuk menghubungkan kantor-kantor yang tersebar dibeberapa tempat dengan menggunakan akses internet. Namun, VPN juga dapat digunakan untuk keperluan lain, seperti anonimity (menyembunyikan identitas) atau mem-bypass firewall (termasuk mem-bypass content filtering).
VPN komersial, biasanya menggunakan aplikasi khusus untuk melakukan koneksi VPN, dan menurut saya penggunaannya kurang simpel, karena aplikasi tersebut harus di instal kedalam komputer. Oleh karena itu, saya lebih memilih VPN dengan dukungan PPTP, karena kita dapat menghubungkan komputer langsung ke jaringan VPN tanpa menggunakan aplikasi tambahan.
Ada beberapa situs yang menyediakan VPN gratis dengan dukungan PPTP, antara lain :
Dalam tutorial VPN dengan PPTP ini, saya menggunakan komputer berbasis Windows 7. Sehingga pengaturannya mungkin akan sedikit berbeda jika anda menggunakan sistem operasi lainnya.
Langkah-langkah melakukan koneksi VPN dengan PPTP?
Terlebih dahulu kunjungi salah satu website diatas, kemudian catat VPN server, username dan password-nya. Dalam contoh berikut kita akan menggunakan VPN superfreevpn.
Selanjutnya, bukalah Control Panel dari Start Menu, kemudian pilih ”View network status and tasks” dibawah kategori “Network and Internet”.
Kemudian, klik pada pilihan “Setup a new connection or network“
Pilih pada “Connect to a workplace“, kemudian pilih Next.
Langkah selanjutnya, pilih “No, create a new connection“, kemudian Next.
Selanjutnya, pilih “Use my internet connection (VPN)“
Pada bagian Internet address isikan dengan VPN server yang dicatat sebelumnya, dan untuk Destination name isikan saja “VPN-SUPERFREE” , dan tandai pada “Don’t connect now”.
Kemudian, pada bagian username isikan “free”, untuk password biarkan kosong (karena password akan berubah secara berkala), kemudian pilih “Create”.
Terakhir pilih “Close“.
Untuk melakukan proses koneksi VPN, pastikan terlebih dahulu koneksi internet anda sudah aktif. Klik pada status koneksi di system tray (pojok kanan bawah taskbar), pilih VPN-SUPERFREE, kemudian klik “Connect“.
Isikan password yang ditampilkan pada web superfreevpn ke dalam kolom password, kemudian klik “Connect” (biarkan domain kosong).
Proses koneksi akan berlangsung, dan tunggu sampai VPN terhubung. Jika VPN telah terhubung, maka akan terlihat 2 koneksi yang connected pada status koneksi di Windows 7, seperti pada di gambar berikut ini :
Silakan browsing dengan sepuasnya!
Dalam kondisi terhubung VPN, maka koneksi anda akan terenkripsi dan dapat melewati firewall atau content filtering dengan aman.
Hampir tidak percaya bahwa hari telah larut malam. Aku masih berada di
ruang komputer kampus sendirian. Pegal rasanya seharian menulis tugas
yang harus diserahkan besok pagi. Untunglah akhirnya selesai juga.
Sambil melepas lelah iseng-iseng aku buka internet dan masuk ke
situs-situs porno. Aku membuka gambar-gambar orang bersenggama lewat
anus. Mula-mula terasa aneh, tapi makin lama aku merasakan fantasi lain.
Aku merasakan erangan perempuan yang kesakitan karena lubang duburnya
yang sempit ditembus dengan kemaluan yang mengeras. Ah.. khayalanku
semakin jauh.
Tiba-tiba aku dikagetkan dengan suara pintu ruangan membuka dan menutup. Hii.. aku lihat sudah jam 22:30, malam-malam begini pikiranku jadi membayangkan hal-hal menakutkan. Tapi kemudian aku dikagetkan lagi ketika melihat seorang perempuan membawa map berisi beberapa lembar kertas dan dua buah buku tipis masuk kemudian menaruhnya di sebelah komputer, lalu menyalakan komputer dan mengetik. Komputernya terhalang tiga meja komputer di sebelahku. Aku jadi lega, sekarang ada teman, walaupun dia tidak memperhatikan aku sama sekali. Aku perhatikan dari samping, wajahnya manis dengan hidung yang kecil dan mancung. Kulitnya tidak terlalu putih, tapi mulus dengan jaket jeans lengan pendek yang dikenakannya, dia tampak cantik.
Tapi, akh peduli amat. Aku melanjutkan buka-buka situs tadi, anganku semakin menerawang, kemaluanku agak menegang. Dan akhirnya aku melirik pada perempuan di ruangan itu, dan langsung aku melirik pantatnya. Besar! pikirku. Tiba-tiba saja aku membayang kalau kemaluanku merobek-robek pantatnya yang menggiurkan itu. Aku jadi deg-degan, semakin dibayangkan semakin menjadi-jadi kemaluanku menegang. Sampai akhirnya aku nekat mendekati dia. Aku mencoba menenangkan diriku agar tampak normal.
“Ma’af.. sedang mengerjakan tugas?” suaraku sedikit bergetar.
Dia melirikku sebentar lalu matanya tertuju lagi ke layar komputer, sambil menjawab,
“Iya.. Mas.. aku kelupaan menuliskan beberapa judul buku dalam daftar kepustakaan, cuma dikit kok.”
“Rumahnya deket sini?”
“Iya di asrama, dan saya biasa kerja malam-malam begini,” jawabnya.
“Nah.. selesai deh,” dia membereskan kertas-kertas, lalu terdengar suara mesin printer bekerja.
Dia mengambil hasilnya dan kelihatan puas.
“Bisa pulang sama-sama?” aku bertanya sambil mataku sebentar-sebentar mencuri pandang ke arah pantatnya yang kelihatan besar membayang dibalik celana trainning kain parasitnya. Aduh, dadaku mendesir.
“Sebentar aku tutup dulu komputerku ya..”
Aku bergegas pergi ke komputerku.
“Mas sedang ngerjakan apaan?”
Aku kaget tidak menyangka kalau dia mengikuti aku.
“Ah.. ini.. iseng-iseng aja buka-buka internet, capek sih ngetik serius terus dari tadi.”
“Eh.. gambar-gambar gituan yaa? Hi ih!” dia mengangkat bahunya, tapi mulutnya tersenyum.
“Ah.. iseng-iseng aja.. Mau ikutan liat-liat?” tiba-tiba keberanianku muncul. Dan di luar dugaan dia tidak menolak.
“Tapi bentar aja yaa.. entar keburu malam!” dia langsung duduk di kursi sebelahku.
Makin lama kami makin asyik buka-buka gambar porno, sampai akhirnya,
“Aku mau pulang deh Mas. Udah malem.. Aku bisa pulang sedirian.. deket kok.”
Dia siap berdiri. Tapi dengan reflek tanganku cepat memegang pergelangannya. Dia terkejut. Aku sudah tidak memperdulikan apa-apa lagi, kecuali mempraktekkan gambar-gambar yang dilihat tadi. Kemaluanku sudah menegang.
Tanpa basa basi aku langsung menduduki pahanya dan langsung melumat bibirnya. “Umh.. mh..” dia berusaha meronta dan menarik kepalanya ke belakang, tapi tangan kiriku cepat menahan belakang kepalanya, sementara tangan kananku sudah memegang buah dadanya, memutar-mutar, dan meremas-remas putingnya. Gerakan perempuan itu makin lama makin lemah, akhirnya aku berani melepaskan ciumanku, dan beralih menciumi bagian-bagian tubuh lain, leher, belakang telinga, kembali ke leher, lalu turun ke bagian belahan buah dadanya. Aku melihat dia juga menikmatinya. Matanya mulai sayu, bibirnya terbuka merekah.
“Namamu siapa?” aku tampaknya agak bisa mengendalikan keadaan. Dia tidak menjawab. Hanya matanya yang sayu itu memandang kepadaku. Aku tidak mengerti maksudnya. Tapi ah tidak perduli aku mengangkat berdiri tubuhnya, lalu aku duduk di kursi, kutarik badannya dan dia duduk di pangkuanku. “Ehh.. hh..” dia berdesah ketika kepalaku menyeruduk buah dada yang masih terhalang T-shirt merah muda di balik jaket jeans yang terbuka kancingnya. Tanganku segera menaikkan kaosnya, sehingga tampak bagian bawah dadanya yang masih berada di balik BH. Kunaikkan BH-nya tanpa melepas, dan kembali mulutku beraksi pada putingnya, sementara tanganku meremas-remas pantatnya dan pahanya.
“Oohh.. Mas.. Mas.. Aoohh..” aku semakin menggila mendengar desahnya. Lalu aku ingin melaksanakan niatku untuk menembuskan batang kemaluanku ke pantatnya. Kubalikkan badannya sehingga dia membelakangiku. Aku pun berdiri dan menurunkan celana trainingnya dengan mudah. Dengan tidak sabar celana dalamnya pun segera kuturunkan. Aku duduk dan kutarik badannya sehingga pantatnya menduduki kemaluanku. “Aghh.. Uhh” aku terkejut karena kemaluanku yang sedang menegang itu rasanya mau patah diduduki pantatnya. Tapi nafsuku menghilangkan rasa sakit itu. Aku genggam kemaluanku dan kutempelkan ke lubang duburnya, lalu kutekan. “Aaah..” dia menjerit, tubuhnya mengejang ke belakang. Tapi kemaluanku tidak bisa masuk. Terlalu sempit lubangnya. Keberingasanku makin menjadi. Aku dorong tubuhnya sehingga posisi badannya membungkuk pada meja komputer. Pantatnya kelihatan jelas, bulat. Pelukanku dari belakang tubuhnya membuat dia tertindih di meja. Kutempelkan kemaluanku pada lubang pantatnya. Sementara tangan kiriku meremas buah dada kirinya. Mulutku pun tidak henti-hentinya menggerayangi bagian belakang leher dan punggungnya. Dengan sekali hentak paksa, kudorong masuk kemaluanku. “Aih.. ah uh aoowww..” aku pun mersa sedikit kesakitan, tapi kenikmatan yang tiada taranya kurasakan. “Jangan.. aduh aahh sakiit, tidak deh.. ahh..” Aku semakin bernafsu mendengar rintihannya. Sambil memeluk buah dadanya., kutarik dia berdiri. Lalu aku pun menggerakan kemaluanku maju mundur, mulutku menciumi pipinya dari samping belakang, sementara tanganku meremas buah dadanya, seolah-olah ingin menghancur lumatkan tubuh perempuan yang sintal itu.
Perempuan itu tidak henti-hentinya merintih, terutama ketika kemaluanku kudorong masuk. Beberapa tetes air mata menggelinding di pipinya. Mungkin kesakitan, aku tidak tahu. Tapi apa daya aku pun sudah tidak kuat menahan keluar air maniku lagi dan tubuhku mengejang, perempuan itupun mengejang dan merintih, karena tanganku dengan sangat keras meremas buah dadanya. Badannya ikut tertarik ke belakang, dan mulutku tanpa terasa menggigit lehernya. “Ouhh.. hh..” kenikmatan luar biasa ketika kemaluanku menyemburkan air maniku ke pantatnya. Hangat sekali. Aku terduduk dia pun terduduk di atas kemaluanku yang masih menancap di pantatnya. Kepalaku terkulai di punggungnya. Perempuan itu memandang ke arah layar komputer dengan pandangan kosong. Sementara tetes air matanya masih terus membasahi pipinya.
“Ma’afkan aku.. Aku tidak kuat nahan diri,” aku mencoba menghiburnya. Tapi dia tidak menjawab.
“Siapa namamu?” tanyaku dengan lembut. Kembali dia membisu.
“Aku mau pulang.. kamu tidak perlu nganter aku.. biar orang-orang tidak tanya macem-macem,” katanya dengan suara perlahan.
“Aku sebenarnya tau siapa kamu.. Mas,” dia berbicara tanpa menoleh ke arahku.
“Ha.. aku..” aku tekejut.
“Ya.. karena aku temen baru pacarmu, Yuni, aku pernah liat foto-fotomu di tempat dia.”
Kali ini dia menatapku dengan tajam.
“Tapi.. aku sama sekali tidak nyangka kelakuanmu seperti ini,” selesai dia menaikkan celana dan membetulkan BH dan T-shirtnya.
“Tapi tidak usah khawatir aku tidak bakalan cerita kejadian ini, aku takut ini akan melukai hatinya. Dia setia sama kamu,” lanjutnya.
“Kamu tidak.. kasian ama dia?”
Aku terdiam, termangu, bahkan tidak menyadari kalau dia sudah berlalu.
Akhir-akhir ini aku tahu nama gadis itu Rani, memang dia teman pacarku, Yuni. Aku menyesali perbuatanku. Rani tetap baik pada kami berdua. Kami bahkan menjadi kawan akrab. Seperti tidak pernah terjadi apa-apa. Entah sampai kapan dia akan menyimpan rahasia ini. Aku kadang-kadang khawatir, kadang-kadang juga memandang iba pada Rani. Oh, aku telah menghancurkan gadis yang tulus.
TAMAT
Tiba-tiba aku dikagetkan dengan suara pintu ruangan membuka dan menutup. Hii.. aku lihat sudah jam 22:30, malam-malam begini pikiranku jadi membayangkan hal-hal menakutkan. Tapi kemudian aku dikagetkan lagi ketika melihat seorang perempuan membawa map berisi beberapa lembar kertas dan dua buah buku tipis masuk kemudian menaruhnya di sebelah komputer, lalu menyalakan komputer dan mengetik. Komputernya terhalang tiga meja komputer di sebelahku. Aku jadi lega, sekarang ada teman, walaupun dia tidak memperhatikan aku sama sekali. Aku perhatikan dari samping, wajahnya manis dengan hidung yang kecil dan mancung. Kulitnya tidak terlalu putih, tapi mulus dengan jaket jeans lengan pendek yang dikenakannya, dia tampak cantik.
Tapi, akh peduli amat. Aku melanjutkan buka-buka situs tadi, anganku semakin menerawang, kemaluanku agak menegang. Dan akhirnya aku melirik pada perempuan di ruangan itu, dan langsung aku melirik pantatnya. Besar! pikirku. Tiba-tiba saja aku membayang kalau kemaluanku merobek-robek pantatnya yang menggiurkan itu. Aku jadi deg-degan, semakin dibayangkan semakin menjadi-jadi kemaluanku menegang. Sampai akhirnya aku nekat mendekati dia. Aku mencoba menenangkan diriku agar tampak normal.
“Ma’af.. sedang mengerjakan tugas?” suaraku sedikit bergetar.
Dia melirikku sebentar lalu matanya tertuju lagi ke layar komputer, sambil menjawab,
“Iya.. Mas.. aku kelupaan menuliskan beberapa judul buku dalam daftar kepustakaan, cuma dikit kok.”
“Rumahnya deket sini?”
“Iya di asrama, dan saya biasa kerja malam-malam begini,” jawabnya.
“Nah.. selesai deh,” dia membereskan kertas-kertas, lalu terdengar suara mesin printer bekerja.
Dia mengambil hasilnya dan kelihatan puas.
“Bisa pulang sama-sama?” aku bertanya sambil mataku sebentar-sebentar mencuri pandang ke arah pantatnya yang kelihatan besar membayang dibalik celana trainning kain parasitnya. Aduh, dadaku mendesir.
“Sebentar aku tutup dulu komputerku ya..”
Aku bergegas pergi ke komputerku.
“Mas sedang ngerjakan apaan?”
Aku kaget tidak menyangka kalau dia mengikuti aku.
“Ah.. ini.. iseng-iseng aja buka-buka internet, capek sih ngetik serius terus dari tadi.”
“Eh.. gambar-gambar gituan yaa? Hi ih!” dia mengangkat bahunya, tapi mulutnya tersenyum.
“Ah.. iseng-iseng aja.. Mau ikutan liat-liat?” tiba-tiba keberanianku muncul. Dan di luar dugaan dia tidak menolak.
“Tapi bentar aja yaa.. entar keburu malam!” dia langsung duduk di kursi sebelahku.
Makin lama kami makin asyik buka-buka gambar porno, sampai akhirnya,
“Aku mau pulang deh Mas. Udah malem.. Aku bisa pulang sedirian.. deket kok.”
Dia siap berdiri. Tapi dengan reflek tanganku cepat memegang pergelangannya. Dia terkejut. Aku sudah tidak memperdulikan apa-apa lagi, kecuali mempraktekkan gambar-gambar yang dilihat tadi. Kemaluanku sudah menegang.
Tanpa basa basi aku langsung menduduki pahanya dan langsung melumat bibirnya. “Umh.. mh..” dia berusaha meronta dan menarik kepalanya ke belakang, tapi tangan kiriku cepat menahan belakang kepalanya, sementara tangan kananku sudah memegang buah dadanya, memutar-mutar, dan meremas-remas putingnya. Gerakan perempuan itu makin lama makin lemah, akhirnya aku berani melepaskan ciumanku, dan beralih menciumi bagian-bagian tubuh lain, leher, belakang telinga, kembali ke leher, lalu turun ke bagian belahan buah dadanya. Aku melihat dia juga menikmatinya. Matanya mulai sayu, bibirnya terbuka merekah.
“Namamu siapa?” aku tampaknya agak bisa mengendalikan keadaan. Dia tidak menjawab. Hanya matanya yang sayu itu memandang kepadaku. Aku tidak mengerti maksudnya. Tapi ah tidak perduli aku mengangkat berdiri tubuhnya, lalu aku duduk di kursi, kutarik badannya dan dia duduk di pangkuanku. “Ehh.. hh..” dia berdesah ketika kepalaku menyeruduk buah dada yang masih terhalang T-shirt merah muda di balik jaket jeans yang terbuka kancingnya. Tanganku segera menaikkan kaosnya, sehingga tampak bagian bawah dadanya yang masih berada di balik BH. Kunaikkan BH-nya tanpa melepas, dan kembali mulutku beraksi pada putingnya, sementara tanganku meremas-remas pantatnya dan pahanya.
“Oohh.. Mas.. Mas.. Aoohh..” aku semakin menggila mendengar desahnya. Lalu aku ingin melaksanakan niatku untuk menembuskan batang kemaluanku ke pantatnya. Kubalikkan badannya sehingga dia membelakangiku. Aku pun berdiri dan menurunkan celana trainingnya dengan mudah. Dengan tidak sabar celana dalamnya pun segera kuturunkan. Aku duduk dan kutarik badannya sehingga pantatnya menduduki kemaluanku. “Aghh.. Uhh” aku terkejut karena kemaluanku yang sedang menegang itu rasanya mau patah diduduki pantatnya. Tapi nafsuku menghilangkan rasa sakit itu. Aku genggam kemaluanku dan kutempelkan ke lubang duburnya, lalu kutekan. “Aaah..” dia menjerit, tubuhnya mengejang ke belakang. Tapi kemaluanku tidak bisa masuk. Terlalu sempit lubangnya. Keberingasanku makin menjadi. Aku dorong tubuhnya sehingga posisi badannya membungkuk pada meja komputer. Pantatnya kelihatan jelas, bulat. Pelukanku dari belakang tubuhnya membuat dia tertindih di meja. Kutempelkan kemaluanku pada lubang pantatnya. Sementara tangan kiriku meremas buah dada kirinya. Mulutku pun tidak henti-hentinya menggerayangi bagian belakang leher dan punggungnya. Dengan sekali hentak paksa, kudorong masuk kemaluanku. “Aih.. ah uh aoowww..” aku pun mersa sedikit kesakitan, tapi kenikmatan yang tiada taranya kurasakan. “Jangan.. aduh aahh sakiit, tidak deh.. ahh..” Aku semakin bernafsu mendengar rintihannya. Sambil memeluk buah dadanya., kutarik dia berdiri. Lalu aku pun menggerakan kemaluanku maju mundur, mulutku menciumi pipinya dari samping belakang, sementara tanganku meremas buah dadanya, seolah-olah ingin menghancur lumatkan tubuh perempuan yang sintal itu.
Perempuan itu tidak henti-hentinya merintih, terutama ketika kemaluanku kudorong masuk. Beberapa tetes air mata menggelinding di pipinya. Mungkin kesakitan, aku tidak tahu. Tapi apa daya aku pun sudah tidak kuat menahan keluar air maniku lagi dan tubuhku mengejang, perempuan itupun mengejang dan merintih, karena tanganku dengan sangat keras meremas buah dadanya. Badannya ikut tertarik ke belakang, dan mulutku tanpa terasa menggigit lehernya. “Ouhh.. hh..” kenikmatan luar biasa ketika kemaluanku menyemburkan air maniku ke pantatnya. Hangat sekali. Aku terduduk dia pun terduduk di atas kemaluanku yang masih menancap di pantatnya. Kepalaku terkulai di punggungnya. Perempuan itu memandang ke arah layar komputer dengan pandangan kosong. Sementara tetes air matanya masih terus membasahi pipinya.
“Ma’afkan aku.. Aku tidak kuat nahan diri,” aku mencoba menghiburnya. Tapi dia tidak menjawab.
“Siapa namamu?” tanyaku dengan lembut. Kembali dia membisu.
“Aku mau pulang.. kamu tidak perlu nganter aku.. biar orang-orang tidak tanya macem-macem,” katanya dengan suara perlahan.
“Aku sebenarnya tau siapa kamu.. Mas,” dia berbicara tanpa menoleh ke arahku.
“Ha.. aku..” aku tekejut.
“Ya.. karena aku temen baru pacarmu, Yuni, aku pernah liat foto-fotomu di tempat dia.”
Kali ini dia menatapku dengan tajam.
“Tapi.. aku sama sekali tidak nyangka kelakuanmu seperti ini,” selesai dia menaikkan celana dan membetulkan BH dan T-shirtnya.
“Tapi tidak usah khawatir aku tidak bakalan cerita kejadian ini, aku takut ini akan melukai hatinya. Dia setia sama kamu,” lanjutnya.
“Kamu tidak.. kasian ama dia?”
Aku terdiam, termangu, bahkan tidak menyadari kalau dia sudah berlalu.
Akhir-akhir ini aku tahu nama gadis itu Rani, memang dia teman pacarku, Yuni. Aku menyesali perbuatanku. Rani tetap baik pada kami berdua. Kami bahkan menjadi kawan akrab. Seperti tidak pernah terjadi apa-apa. Entah sampai kapan dia akan menyimpan rahasia ini. Aku kadang-kadang khawatir, kadang-kadang juga memandang iba pada Rani. Oh, aku telah menghancurkan gadis yang tulus.
TAMAT
Dara manis ini sekarang lagi stress karena gara gara foto pornonya
bertebaran di internet, setelah menyaksikan fotonya itu, aku pun merasa
menjadi terangsang, buah dadanya yang besar itu terasa membuat penisku
menjadi sesak. Hmmm .. aku ingin menikmati kemolekan tubuh Cynthiara
Alona ini agar bisa aku tiduri. Sayang kalo salah satu model ini
dilewatkan kesintalan tubuhnya. Tapi kalo dalam posisi masih stress
rasanya sulit. Sebenarnya secara pribadi aku mengenalnya, website yang
dia punya merupakan kerjaan temanku, dulu aku belajar pada temanku,
malah aku sendiri bertemu dengan Cynthiara Alona di rumahnya, aku diajak
untuk membantunya, namun ditengah jalan aku berhenti karena kesibukan
kuliah.
Hari Pertama
Aku datang ke rumah Cynthiara Alona sore hari dengan membuat janji terlebih dahulu, nasib baik memihakku, aku akhirnya datang juga ke apartement Cynthiara Alona, ketika bertemu denganku dia merasa kikuk dan menampakan kesedihannya.
“Sudah deh .. relakan saja .. lain kali hati hati .. “ hiburku dengan maksud baik
“Rasanya guwe gondok .. pengin marah gimana ? karirku bisa hancur” umpat Cynthiara Alona dengan membuang handphonenya
“Kalo mau sih aku bisa menolong .. mencari mantan manajermu itu .. tapi ya butuh waktu” aku mengajukan diri
“Sulit Han .. sulit .. dia kabur tanpa ada kejelasan “
“Gini aja .. aku mau menolong .. tapi ya aku nggak bisa maksimal .. aku mau bantu dengan cara melacak keberadaannya sejak terakhir dia tinggal dimana .. oke kalo mau .. aku mau melacak ke rumah daerah dia, itu perlu berminggu minggu .. “
Secara umum aku memang pernah berkenalan dengan manajernya yang bernama Bobby itu, namun itu dulu sebelum aku ketemu Cynthiara Alona dan berkenalan, jika aku bertemu dengan Bobby maka tidak ada kecurigaan sama sekali, jadi aku ingin berinisiatif menolongnya, uang ? aku bisa meminta para tanteku.
Hari kedua
Aku melacak Bobby sejak awal aku mengenalnya, firasatku orang seperti tidak akan pernah jauh dari Jakarta, aku mengenalnya dulu memang pernah menginap di rumahnya, jadi aku kenal baik, beberapa temannya aku mengenalnya secara baik baik. Lebih lebih aku mengenal orang tuanya Bobby. Setitik terang Bobby pernah mempunyai sebuah villa di Jonggol Jawa Barat. Namun aku tak tahu pasti di mana villa itu, jadi aku harus bisa menemukan villa itu. Persembunyian orang ini sangat rapat, bahkan ada temannya yang kutanyai menjawabnya tidak tahu. Aku mengalami jalan buntu, apa kudu menyusuri satu persatu semua villa dan mengeledahnya, buang buang waktu. Alhasil aku harus memutar otak. Nomer handphonenya aku tak punya, namun demi seonggok daging hidup milik Cynthiara Alona aku pantang mundur, walau tidak ada perjanjian untuk itu namun aku akan membuat dia bertekuk lutut.
Hari Ketiga
Berbagai informasi aku mencarinya dan kurangkai, aku tetap saja masih buntu, iseng di hari yang penuh kebuntuan itu aku jalan jalan ke Bogor, aku sendirian menyetir kendaraanku, seperti biasa aku selalu mengawasi siapa saja yang sering berada di belakang mobilku, itu yang sering aku waspadai. Informasi yang kudapat pernah ada beberapa PSK yang kenal dengan Bobby ini di Bogor, jadi aku mencoba peruntungan di Bogor, kuambil arah Puncak sebagai jarak terdekat dulu yang paling mudah. Tak terasa aku berhenti di sebuah kedai warung malam sekitar jam 12 di arah Puncak. Hilir mudik bising kendaraan menambah ramainya warung itu, beberapa PSK ada di situ, dua orang cewek dengan bercelana pendek melirikku, namun aku tidak mengubrisnya. Aku doyan cewek tapi nggak doyan yang PSK, tak disangka di hari ketiga itu aku mendapat durian runtuh, sambil ngopi dan menghisap orang, dua PSK itu mengobrol dan menyebut nyebut nama Bobby .. Aaah .. Bobby itukah ? tak yakin .. namun selidik dengar selidik kok nyebut koleksi gambar cewek. Ohooo .. kena batunya .. aku menyingkir dari warung itu dan duduk di dalam mobilku. Ketika kedua PSK itu keluar dari warung aku menyapanya.
“Kemana Non ?” tanyaku dengan menghisap rokoku dan melihat pahanya yang mulus"
“Kemana saja kalo ada yang ngajak .. “ jawab orang yang lebih tinggi bernama Novi dan teman PSKnya bernama Emil.
“Mau ikut Non “ ajakku
“Boleeh .. tapi .. ongkos bang .. nggak bisa gratis “
“Tenang saja Non .. aku mau ajak kalian berdua .. sebagai teman curhat .. “ kataku dengan mengeluarkan uang 200 ribu dan kuberikan kepadanya
“Enak aja segitu .. “ maki Emil
“Please .. aku nggak butuh yang lain .. cuma ngobrol saja .. suntuk Non .. kalo nanti kalian bisa membantuku maka aku akan memberikan bonus, yuuk kutraktir makan makan sekalian“
Kami akhirnya pergi bersama, di dalam mobil kedua cewek itu sangat menggoda, keduanya memamerkan bongkahan dadanya lewat kancing bajunya yang dilepas 2 biji. Emil duduk di depan dan Novi di belakang. Aku mentraktirnya di rumah makan, kedua sangat senang.
“Mong omong .. kalian kenal Bobby .. seperti ini ?” kataku menunjukan foto Bobby padanya
“Betul .. “
“Dimana dia .. aku temannya .. “
“Nggak bisa bang .. soal dia khan katanya dicari orang .. “
Aku membuka netbook dan konek ke internet, kutunjukan siapa diriku, dari profile facebook, webku dan pekerjaanku, bahkan kutunjukan KTP biar menyakinkan mereka
“Buseeet .. kita ketemu seorang hacker .. anakku pernah cerita soal teman kita ini.. “ timpal Emil yang sudah berumur 35 tahun, awalnya menikah dan cerai karena ditinggal suaminya kabur.
“Jika kalian minta bantuan lagi aku bisa menolongnya .. tapi aku berhutang budi sama temanku itu .. “ ibaku dengan sungguh membuat Emil menjadi tersenyum
“Oke deh bang … janji ya .. hmm .. bagaimana kalo kamu kami service “ goda Novi dengan meraba pahaku
“Nggak usah Non .. “ tolakku dengan membiarkan Novi mengelus pahaku, namun aku sempat nakal meremas buah dadanya dan membuat Novi suka. Namun aku menahan diri.
Alhasil akhirnya kedua PSK itu menunjukan tempat Bobby yang berada di sebuah villa pinggiran, aku datang sendirian dan kebetulan Bobby yang menyambutku dengan terkejut
“Hebat .. kemana saja kau ini ? kayak hilang ditelan bumi “ kata Bobby dengan tersenyum.
“Sibuk kerja .. mrogram terus jadi nggak inget ya lain .. “ candaku dengan masuk ke villa itu. Bobby juga tidak membicarakan soal gambar porno, lost nggak ada kecurigaan sama sekali. Aku mau meracun orang ini, eh membiusnya, namun aku tidak mau mengambil resiko, karena nanti keluar penjara aku akan dibalas, jadi aku hanya memberikan informasi saja. Bahkan dengan tanpa diketahui dirinya aku menjepretnya untuk sebagai bukti telah bertemu dengan Bobby.
“Sial nih orang .. gemar main cewek model PSK “ makiku melihat dua PSK datang ke villa, namun dengan halus aku menolak karena sedang tidak enak badan. Jadilah aku akhirnya pamit pulang, beberapa foto dia akhirnya kudapat.
Aku balik ke Jakarta pagi dini hari ketika mereka bertiga mulai pemansan untuk hubungan seksual, dengan sangat senang, kuberitahukan kepada intel temanku untuk menggerebek beberapa villa yang dipakai bobby itu, aku hanya bilang jangan mengejar yang punya villa, bilang saja operasi rutin grebek PSK, jangan bawa polisi banyak .. bawa saja satpol PP.
Aku sampai di rumah Cynthiara Alona pagi hari ketika dia sudah bangun pagi, sangat surprise melihatku datang mengetuk apartementnya yang dipakai untuk menghindari kejaran wartawan.
“Gila .. pagi sekali .. gimana ?” tanya Cynthiara Alona dengan mempersilakan aku masuk.
“Sebentar lagi buruannya akan ketemu denganmu .. pagi ini digerebek di Puncak “ kataku mengejutkan dirinya yang pagi itu menggunakan celana pendek longgar dengan kaos yang menampakkan branya ukuran yang sangat montok, bagaimana cara memintanya ? ah gampang !
Kuminta telpon ke intel temanku yang kebetulan kenal dengan Cynthiara Alona. Positif Bobby tertangkap, sehingga Cynthiara Alona melonjak kegirangan. Namun intel itu bilang kasusnya akan dibuat tidak dikentara kalo itu karena aku datang ke villanya. Setelah menutup hape Cynthiara Alona langsung berujar padaku
“Berapa aku harus membayarmu ?” tanya Cynthiara Alona yang duduk di dekatku dan bau parfumnya menusuk hidungku
“Nggak usah .. sama teman kok .. “ tolaku dengan menghembuskan asap rokokku
“Please “ desak Cynthiara Alona
“Nggak ada deh .. tapi ya kalo boleh .. nggak liat yang photoan .. maunya yang asli “ kataku memutar
“Maksudmu ?”
“Aku ingin melihatmu tanpa kufoto .. tapi yang polos “ kataku dengan bercanda
“Apaaaaaaaaaaaaaaaaa ?” kata Cynthiara Alona dengan kaget, namun kemudian menyadari dengan cepat. Dipandangnya aku dengan seksama
“Maumu apa ?”
“Aku ingin melihatmu tanpa busana secara langsung … semua jerih upayaku setidaknya bisa membuat titik terang keinginanmu .. aku berkorban waktu, uang dan taruhan nyawa mencari dia“
“Oke Han … oke .. baiklah jika kamu ingin melihatku telanjang “ ujar Cynthiara Alona dengan tersenyum lalu membuka kaosnya, branya warna hitam itu seperti terlalu kecil untuk menyangga buah dadanya. Habis itu Cynthiara Alona membuka celana pendek dan terlihat cd-nya warna putih tipis. Aku menjadi sangat ngaceng melihat kesintalan cewek ini. Sehingga aku menjadi bernafsu dan kupeluk, ketika kupeluk Cynthiara Alona mencegahku
“Katanya cuma pengin lihat ?” sergah Cynthiara Alona dengan menepis tanganku
“Aku ngaceng “ celotehku dengan mengelus selakanganku yang menggunakan celana panjang, melihat selakanganku yang membesar itu Cynthiara Alona sampai melotot. Aku kembali memeluknya dan menghujani ciuman di bibirnya, Cynthiara Alona menolak dan mencegahku
“Haaaaaan .. please .. “sergah Cynthiara Alona dengan sekuatnya, namun aku terus saja menciumi dan mengunci tangannya, ketika aku memeluknya, lenganku nemplok di buah dadanya, aku semakin kalap dan menindihnya, kukulum bibirnya yang menolak itu
“Please .. kau hanya bisa bayar dengan cara ini, Cyn .. “ kataku dengan menekan tanganku lebih kuat, Cynthiara Alona tidak melawan lagi, pelan pelan ciuman bibirku disambut
“Tak kusangka Han .. kau jahat sekali minta bayaran dengan tubuhku .. “ maki Cynthiara Alona
“Aku sudah ngocok dua kali karena kamu .. gimana ?”
“Salahmu “ ledek Cynthiara Alona dengan tertawa
Kulepas kuncian tanganku dan aku kembali menindihnya lebih erat dan menghujani dengan ciuman dan lumatan, Cynthiara Alona membalas pagutan itu
“Haaaaaaan .. hhhhhhsssssss …. aaaah “ lenguh Cynthiara Alona ketika aku mendaratkan banyak pagutan dan lumatan itu, kuelus elus vaginanya yang masih menggunakan celana dalam itu, tanganku masuk lewat celahnya dan mengelus vaginanya, tanpa bulu sama sekali. Uuuuh .. terasa nikmat sekali rasanya bisa mengelus vagina Cynthiara Alona
Cynthiara Alona kini sudah dalam genggamanku ketika dirinya balas memelukku dan melawan lumatanku. Ditahannya kepalaku
“Aku pengin lihat seberapa besar penismu itu .. “ sergah Cynthiara Alona dengan tersenyum menggodaku
Aku lalu beringsut mundur dan menarik resluting celanaku, lalu kupelorotkan kemudian aku membuka celana dalamku, membuat Cynthiara Alona menjadi tersenyum
“Besar sekali Han .. hhhhmmmm “ pekik Cynthiara Alona dengan menggenggam penisku dan mengelusnya
“Nikmati saja Cyn .. “ kataku singkat mencari kaitan BHnya dan kulepaskan, tali branya yang dipundaknya itu dipelorotkan sendiri oleh Cynthiara Alona sehingga kini bongkahan buah dada itu tersaji di depanku dan siap kunikmati
“Haaaaaan .. aku tahu kamu suka melirikku .. tapi aku tak mengira kamu benar benar pengin bercinta denganku, tak apalah Han .. anggak saja ini bayar hutangku “ kata Cynthiara Alona dengan mengocok penisku berulang ulang, aku ganti membalas dengan meremas buah dadanya, membuat Cynthiara Alona menjadi gemas
“Huuuuuuuh .. kamu suka sama susuku ya Han … nikmati saja “ ledek Cynthiara Alona dengan tersenyum menggodaku, percintaan di pagi hari ini tidak menghambat kami berkeringat, apalagi ac masih hidup mengalir di apartement itu.
Aku kembali menindihnya dan melumat bibirnya dengan rakus, kususuri dari bibirnya menjilat kemudian menuju ke buah dadanya, kusampirkan rambutnya yang panjang itu, desakan penisku ingin cepat cepat menyetubuhi artis ini tak terbendung lagi. Nafas kami saling memburu, kami berdua sudah termakan birahi di sofa itu.
“Haaaaaaan ..aaaaaaaaah …. hhhhsss .. kulum puntingku “ perintah Cynthiara Alona dengan menekan kepalaku. Punting warna kecoklatan itu kumasukan dalam mulutku dan kusedot sedot sekuatku, aku sangat bernafsu untuk menggmuli model play boy ini. Gerak gemulai bak cacing kepanasan dari tubuh seksi dara aceh ini membuatku menjadi tertahan untuk tidak buru buru menyetubuhinya. Kutarik badanku dan kulepas pakaianku semua sampai telanjang bulat. Cynthiara Alona hanya tersneyum sana menggodaku
“Aku bersedia menjadi pacarmu .. tak perduli kamu pernah buka bugil di internet atau majalah “ kataku dengan menatapnya
“Aaaaaaaah .. kamu hanya mau tubuhku .. palingan kamu pengin bersetubuh denganku terus khan ?” tanya Cynthiara Alona dengan menyelidik
“Kalo gitu kita nggak perlu pacaran .. kita akan bersetubuh jika kita menginginkan .. kamu pasti akan ketagihan padaku .. lihat Cyn .. penisku ini akan selalu membuatmu rindu ingin mencicipi .. silakan kulum penisku, sayang” ajakku dengan mesra membuat Cynthiara Alona lalu bangun dan memegang penisku.
“Rasakan jilatan dan kulumanku, sayang .. hhhhmmm .. iya .. penis sebesar begini seperti punya orang bule” timpal Cynthiara Alona dengan menjilati batangku dengan rakus, dimasukan penisku ke dalam mulutnya yang sesak itu, di dalam penisku dipermainkan dengan lidahnya, posisi Cynthiara Alona membungkuk dan aku memberikan rangsangan dengan mengelus elus punggungnya, sesekali tanganku turun dan meremas buah dadanya yang besar itu, setiap kuremas, Cynthiara Alona melenguh
“hhhhhhhhhmmmmmmmmmm …. aaaaaaaaaaaaaauch “ lenguh Cynthiara Alona yang penuh dengan penisku,penisku keluar masukan dalam mulutnya, sesekali dipandangnya dengan seksama dan kemudian dimasukan lagi, berulang ulang Cynthiara Alona mengulum penisku sehingga batangku menjadi mengkilap basah dengan air liurnya.
“Terus Cyn .. oooooh .. kamu memang cewek oke “ pujiku dengan meremas pantat Cynthiara Alona dengan gemas membuat dirinya menggerakan pantatnya tak tahan remasanku.
Ditariknya batangku dan dikeluarkan dari mulutnya, lalu merebahkan diri dengan menantang, dibukanya celana dalamnya lalu dilemparkan ke meja sofa lalu mengangkang dengan sangat menantang, vaginanya membasah terangsang birahi
“Lakukan Han .. kamu bebas menyetubuhiku .. mau keluar di luar atau di dalam sama saja “ ujar Cynthiara Alona dengan tersenyum, aku kembali menindihnya dan menyerbu bibirnya, kami kembali bertarung dengan saling melumat dan memilin, sofa itu terlalu sempit bagi kami, aku mendorong meja sofa itu lebih jauh, apalagi salah satu kaki kami menjejak ke lantai, aku menariknya agar keluar dari sofa itu, kami kemudian bergumul lagi dengan saling memeluk di lantai. Nafas kami saling memburu, Cynthiara Alona kini menjadi betina yang lapar akan kehausan seks, Cynthiara Alona menjadi tak terkendali, dengan sangat bernafsu menyerangku dengan memelukku erat, melumat bibirku dan meremas batangku dengan gemas.
Tak berapa lama kemudian kami yang bergumul di lantai dengan penuh nafsu semakin panas saja, Cynthiara Alona mendesakku dengan menggulingkan tubuh kami lewat jepitan kedua kakinya di pinggangku. Dengan ganas Cynthiara Alona meyerangku melakukan lumatan demi lumatan. Tak terasa kami sudah basah termakan keringat birahi, dengan sangat rakus kami mencecap birahi penuh dengan kenikmatan.
“Haaaaan .. pindah ke atas .. kita lakukan enam sembilan “ ajak Cynthiara Alona dengan menahan lumatannya pada bibirku, tanganku sendiri malah memegang buah dadanya
“Please … nih remes dulu biar kamu suka .. “ ujar Cynthiara Alona dengan menurunkan dadanya sehingga aku semakin dekat mempermainkan buah dadanya, kukulum puntingnya yang lancip itu, kusedot dalam mulutku
“Terus Han .. satunya ngiri tuh .. “ pekik Cynthiara Alona dengan menekan dadaku dengan tangan kanannya, sedang tangan kirinya ke belakang memegang batangku yang menempel di belahan pantatnya. Aku mengulum punting yang belum pernah menyusui itu, terasa beda dengan punting para artis yang pernah menyusui, namun secara umum aku memang menyukai punting artis yang pernah punya anak. Aku mengulum punting sebelah kanan Cynthiara Alona sedang buah dada sebelah kiri aku remas remas dengan tanganku, nikmat sekali bisa mendapatkan Cynthiara Alona dengan gratis.
Aku menyudahi kulumanku, Cynthiara Alona beranjak dari duduk di atas selakanganku, lalu menarik tanganku untuk duduk, aku menurut saja perintah Cynthiara Alona
“Kamu duduk aja … please .. enam sembilan dengan cara aku akan mengulum penismu .. kamu sandaran please” ajak Cynthiara Alona dengan tersenyum nakal, nafsunya menggelegak melihat penisku mengacung sangat tegak itu, Cynthiara Alona kemudian naik ke sofa dan duduk di sampingku, lalu membungkuk, kedua kakinya diputar lalu kaki kaknannya naik ke atas kepalaku lalu ditopangkan ke pundakku ke bahuku, kemudian kaki kirinya di pundak sebelahku, jadi posisi Cynthiara Alona kini berpangku padaku dengan kaki menjulang ke atas menjepit leherku, sedang kepalanya tepat di atas batangku dan hendak mengulum penisku, selakangan Cynthiara Alona dipaskan pada mulutku agar aku bisa mencumbu vaginanya, buset nih cewek .. fantasi seksnya berbeda.
“Han .. oral vaginaku .. aku oral penismu .. “ ujar Cynthiara Alona yang kini berjungkir di atas ditubuhku, aku mencoba rileks dengan bersandar, bau khas vagina menyerang hidungku. Vagina tanpa jembut itu terasa beda sekali, aku lalu menjilati dengan lidahku vagina milik Cynthiara Alona, sedang Cynthiara Alona sendiri menjilati batangku dengan rakus dan belum dimasukan ke dalam mulutnya, tanganny bertopang ditekuk di sofa. Dengan ganas aku langsung menyerbu vagina milik Cynthiara Alona.
“Haaaaaaaan ..uuuuuh .. enaaaaaaak .. “ pekik Cynthiara Alona dengan menjilati batangku berulang ulang seperti es krim yang manis, tanganku sendiri menyelusup ke balik badannya dan mendapatkan keempukan buah dada Cynthiara Alona dan kuremas, Cynthiara Alona kini dengan menaikan kepalanya sehingga batangku langsung ditelannya dalam mulut, terasa enak sekali aku mendapatkan layanan oral dengan cara yang beda ini. Labia mayoranya yang membasah itu aku kuliti dengan lidah dan bibirku, kusedot vaginanya itu dan membuat Cynthiara Alona menggelinjangkan kakinya. Rambutnya sampai tergerai di pahaku
Serbuan mulutnya yang mengulum batangku keluar masuk, dengan cekatan penisku dipegangnya untuk mengontrol penisku agar tidak lepas dari mulutnya.
“Penismu enak sekali Han .. gedeee “ timpal Cynthiara Alona dengan tertawa renyah lalu kembali memasukan batangku dan digoyang dengan lidahnya, penisku keluar masuk mulutnya, kemudian dikocok dengan cepat dan keras membuat aku bertahan untuk mengerjai vaginanya, kutahan rasa sakit kocokan Cynthiara Alona itu, aku langsung kembali mencumbu vaginanya, memperbesar lubangnya yang sempit itu, kulebarkan dengan lidahku sisi kiri bibir vaginanya, kemudian sisi kanannya berulang ulang, bahkan tanganku ikut nakal mengorek vagina milik model play boy itu.
“Aaaaaaaaaaaaaaaaaaauhh … sayaaaaaang ……aaaaah .. teruuuusss .. enaaak aaah “ seru Cynthiara Alona dengan menahan jilatan pada penisku
Kami terus saling oral mengoral alat kelamin kami berlawanan, tak terasa kami semakin terbakar nafsu, menit demi menit kami saling mengoral dan mencumbu, tanganku tetap meremas dan mempermainkan puntingnya yang lancip itu, sedang tanganku yang menganggur naik meremas pantat Cynthiara Alona dengan gemas
“Uuuuuh .. nakal sekali .. semua punyaku dikerjai .. Han .. aku sukaaa .. aaaaaaaaaah .. enak sekali .. remas susu dan pantatku teruuus “ teriak Cynthiara Alona dengan keras, dengan penuh nafsu penisku di dalam mulutnya disedot sekuatnya, aku sampai berhenti merasakan sedotan mulut Cynthiara Alona pada penisku.
“Cyn .. aaaaaaaaaah .. enaaaaaaaak .. oral teruuus “ kataku tak kalah dengan nafsu menyedot vagina Cynthiara Alona dengan keras, gantian Cynthiara Alona menahan kuluman pada penisku
“Gilaaaaaaaa aaaaaaaaaah .. kalo tiap hari diginiin … “ ujar Cynthiara Alona dengan melenguh tak karuan, badannya dari atas sampai pundak menggelinjang merasakan oralku, lubang vaginanya melebar seiring dengan oralku, klitorisnya aku sentil sentil dengan lidahku kemudian aku menyedotnya dengan bibirku membuat Cynthiara Alona menjadi tak tahan
“Aaaaaaaaaaaaauuuuh …hhhhhhhssssssssssssssssss.. “ lenguh dan rintih Cynthiara Alona dengan suara yang merangsangku.
“Teruss oraaal “ ajakku
“Gimana bisa .. sedotanmu terasa sekali … enak banget tadi ulangi deeh “ pinta Cynthiara Alona dengan gemas memalingkan mukanya ke atas untuk melihatku mengoral lagi namun terhalang tanganku yang meremas pantat Cynthiara Alona itu. Tak teras sudah sepuluh menit lebih kami saling berposisi mengoral, tanda tanda tak kuat Cynthiara Alona semakin kelihatan dengan memejamkan matanya dengan erat merasakan sedotanku di klitorisnya.
“uuuuuuuuuuh .. aku nggak tahaaan aaah “
“Cuuut … “ panggilku dengan nama panggilan khas Aceh
“Yaaaaaaa” jawabnya dengan serak
“Boleh tiap hari begini ?” tanyaku dengan kembali menjilati vaginanya yang semakin basah dan memerah itu
“Why not ?”
“Oh My God .. “ jawabku dengan tersenyum dan langsung menyedot klitorisnya lagi
“Ooooooooh Noooooooooooo …aaaaaaaaah .. tidaaaaaaak … aaaaauuuh .. enaaaaaaak .. teruuus .. lanjut .. oral .. oraaaal “ teriak Cynthiara Alona dengan suara yang tidak masuk akal, aku tak tahu apa kata tidak atau no tadi. benar benar aneh cewek ini
Jepitan kakinya semakin erat, aku merasa Cynthiara Alona hendak mencapai orgasme akibat permainan oralku yang semakin nafsu mengejar vaginanya itu, kusedot terus dan membuat Cynthiara Alona merapatkan kakinya lagi
“Haaaaaaaaaaan .. Ya Tuhaaaaaaan .. aku mau sampaaai “ pekik Cynthiara Alona dengan menggelinjangkan badannya, aku kembali menjilati dan menempelkan bibirku dan menyedotnya
“Aaaaaaaaaakuuuu aaaaaaaaah sampaaaaaaaaai “ teriak Cynthiara Alona dengan suara keras dan badannya menegang dengan cepat, dari vaginanya mengucur cairan bening dan merembes ke bawah sampai di buah dadanya, badannya kemudian berkelonjotan. Kubiarkan dengan meremas buah dadanya yang basah itu dan serta pantatnya aku remas remas. Kubiarkan tubuh itu melemas tanpa tulang dengan menelungkupkan wajahnay di atas penisku, nafasku memburu sangat cepat, aku lalu mencoba rileks dengan melebarkan jepitan kakinya itu agar tidak membuat nafasku sesak. Kuserongkan badannya dan kujatuhkan ke sofa, Cynthiara Alona kini bersandar kepala di atas penisku yang menempel di telinga sebelah kirinya.
“Trim Han .. sudah lama aku nggak ginian .. enak sekali Han .. hhhhmmm . kamu mau khan kalo aku minta ngeseks sama kamu .. “ tanya Cynthiara Alona dengan membuka matanya
“Why not “ jawabku dengan singkat
“Oke Han .. oke .. nanti kita lakukan penuh kemesraan .. tak kukira Han .. dulu kamu orangnya polos, kini ternyata sudah jago naklukin cewek .. kamu sama siapa suka ngeseks Han, pacarmu ya ?” selidik Cynthiara Alona dengan tersenyum lalu bangun dan duduk di sampingku
“Pacar aja deh .. “ jawabku dengan canda
“pastilah pacarmu ketagihan kamu ewe .. aku sendiri juga makin ketagihan sama permainanmu tadi .. sini penismu .. aku masukin vaginaku yaaa .. “
“Oke Cut Cynthiara .. “ jawabku dengan memegang pinggang Cynthiara Alona yang hendak mendudukiku, kedua kaki Cynthiara Alona melebar lalu penisku dipegangnya lalu ditusukan ke belahan vaginanya yang merekah itu.
“Pelan pelan ya Han .. akan terasa sesak dalam lubangku . maklum sudah lama nggak dimasukin penis.. tapi kalo ini penis besar yang akan masuk dalam vaginaku .. duuuh .. sangat beruntung sekali aku pagi ini, ada orang mau menolongku eeh .. malah dikasih bonus seks .. siapa wanita nggak suka “ ujar Cynthiara Alona dengan menciumi pipi kanan kiri lalu menekan selakangannya pada penisku, penisku mulai menerobos dengan mantap, pelan pelan penisku masuk pada kepala penisku dan tertahan karena sesak
“Ohh .. no no no … besar sekali .. the biggest of penis Han “ pekik Cynthiara Alona dengan meringgis kesakitan ketika penisku mili demi mili tergerus lubang vagina milik Cynthiara Alona yang sempit itu. Namun Cynthiara Alona seakan lapar karena lama tidak disetubuhi sehingga memaksakan diri untuk memasukan batangku lebih dalam, aku sendiri sangat kesakitan jika penisku dipaksa harus tenggelam, aku mengelus elus paha Cynthiara Alona untuk memberikan rangsangan, kedua tangan Cynthiara Alona menopang ke pundaku.
“Auuuuuh Han .. sakit sekali .. tahaaan yaaa “ tukas Cynthiara Alona dengan berhenti dan membuka matanya sambil geleng geleng kepala lalu tersenyum padaku
“Gimana ?” tanyaku dengan tetap memberikan rangsangan ke pahanya naik ke pantatnya lalu meremasnya dengan pelan, kemudian tanganku naik sampai punggungnya dan mengelus elus terus
“Hhhhssss .. besar sekali .. hhhmmm .. kamu kudu wajib giniina aku, sayaaang “ ujar Cynthiara Alona dengan menekan kembali setelah menarik nafas berulang ulang, penisku kembali tenggelam ke bawah, mili demi mili penisku bergerak masuk ke dalam vagina Cynthiara Alona
Tak terasa kami berjuang sangat lama untuk menenggelamkan penisku lebih dalam lagi, kami berjuang dengan susah payah penuh keringat bercucuran.
“Aduuuh Haaaaaaaaan .. sakit aaah .. “ pekik Cynthiara Alona ketika menekan dengan tenaga besar
“Tarik dulu, sayaaang .. Cut .. jangan tergesa gesa .. tarik tekan tarik tekan “
“Huuuuh … oke deeeh “ ujar Cynthiara Alona dengan mengikuti saranku, lalu naik turun dengan pelan dan mulai ada hasil, entah kenapa ketika merasa mampu ditekannya selakangan Cynthiara Alona dengan keras membuat penisku amblas sampai mentok membuat kami berdua terpekik bersamaan, Cynthiara Alona sampai mendongak ke belakang dan langsung kupeluk
“Haaaaaaaaaaaaaaaaaaaiiiiiiiiiiiiiiiiiih ………. aaaaaaaaaauuuuuuuuuuu “ pekik kami berdua, bagian atas vagina Cynthiara Alona menggelembung karena penisku yang besar itu, lalu dengan menguasai badannya kemudian memelukku erat dan menghujani ciuman di ipi kananku serta mengecup, tak lama kemudian menarik badannya dan berhadapan denganku
“Genjot ya “ kata Cynthiara Alona dengan yakin lalu bergerak naik dengan pelan, aku merasa batangku dijepit luar biasa di dalam vagina Cynthiara Alona.
Gerakan naik turun Cynthiara Alona semakin lancar, penisku awalnya seret setelah berulang ulang Cynthiara Alona bergerak naik turun menjadi lancar, bunyi keciplak alat kelamin kami semakin keras.
“Haaan .. ahhhha .. hhhh ..aaaaah .. sayaaaang teruuus .. aayooo “ ajak Cynthiara Alona yang bergerak naik turun di atas selakangaku, buah dadanya ikut bergerak seiring goyangannya.
“Iyaaa sayaaang .. ayo Cyn ..teruuus .. lebih cepatan “ ajakku
Cynthiara Alona bergerak dengan lebih cepat, batangku keluar masuk semakin lancar, setiap mentok ke dinding terdalam vaginanya Cynthiara Alona menjerit berulang ulang, matanya dipejamkan menikmati hujaman penisku keluar masuk, pantatnya aku remas remas sekalian mengontrol genjotan Cynthiara Alona
Sudah lima menit kami saling memacu dengan posisi duduk itu. Aku meladeni genjotan Cynthiara Alona dengan tak kalah cepat
“ganti gaya Han .. ganti “ pekik Cynthiara Alona dengan berhenti lalu menarik selakangannya, dengan paksa batangku dilepas dengan disertai pekikan kecil, habis itu Cynthiara Alona langsung menungging di sofa sebelahku memberikan vagianya, aku langsung berubah arah di belakang Cynthiara Alona lalu menusukan batangku, dengan mantap kumasukan batangku dengan pelan namun tenaga besar, kutarik dan kutekan lagi sampai akhirnya amblas disertai teriakan Cynthiara Alona
“Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaauuuuuuuh “ erang Cynthiara Alona merasakan batangku amblas sampai mentok, aku langsung menggenjotnya maju mundur, terasa sekali batangku diremas dengan hebat, habis itu aku berhenti dan menarik batangku lalu kukocok, melihatku mengocok sendiri Cynthiara Alona langsung berubah posisi dan memegang tanganku
“Kok dikocok ?” tanya Cynthiara Alona
“Aku mau muncrat .. kalo nggak dikocok lama .. aku ingin menyemprot vaginamu dengan spermaku “ kataku dengan cepat mengocok, tak berapa lama kemudian Cynthiara Alona yang menahan tanganku lalu mengambil kendali mengocok batangku dengan cepat, habis mengocok memasukan batangku ke dalam mulutnya di sedot sedot sekuatku, habis itu dikeluarkan dan dikocok kocok dengan sangat lama
“Sudaah aaah .. kamu berebah “ perintahku dengan mendorong Cynthiara Alona, dirinya langsung mengangkang dan memamerkan vaginanya.
Aku kemudian menusukan batangku dengan segera, pelan pelan kutusukan dan masuk dengan lancar, kutekan terus sampai mentok, aku langsung menggenjotnya maju mundur, Cynthiara Alona sampai menjerit jerit ketika aku menggenjot dengan sangat cepat
“Aduuuuuuuh .. Han ..aaaah ….aaaauh ..aaaah “ jerit Cynthiara Alona ketika dengan penuh nafsu menggejotnya dan meremas buah dadanya.
Aku terus bergerak dan sudah lebih lima menit menggejotnya, aku sudah tidak tahan lagi
“Sayaaang ..aaaah … aku mau sampaaai “ jerit Cynthiara Alona dengan memejamkan matanya keenakan
“Samaaa “
“Yang keraasss “ teriak Cynthiara Alona
Aku lalu menggenjotnya lebih keras berulang ulang, jepitan vaginanya semakin sempit, mata Cynthiara Alona membuka lalu melotot ketika dengan kasar aku menghujamkan batangku.
“Nggak tahaaan aaah “ pekik Cynthiara Alona dengan merapatkan jepitan kakinya, aku menghujam lagi dan Cynthiara Alona meronta ronta mendapatkan orgasme, tangannya yang memegang lenganku mencakar dengan kuat, penisku masih menghujam keluar masuk, tubuh Cynthiara Alona menegang dengan mata mendelik dan memuncratkan cairan orgasmenya membasahi penisku dengan keras. Cynthiara Alona menegang dengan cukup lama, kali ini cairan orgasmenya ambrol dengan sangat banyak membasahi sofa.
Aku juga hendak mencapai orgasme dengan menggenjot dengan kuat dan cepat, aku memejamkan mataku dengan erat
“Akuuuu .. sudaaaaaaaaaaah “ lenguhku dengan menembakkan air maniku ke rahim Cynthiara Alona dengan menegang kaku
“Craaaaaaaat .. craaaaaaaaaaat .. craaaaaaaat .. craaaaaaaaaaaaat “ lebih dari tujuh kali aku menyemprotkan air maniku sampai meleleh keluar, aku tak kuat lagi dan ambruk ke depan menindih Cynthiara Alona, aku menjadi lemas dengan cepat dalam pelukan Cynthiara Alona, kedua tangan Cynthiara Alona memelukku erat. Kami berdua diam kemudian merasakan sisa sisa orgasme, di selakangan kami terasa sangat basah cairan orgasme kami. Kupeluk Cynthiara Alona dengan erat dan memberikan ciuman di lehernya
Tak berapa lama kemudian Cynthiara Alona menekan ke dadaku dan mendorongku
“Bangun deeh aah “ sungut Cynthiara Alona, aku lalu bangun dan menarik batangku, terlihat ceceran air mani sangat banyak, ketika batangku kucabut itu dari vagina Cynthiara Alona menetes banyak sekali spermaku, Cynthiara Alona yang melihat sendiri vaginanya sampai melotot dan bahkan sampai bibirnya bergetar dan sulit mengucapkan kata katanya, baru setelah menghela nafas bisa berujar
Hari Pertama
Aku datang ke rumah Cynthiara Alona sore hari dengan membuat janji terlebih dahulu, nasib baik memihakku, aku akhirnya datang juga ke apartement Cynthiara Alona, ketika bertemu denganku dia merasa kikuk dan menampakan kesedihannya.
“Sudah deh .. relakan saja .. lain kali hati hati .. “ hiburku dengan maksud baik
“Rasanya guwe gondok .. pengin marah gimana ? karirku bisa hancur” umpat Cynthiara Alona dengan membuang handphonenya
“Kalo mau sih aku bisa menolong .. mencari mantan manajermu itu .. tapi ya butuh waktu” aku mengajukan diri
“Sulit Han .. sulit .. dia kabur tanpa ada kejelasan “
“Gini aja .. aku mau menolong .. tapi ya aku nggak bisa maksimal .. aku mau bantu dengan cara melacak keberadaannya sejak terakhir dia tinggal dimana .. oke kalo mau .. aku mau melacak ke rumah daerah dia, itu perlu berminggu minggu .. “
Secara umum aku memang pernah berkenalan dengan manajernya yang bernama Bobby itu, namun itu dulu sebelum aku ketemu Cynthiara Alona dan berkenalan, jika aku bertemu dengan Bobby maka tidak ada kecurigaan sama sekali, jadi aku ingin berinisiatif menolongnya, uang ? aku bisa meminta para tanteku.
Hari kedua
Aku melacak Bobby sejak awal aku mengenalnya, firasatku orang seperti tidak akan pernah jauh dari Jakarta, aku mengenalnya dulu memang pernah menginap di rumahnya, jadi aku kenal baik, beberapa temannya aku mengenalnya secara baik baik. Lebih lebih aku mengenal orang tuanya Bobby. Setitik terang Bobby pernah mempunyai sebuah villa di Jonggol Jawa Barat. Namun aku tak tahu pasti di mana villa itu, jadi aku harus bisa menemukan villa itu. Persembunyian orang ini sangat rapat, bahkan ada temannya yang kutanyai menjawabnya tidak tahu. Aku mengalami jalan buntu, apa kudu menyusuri satu persatu semua villa dan mengeledahnya, buang buang waktu. Alhasil aku harus memutar otak. Nomer handphonenya aku tak punya, namun demi seonggok daging hidup milik Cynthiara Alona aku pantang mundur, walau tidak ada perjanjian untuk itu namun aku akan membuat dia bertekuk lutut.
Hari Ketiga
Berbagai informasi aku mencarinya dan kurangkai, aku tetap saja masih buntu, iseng di hari yang penuh kebuntuan itu aku jalan jalan ke Bogor, aku sendirian menyetir kendaraanku, seperti biasa aku selalu mengawasi siapa saja yang sering berada di belakang mobilku, itu yang sering aku waspadai. Informasi yang kudapat pernah ada beberapa PSK yang kenal dengan Bobby ini di Bogor, jadi aku mencoba peruntungan di Bogor, kuambil arah Puncak sebagai jarak terdekat dulu yang paling mudah. Tak terasa aku berhenti di sebuah kedai warung malam sekitar jam 12 di arah Puncak. Hilir mudik bising kendaraan menambah ramainya warung itu, beberapa PSK ada di situ, dua orang cewek dengan bercelana pendek melirikku, namun aku tidak mengubrisnya. Aku doyan cewek tapi nggak doyan yang PSK, tak disangka di hari ketiga itu aku mendapat durian runtuh, sambil ngopi dan menghisap orang, dua PSK itu mengobrol dan menyebut nyebut nama Bobby .. Aaah .. Bobby itukah ? tak yakin .. namun selidik dengar selidik kok nyebut koleksi gambar cewek. Ohooo .. kena batunya .. aku menyingkir dari warung itu dan duduk di dalam mobilku. Ketika kedua PSK itu keluar dari warung aku menyapanya.
“Kemana Non ?” tanyaku dengan menghisap rokoku dan melihat pahanya yang mulus"
“Kemana saja kalo ada yang ngajak .. “ jawab orang yang lebih tinggi bernama Novi dan teman PSKnya bernama Emil.
“Mau ikut Non “ ajakku
“Boleeh .. tapi .. ongkos bang .. nggak bisa gratis “
“Tenang saja Non .. aku mau ajak kalian berdua .. sebagai teman curhat .. “ kataku dengan mengeluarkan uang 200 ribu dan kuberikan kepadanya
“Enak aja segitu .. “ maki Emil
“Please .. aku nggak butuh yang lain .. cuma ngobrol saja .. suntuk Non .. kalo nanti kalian bisa membantuku maka aku akan memberikan bonus, yuuk kutraktir makan makan sekalian“
Kami akhirnya pergi bersama, di dalam mobil kedua cewek itu sangat menggoda, keduanya memamerkan bongkahan dadanya lewat kancing bajunya yang dilepas 2 biji. Emil duduk di depan dan Novi di belakang. Aku mentraktirnya di rumah makan, kedua sangat senang.
“Mong omong .. kalian kenal Bobby .. seperti ini ?” kataku menunjukan foto Bobby padanya
“Betul .. “
“Dimana dia .. aku temannya .. “
“Nggak bisa bang .. soal dia khan katanya dicari orang .. “
Aku membuka netbook dan konek ke internet, kutunjukan siapa diriku, dari profile facebook, webku dan pekerjaanku, bahkan kutunjukan KTP biar menyakinkan mereka
“Buseeet .. kita ketemu seorang hacker .. anakku pernah cerita soal teman kita ini.. “ timpal Emil yang sudah berumur 35 tahun, awalnya menikah dan cerai karena ditinggal suaminya kabur.
“Jika kalian minta bantuan lagi aku bisa menolongnya .. tapi aku berhutang budi sama temanku itu .. “ ibaku dengan sungguh membuat Emil menjadi tersenyum
“Oke deh bang … janji ya .. hmm .. bagaimana kalo kamu kami service “ goda Novi dengan meraba pahaku
“Nggak usah Non .. “ tolakku dengan membiarkan Novi mengelus pahaku, namun aku sempat nakal meremas buah dadanya dan membuat Novi suka. Namun aku menahan diri.
Alhasil akhirnya kedua PSK itu menunjukan tempat Bobby yang berada di sebuah villa pinggiran, aku datang sendirian dan kebetulan Bobby yang menyambutku dengan terkejut
“Hebat .. kemana saja kau ini ? kayak hilang ditelan bumi “ kata Bobby dengan tersenyum.
“Sibuk kerja .. mrogram terus jadi nggak inget ya lain .. “ candaku dengan masuk ke villa itu. Bobby juga tidak membicarakan soal gambar porno, lost nggak ada kecurigaan sama sekali. Aku mau meracun orang ini, eh membiusnya, namun aku tidak mau mengambil resiko, karena nanti keluar penjara aku akan dibalas, jadi aku hanya memberikan informasi saja. Bahkan dengan tanpa diketahui dirinya aku menjepretnya untuk sebagai bukti telah bertemu dengan Bobby.
“Sial nih orang .. gemar main cewek model PSK “ makiku melihat dua PSK datang ke villa, namun dengan halus aku menolak karena sedang tidak enak badan. Jadilah aku akhirnya pamit pulang, beberapa foto dia akhirnya kudapat.
Aku balik ke Jakarta pagi dini hari ketika mereka bertiga mulai pemansan untuk hubungan seksual, dengan sangat senang, kuberitahukan kepada intel temanku untuk menggerebek beberapa villa yang dipakai bobby itu, aku hanya bilang jangan mengejar yang punya villa, bilang saja operasi rutin grebek PSK, jangan bawa polisi banyak .. bawa saja satpol PP.
Aku sampai di rumah Cynthiara Alona pagi hari ketika dia sudah bangun pagi, sangat surprise melihatku datang mengetuk apartementnya yang dipakai untuk menghindari kejaran wartawan.
“Gila .. pagi sekali .. gimana ?” tanya Cynthiara Alona dengan mempersilakan aku masuk.
“Sebentar lagi buruannya akan ketemu denganmu .. pagi ini digerebek di Puncak “ kataku mengejutkan dirinya yang pagi itu menggunakan celana pendek longgar dengan kaos yang menampakkan branya ukuran yang sangat montok, bagaimana cara memintanya ? ah gampang !
Kuminta telpon ke intel temanku yang kebetulan kenal dengan Cynthiara Alona. Positif Bobby tertangkap, sehingga Cynthiara Alona melonjak kegirangan. Namun intel itu bilang kasusnya akan dibuat tidak dikentara kalo itu karena aku datang ke villanya. Setelah menutup hape Cynthiara Alona langsung berujar padaku
“Berapa aku harus membayarmu ?” tanya Cynthiara Alona yang duduk di dekatku dan bau parfumnya menusuk hidungku
“Nggak usah .. sama teman kok .. “ tolaku dengan menghembuskan asap rokokku
“Please “ desak Cynthiara Alona
“Nggak ada deh .. tapi ya kalo boleh .. nggak liat yang photoan .. maunya yang asli “ kataku memutar
“Maksudmu ?”
“Aku ingin melihatmu tanpa kufoto .. tapi yang polos “ kataku dengan bercanda
“Apaaaaaaaaaaaaaaaaa ?” kata Cynthiara Alona dengan kaget, namun kemudian menyadari dengan cepat. Dipandangnya aku dengan seksama
“Maumu apa ?”
“Aku ingin melihatmu tanpa busana secara langsung … semua jerih upayaku setidaknya bisa membuat titik terang keinginanmu .. aku berkorban waktu, uang dan taruhan nyawa mencari dia“
“Oke Han … oke .. baiklah jika kamu ingin melihatku telanjang “ ujar Cynthiara Alona dengan tersenyum lalu membuka kaosnya, branya warna hitam itu seperti terlalu kecil untuk menyangga buah dadanya. Habis itu Cynthiara Alona membuka celana pendek dan terlihat cd-nya warna putih tipis. Aku menjadi sangat ngaceng melihat kesintalan cewek ini. Sehingga aku menjadi bernafsu dan kupeluk, ketika kupeluk Cynthiara Alona mencegahku
“Katanya cuma pengin lihat ?” sergah Cynthiara Alona dengan menepis tanganku
“Aku ngaceng “ celotehku dengan mengelus selakanganku yang menggunakan celana panjang, melihat selakanganku yang membesar itu Cynthiara Alona sampai melotot. Aku kembali memeluknya dan menghujani ciuman di bibirnya, Cynthiara Alona menolak dan mencegahku
“Haaaaaan .. please .. “sergah Cynthiara Alona dengan sekuatnya, namun aku terus saja menciumi dan mengunci tangannya, ketika aku memeluknya, lenganku nemplok di buah dadanya, aku semakin kalap dan menindihnya, kukulum bibirnya yang menolak itu
“Please .. kau hanya bisa bayar dengan cara ini, Cyn .. “ kataku dengan menekan tanganku lebih kuat, Cynthiara Alona tidak melawan lagi, pelan pelan ciuman bibirku disambut
“Tak kusangka Han .. kau jahat sekali minta bayaran dengan tubuhku .. “ maki Cynthiara Alona
“Aku sudah ngocok dua kali karena kamu .. gimana ?”
“Salahmu “ ledek Cynthiara Alona dengan tertawa
Kulepas kuncian tanganku dan aku kembali menindihnya lebih erat dan menghujani dengan ciuman dan lumatan, Cynthiara Alona membalas pagutan itu
“Haaaaaaan .. hhhhhhsssssss …. aaaah “ lenguh Cynthiara Alona ketika aku mendaratkan banyak pagutan dan lumatan itu, kuelus elus vaginanya yang masih menggunakan celana dalam itu, tanganku masuk lewat celahnya dan mengelus vaginanya, tanpa bulu sama sekali. Uuuuh .. terasa nikmat sekali rasanya bisa mengelus vagina Cynthiara Alona
Cynthiara Alona kini sudah dalam genggamanku ketika dirinya balas memelukku dan melawan lumatanku. Ditahannya kepalaku
“Aku pengin lihat seberapa besar penismu itu .. “ sergah Cynthiara Alona dengan tersenyum menggodaku
Aku lalu beringsut mundur dan menarik resluting celanaku, lalu kupelorotkan kemudian aku membuka celana dalamku, membuat Cynthiara Alona menjadi tersenyum
“Besar sekali Han .. hhhhmmmm “ pekik Cynthiara Alona dengan menggenggam penisku dan mengelusnya
“Nikmati saja Cyn .. “ kataku singkat mencari kaitan BHnya dan kulepaskan, tali branya yang dipundaknya itu dipelorotkan sendiri oleh Cynthiara Alona sehingga kini bongkahan buah dada itu tersaji di depanku dan siap kunikmati
“Haaaaaan .. aku tahu kamu suka melirikku .. tapi aku tak mengira kamu benar benar pengin bercinta denganku, tak apalah Han .. anggak saja ini bayar hutangku “ kata Cynthiara Alona dengan mengocok penisku berulang ulang, aku ganti membalas dengan meremas buah dadanya, membuat Cynthiara Alona menjadi gemas
“Huuuuuuuh .. kamu suka sama susuku ya Han … nikmati saja “ ledek Cynthiara Alona dengan tersenyum menggodaku, percintaan di pagi hari ini tidak menghambat kami berkeringat, apalagi ac masih hidup mengalir di apartement itu.
Aku kembali menindihnya dan melumat bibirnya dengan rakus, kususuri dari bibirnya menjilat kemudian menuju ke buah dadanya, kusampirkan rambutnya yang panjang itu, desakan penisku ingin cepat cepat menyetubuhi artis ini tak terbendung lagi. Nafas kami saling memburu, kami berdua sudah termakan birahi di sofa itu.
“Haaaaaaan ..aaaaaaaaah …. hhhhsss .. kulum puntingku “ perintah Cynthiara Alona dengan menekan kepalaku. Punting warna kecoklatan itu kumasukan dalam mulutku dan kusedot sedot sekuatku, aku sangat bernafsu untuk menggmuli model play boy ini. Gerak gemulai bak cacing kepanasan dari tubuh seksi dara aceh ini membuatku menjadi tertahan untuk tidak buru buru menyetubuhinya. Kutarik badanku dan kulepas pakaianku semua sampai telanjang bulat. Cynthiara Alona hanya tersneyum sana menggodaku
“Aku bersedia menjadi pacarmu .. tak perduli kamu pernah buka bugil di internet atau majalah “ kataku dengan menatapnya
“Aaaaaaaah .. kamu hanya mau tubuhku .. palingan kamu pengin bersetubuh denganku terus khan ?” tanya Cynthiara Alona dengan menyelidik
“Kalo gitu kita nggak perlu pacaran .. kita akan bersetubuh jika kita menginginkan .. kamu pasti akan ketagihan padaku .. lihat Cyn .. penisku ini akan selalu membuatmu rindu ingin mencicipi .. silakan kulum penisku, sayang” ajakku dengan mesra membuat Cynthiara Alona lalu bangun dan memegang penisku.
“Rasakan jilatan dan kulumanku, sayang .. hhhhmmm .. iya .. penis sebesar begini seperti punya orang bule” timpal Cynthiara Alona dengan menjilati batangku dengan rakus, dimasukan penisku ke dalam mulutnya yang sesak itu, di dalam penisku dipermainkan dengan lidahnya, posisi Cynthiara Alona membungkuk dan aku memberikan rangsangan dengan mengelus elus punggungnya, sesekali tanganku turun dan meremas buah dadanya yang besar itu, setiap kuremas, Cynthiara Alona melenguh
“hhhhhhhhhmmmmmmmmmm …. aaaaaaaaaaaaaauch “ lenguh Cynthiara Alona yang penuh dengan penisku,penisku keluar masukan dalam mulutnya, sesekali dipandangnya dengan seksama dan kemudian dimasukan lagi, berulang ulang Cynthiara Alona mengulum penisku sehingga batangku menjadi mengkilap basah dengan air liurnya.
“Terus Cyn .. oooooh .. kamu memang cewek oke “ pujiku dengan meremas pantat Cynthiara Alona dengan gemas membuat dirinya menggerakan pantatnya tak tahan remasanku.
Ditariknya batangku dan dikeluarkan dari mulutnya, lalu merebahkan diri dengan menantang, dibukanya celana dalamnya lalu dilemparkan ke meja sofa lalu mengangkang dengan sangat menantang, vaginanya membasah terangsang birahi
“Lakukan Han .. kamu bebas menyetubuhiku .. mau keluar di luar atau di dalam sama saja “ ujar Cynthiara Alona dengan tersenyum, aku kembali menindihnya dan menyerbu bibirnya, kami kembali bertarung dengan saling melumat dan memilin, sofa itu terlalu sempit bagi kami, aku mendorong meja sofa itu lebih jauh, apalagi salah satu kaki kami menjejak ke lantai, aku menariknya agar keluar dari sofa itu, kami kemudian bergumul lagi dengan saling memeluk di lantai. Nafas kami saling memburu, Cynthiara Alona kini menjadi betina yang lapar akan kehausan seks, Cynthiara Alona menjadi tak terkendali, dengan sangat bernafsu menyerangku dengan memelukku erat, melumat bibirku dan meremas batangku dengan gemas.
Tak berapa lama kemudian kami yang bergumul di lantai dengan penuh nafsu semakin panas saja, Cynthiara Alona mendesakku dengan menggulingkan tubuh kami lewat jepitan kedua kakinya di pinggangku. Dengan ganas Cynthiara Alona meyerangku melakukan lumatan demi lumatan. Tak terasa kami sudah basah termakan keringat birahi, dengan sangat rakus kami mencecap birahi penuh dengan kenikmatan.
“Haaaaan .. pindah ke atas .. kita lakukan enam sembilan “ ajak Cynthiara Alona dengan menahan lumatannya pada bibirku, tanganku sendiri malah memegang buah dadanya
“Please … nih remes dulu biar kamu suka .. “ ujar Cynthiara Alona dengan menurunkan dadanya sehingga aku semakin dekat mempermainkan buah dadanya, kukulum puntingnya yang lancip itu, kusedot dalam mulutku
“Terus Han .. satunya ngiri tuh .. “ pekik Cynthiara Alona dengan menekan dadaku dengan tangan kanannya, sedang tangan kirinya ke belakang memegang batangku yang menempel di belahan pantatnya. Aku mengulum punting yang belum pernah menyusui itu, terasa beda dengan punting para artis yang pernah menyusui, namun secara umum aku memang menyukai punting artis yang pernah punya anak. Aku mengulum punting sebelah kanan Cynthiara Alona sedang buah dada sebelah kiri aku remas remas dengan tanganku, nikmat sekali bisa mendapatkan Cynthiara Alona dengan gratis.
Aku menyudahi kulumanku, Cynthiara Alona beranjak dari duduk di atas selakanganku, lalu menarik tanganku untuk duduk, aku menurut saja perintah Cynthiara Alona
“Kamu duduk aja … please .. enam sembilan dengan cara aku akan mengulum penismu .. kamu sandaran please” ajak Cynthiara Alona dengan tersenyum nakal, nafsunya menggelegak melihat penisku mengacung sangat tegak itu, Cynthiara Alona kemudian naik ke sofa dan duduk di sampingku, lalu membungkuk, kedua kakinya diputar lalu kaki kaknannya naik ke atas kepalaku lalu ditopangkan ke pundakku ke bahuku, kemudian kaki kirinya di pundak sebelahku, jadi posisi Cynthiara Alona kini berpangku padaku dengan kaki menjulang ke atas menjepit leherku, sedang kepalanya tepat di atas batangku dan hendak mengulum penisku, selakangan Cynthiara Alona dipaskan pada mulutku agar aku bisa mencumbu vaginanya, buset nih cewek .. fantasi seksnya berbeda.
“Han .. oral vaginaku .. aku oral penismu .. “ ujar Cynthiara Alona yang kini berjungkir di atas ditubuhku, aku mencoba rileks dengan bersandar, bau khas vagina menyerang hidungku. Vagina tanpa jembut itu terasa beda sekali, aku lalu menjilati dengan lidahku vagina milik Cynthiara Alona, sedang Cynthiara Alona sendiri menjilati batangku dengan rakus dan belum dimasukan ke dalam mulutnya, tanganny bertopang ditekuk di sofa. Dengan ganas aku langsung menyerbu vagina milik Cynthiara Alona.
“Haaaaaaaan ..uuuuuh .. enaaaaaaak .. “ pekik Cynthiara Alona dengan menjilati batangku berulang ulang seperti es krim yang manis, tanganku sendiri menyelusup ke balik badannya dan mendapatkan keempukan buah dada Cynthiara Alona dan kuremas, Cynthiara Alona kini dengan menaikan kepalanya sehingga batangku langsung ditelannya dalam mulut, terasa enak sekali aku mendapatkan layanan oral dengan cara yang beda ini. Labia mayoranya yang membasah itu aku kuliti dengan lidah dan bibirku, kusedot vaginanya itu dan membuat Cynthiara Alona menggelinjangkan kakinya. Rambutnya sampai tergerai di pahaku
Serbuan mulutnya yang mengulum batangku keluar masuk, dengan cekatan penisku dipegangnya untuk mengontrol penisku agar tidak lepas dari mulutnya.
“Penismu enak sekali Han .. gedeee “ timpal Cynthiara Alona dengan tertawa renyah lalu kembali memasukan batangku dan digoyang dengan lidahnya, penisku keluar masuk mulutnya, kemudian dikocok dengan cepat dan keras membuat aku bertahan untuk mengerjai vaginanya, kutahan rasa sakit kocokan Cynthiara Alona itu, aku langsung kembali mencumbu vaginanya, memperbesar lubangnya yang sempit itu, kulebarkan dengan lidahku sisi kiri bibir vaginanya, kemudian sisi kanannya berulang ulang, bahkan tanganku ikut nakal mengorek vagina milik model play boy itu.
“Aaaaaaaaaaaaaaaaaaauhh … sayaaaaaang ……aaaaah .. teruuuusss .. enaaak aaah “ seru Cynthiara Alona dengan menahan jilatan pada penisku
Kami terus saling oral mengoral alat kelamin kami berlawanan, tak terasa kami semakin terbakar nafsu, menit demi menit kami saling mengoral dan mencumbu, tanganku tetap meremas dan mempermainkan puntingnya yang lancip itu, sedang tanganku yang menganggur naik meremas pantat Cynthiara Alona dengan gemas
“Uuuuuh .. nakal sekali .. semua punyaku dikerjai .. Han .. aku sukaaa .. aaaaaaaaaah .. enak sekali .. remas susu dan pantatku teruuus “ teriak Cynthiara Alona dengan keras, dengan penuh nafsu penisku di dalam mulutnya disedot sekuatnya, aku sampai berhenti merasakan sedotan mulut Cynthiara Alona pada penisku.
“Cyn .. aaaaaaaaaah .. enaaaaaaaak .. oral teruuus “ kataku tak kalah dengan nafsu menyedot vagina Cynthiara Alona dengan keras, gantian Cynthiara Alona menahan kuluman pada penisku
“Gilaaaaaaaa aaaaaaaaaah .. kalo tiap hari diginiin … “ ujar Cynthiara Alona dengan melenguh tak karuan, badannya dari atas sampai pundak menggelinjang merasakan oralku, lubang vaginanya melebar seiring dengan oralku, klitorisnya aku sentil sentil dengan lidahku kemudian aku menyedotnya dengan bibirku membuat Cynthiara Alona menjadi tak tahan
“Aaaaaaaaaaaaauuuuh …hhhhhhhssssssssssssssssss.. “ lenguh dan rintih Cynthiara Alona dengan suara yang merangsangku.
“Teruss oraaal “ ajakku
“Gimana bisa .. sedotanmu terasa sekali … enak banget tadi ulangi deeh “ pinta Cynthiara Alona dengan gemas memalingkan mukanya ke atas untuk melihatku mengoral lagi namun terhalang tanganku yang meremas pantat Cynthiara Alona itu. Tak teras sudah sepuluh menit lebih kami saling berposisi mengoral, tanda tanda tak kuat Cynthiara Alona semakin kelihatan dengan memejamkan matanya dengan erat merasakan sedotanku di klitorisnya.
“uuuuuuuuuuh .. aku nggak tahaaan aaah “
“Cuuut … “ panggilku dengan nama panggilan khas Aceh
“Yaaaaaaa” jawabnya dengan serak
“Boleh tiap hari begini ?” tanyaku dengan kembali menjilati vaginanya yang semakin basah dan memerah itu
“Why not ?”
“Oh My God .. “ jawabku dengan tersenyum dan langsung menyedot klitorisnya lagi
“Ooooooooh Noooooooooooo …aaaaaaaaah .. tidaaaaaaak … aaaaauuuh .. enaaaaaaak .. teruuus .. lanjut .. oral .. oraaaal “ teriak Cynthiara Alona dengan suara yang tidak masuk akal, aku tak tahu apa kata tidak atau no tadi. benar benar aneh cewek ini
Jepitan kakinya semakin erat, aku merasa Cynthiara Alona hendak mencapai orgasme akibat permainan oralku yang semakin nafsu mengejar vaginanya itu, kusedot terus dan membuat Cynthiara Alona merapatkan kakinya lagi
“Haaaaaaaaaaan .. Ya Tuhaaaaaaan .. aku mau sampaaai “ pekik Cynthiara Alona dengan menggelinjangkan badannya, aku kembali menjilati dan menempelkan bibirku dan menyedotnya
“Aaaaaaaaaakuuuu aaaaaaaaah sampaaaaaaaaai “ teriak Cynthiara Alona dengan suara keras dan badannya menegang dengan cepat, dari vaginanya mengucur cairan bening dan merembes ke bawah sampai di buah dadanya, badannya kemudian berkelonjotan. Kubiarkan dengan meremas buah dadanya yang basah itu dan serta pantatnya aku remas remas. Kubiarkan tubuh itu melemas tanpa tulang dengan menelungkupkan wajahnay di atas penisku, nafasku memburu sangat cepat, aku lalu mencoba rileks dengan melebarkan jepitan kakinya itu agar tidak membuat nafasku sesak. Kuserongkan badannya dan kujatuhkan ke sofa, Cynthiara Alona kini bersandar kepala di atas penisku yang menempel di telinga sebelah kirinya.
“Trim Han .. sudah lama aku nggak ginian .. enak sekali Han .. hhhhmmm . kamu mau khan kalo aku minta ngeseks sama kamu .. “ tanya Cynthiara Alona dengan membuka matanya
“Why not “ jawabku dengan singkat
“Oke Han .. oke .. nanti kita lakukan penuh kemesraan .. tak kukira Han .. dulu kamu orangnya polos, kini ternyata sudah jago naklukin cewek .. kamu sama siapa suka ngeseks Han, pacarmu ya ?” selidik Cynthiara Alona dengan tersenyum lalu bangun dan duduk di sampingku
“Pacar aja deh .. “ jawabku dengan canda
“pastilah pacarmu ketagihan kamu ewe .. aku sendiri juga makin ketagihan sama permainanmu tadi .. sini penismu .. aku masukin vaginaku yaaa .. “
“Oke Cut Cynthiara .. “ jawabku dengan memegang pinggang Cynthiara Alona yang hendak mendudukiku, kedua kaki Cynthiara Alona melebar lalu penisku dipegangnya lalu ditusukan ke belahan vaginanya yang merekah itu.
“Pelan pelan ya Han .. akan terasa sesak dalam lubangku . maklum sudah lama nggak dimasukin penis.. tapi kalo ini penis besar yang akan masuk dalam vaginaku .. duuuh .. sangat beruntung sekali aku pagi ini, ada orang mau menolongku eeh .. malah dikasih bonus seks .. siapa wanita nggak suka “ ujar Cynthiara Alona dengan menciumi pipi kanan kiri lalu menekan selakangannya pada penisku, penisku mulai menerobos dengan mantap, pelan pelan penisku masuk pada kepala penisku dan tertahan karena sesak
“Ohh .. no no no … besar sekali .. the biggest of penis Han “ pekik Cynthiara Alona dengan meringgis kesakitan ketika penisku mili demi mili tergerus lubang vagina milik Cynthiara Alona yang sempit itu. Namun Cynthiara Alona seakan lapar karena lama tidak disetubuhi sehingga memaksakan diri untuk memasukan batangku lebih dalam, aku sendiri sangat kesakitan jika penisku dipaksa harus tenggelam, aku mengelus elus paha Cynthiara Alona untuk memberikan rangsangan, kedua tangan Cynthiara Alona menopang ke pundaku.
“Auuuuuh Han .. sakit sekali .. tahaaan yaaa “ tukas Cynthiara Alona dengan berhenti dan membuka matanya sambil geleng geleng kepala lalu tersenyum padaku
“Gimana ?” tanyaku dengan tetap memberikan rangsangan ke pahanya naik ke pantatnya lalu meremasnya dengan pelan, kemudian tanganku naik sampai punggungnya dan mengelus elus terus
“Hhhhssss .. besar sekali .. hhhmmm .. kamu kudu wajib giniina aku, sayaaang “ ujar Cynthiara Alona dengan menekan kembali setelah menarik nafas berulang ulang, penisku kembali tenggelam ke bawah, mili demi mili penisku bergerak masuk ke dalam vagina Cynthiara Alona
Tak terasa kami berjuang sangat lama untuk menenggelamkan penisku lebih dalam lagi, kami berjuang dengan susah payah penuh keringat bercucuran.
“Aduuuh Haaaaaaaaan .. sakit aaah .. “ pekik Cynthiara Alona ketika menekan dengan tenaga besar
“Tarik dulu, sayaaang .. Cut .. jangan tergesa gesa .. tarik tekan tarik tekan “
“Huuuuh … oke deeeh “ ujar Cynthiara Alona dengan mengikuti saranku, lalu naik turun dengan pelan dan mulai ada hasil, entah kenapa ketika merasa mampu ditekannya selakangan Cynthiara Alona dengan keras membuat penisku amblas sampai mentok membuat kami berdua terpekik bersamaan, Cynthiara Alona sampai mendongak ke belakang dan langsung kupeluk
“Haaaaaaaaaaaaaaaaaaaiiiiiiiiiiiiiiiiiih ………. aaaaaaaaaauuuuuuuuuuu “ pekik kami berdua, bagian atas vagina Cynthiara Alona menggelembung karena penisku yang besar itu, lalu dengan menguasai badannya kemudian memelukku erat dan menghujani ciuman di ipi kananku serta mengecup, tak lama kemudian menarik badannya dan berhadapan denganku
“Genjot ya “ kata Cynthiara Alona dengan yakin lalu bergerak naik dengan pelan, aku merasa batangku dijepit luar biasa di dalam vagina Cynthiara Alona.
Gerakan naik turun Cynthiara Alona semakin lancar, penisku awalnya seret setelah berulang ulang Cynthiara Alona bergerak naik turun menjadi lancar, bunyi keciplak alat kelamin kami semakin keras.
“Haaan .. ahhhha .. hhhh ..aaaaah .. sayaaaang teruuus .. aayooo “ ajak Cynthiara Alona yang bergerak naik turun di atas selakangaku, buah dadanya ikut bergerak seiring goyangannya.
“Iyaaa sayaaang .. ayo Cyn ..teruuus .. lebih cepatan “ ajakku
Cynthiara Alona bergerak dengan lebih cepat, batangku keluar masuk semakin lancar, setiap mentok ke dinding terdalam vaginanya Cynthiara Alona menjerit berulang ulang, matanya dipejamkan menikmati hujaman penisku keluar masuk, pantatnya aku remas remas sekalian mengontrol genjotan Cynthiara Alona
Sudah lima menit kami saling memacu dengan posisi duduk itu. Aku meladeni genjotan Cynthiara Alona dengan tak kalah cepat
“ganti gaya Han .. ganti “ pekik Cynthiara Alona dengan berhenti lalu menarik selakangannya, dengan paksa batangku dilepas dengan disertai pekikan kecil, habis itu Cynthiara Alona langsung menungging di sofa sebelahku memberikan vagianya, aku langsung berubah arah di belakang Cynthiara Alona lalu menusukan batangku, dengan mantap kumasukan batangku dengan pelan namun tenaga besar, kutarik dan kutekan lagi sampai akhirnya amblas disertai teriakan Cynthiara Alona
“Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaauuuuuuuh “ erang Cynthiara Alona merasakan batangku amblas sampai mentok, aku langsung menggenjotnya maju mundur, terasa sekali batangku diremas dengan hebat, habis itu aku berhenti dan menarik batangku lalu kukocok, melihatku mengocok sendiri Cynthiara Alona langsung berubah posisi dan memegang tanganku
“Kok dikocok ?” tanya Cynthiara Alona
“Aku mau muncrat .. kalo nggak dikocok lama .. aku ingin menyemprot vaginamu dengan spermaku “ kataku dengan cepat mengocok, tak berapa lama kemudian Cynthiara Alona yang menahan tanganku lalu mengambil kendali mengocok batangku dengan cepat, habis mengocok memasukan batangku ke dalam mulutnya di sedot sedot sekuatku, habis itu dikeluarkan dan dikocok kocok dengan sangat lama
“Sudaah aaah .. kamu berebah “ perintahku dengan mendorong Cynthiara Alona, dirinya langsung mengangkang dan memamerkan vaginanya.
Aku kemudian menusukan batangku dengan segera, pelan pelan kutusukan dan masuk dengan lancar, kutekan terus sampai mentok, aku langsung menggenjotnya maju mundur, Cynthiara Alona sampai menjerit jerit ketika aku menggenjot dengan sangat cepat
“Aduuuuuuuh .. Han ..aaaah ….aaaauh ..aaaah “ jerit Cynthiara Alona ketika dengan penuh nafsu menggejotnya dan meremas buah dadanya.
Aku terus bergerak dan sudah lebih lima menit menggejotnya, aku sudah tidak tahan lagi
“Sayaaang ..aaaah … aku mau sampaaai “ jerit Cynthiara Alona dengan memejamkan matanya keenakan
“Samaaa “
“Yang keraasss “ teriak Cynthiara Alona
Aku lalu menggenjotnya lebih keras berulang ulang, jepitan vaginanya semakin sempit, mata Cynthiara Alona membuka lalu melotot ketika dengan kasar aku menghujamkan batangku.
“Nggak tahaaan aaah “ pekik Cynthiara Alona dengan merapatkan jepitan kakinya, aku menghujam lagi dan Cynthiara Alona meronta ronta mendapatkan orgasme, tangannya yang memegang lenganku mencakar dengan kuat, penisku masih menghujam keluar masuk, tubuh Cynthiara Alona menegang dengan mata mendelik dan memuncratkan cairan orgasmenya membasahi penisku dengan keras. Cynthiara Alona menegang dengan cukup lama, kali ini cairan orgasmenya ambrol dengan sangat banyak membasahi sofa.
Aku juga hendak mencapai orgasme dengan menggenjot dengan kuat dan cepat, aku memejamkan mataku dengan erat
“Akuuuu .. sudaaaaaaaaaaah “ lenguhku dengan menembakkan air maniku ke rahim Cynthiara Alona dengan menegang kaku
“Craaaaaaaat .. craaaaaaaaaaat .. craaaaaaaat .. craaaaaaaaaaaaat “ lebih dari tujuh kali aku menyemprotkan air maniku sampai meleleh keluar, aku tak kuat lagi dan ambruk ke depan menindih Cynthiara Alona, aku menjadi lemas dengan cepat dalam pelukan Cynthiara Alona, kedua tangan Cynthiara Alona memelukku erat. Kami berdua diam kemudian merasakan sisa sisa orgasme, di selakangan kami terasa sangat basah cairan orgasme kami. Kupeluk Cynthiara Alona dengan erat dan memberikan ciuman di lehernya
Tak berapa lama kemudian Cynthiara Alona menekan ke dadaku dan mendorongku
“Bangun deeh aah “ sungut Cynthiara Alona, aku lalu bangun dan menarik batangku, terlihat ceceran air mani sangat banyak, ketika batangku kucabut itu dari vagina Cynthiara Alona menetes banyak sekali spermaku, Cynthiara Alona yang melihat sendiri vaginanya sampai melotot dan bahkan sampai bibirnya bergetar dan sulit mengucapkan kata katanya, baru setelah menghela nafas bisa berujar
Namaku Marni, aku berumur 30 tahun, suamiku bernama Ferry, berumur 35
tahun, dia bekerja sebagai tenaga ahli pada sebuah perusahaan pengeboran
minyak lepas pantai. Kebanyakan waktu kerjanya berada di atas Riq,
yaitu suatu tempat yang dibangun di tengah laut, untuk pengeboran
mencari sumber minyak baru. Waktu kerjanya adalah 2 minggu di atas Riq,
diikuti 1 minggu cuti di darat, demikian berkelanjutan. Sehingga kalau
Mas Ferry sedang bertugas, maka aku tinggal sendirian di rumah ditemani
oleh pembantu kami, Mbok Minah yang telah berumur 55 tahun dan telah
mengikuti kami sejak kami menikah, serta seekor anjing herder jantan
besar dan galak sebagai penjaga rumah. Anjing herder ini diberikan oleh
seorang expatriate yang berasal dari Italy, yang telah kembali ke
negerinya karena telah habis kontrak. Pada waktu bertugas di Indonesia,
expatriate Italy tersebut tinggal di rumah besar kontrakannya di daerah
Cipete berdua dengan istrinya yang berumur 27 tahun. Istrinya mempunyai
tubuh yang sangat seksi dan aku telah mengenalnya cukup akrab, karena
setiap suami-suami kita sedang bertugas, kami sering saling mengunjungi
untuk berbagi waktu.
-----2-----
Pengalamanku yang berhubungan dengan lelaki, tidak terlalu banyak dan sebelum bertemu dengan Mas Ferry, aku tidak terlalu banyak bergaul dengan lelaki lain, karena biarpun aku termasuk wanita yang berparas cantik dengan badan yang menurut teman-teman dekatku termasuk seksi, akan tetapi entah mengapa, setiap kali ada cowok yang bermaksud lebih dari sekedar teman, aku langsung mengambil jarak. Aku tidak tahu bagaimana mula-mula bisa dekat dengan Mas Ferry yang kebetulan adalah teman abangku, biarpun memang setiap kali Mas Ferry tidak bertugas di Riq, dia selalu bermain di rumahku, tapi toh hubungan kami biasa-biasa saja. Hanya saja tiba-tiba sekitar 5 tahun lalu, Mas Ferry mengemukakan maksudnya untuk menikahiku kepada kedua orang tuaku dan entah karena bujukan orang tua dan kakakku, ataupun karena memang aku juga telah menaruh simpati kepada Mas Ferry selama ini, akhirnya aku menyetujui dan kami segera melangsungkan pernikahan kami. Pada waktu malam pertama kami itu, aku mulai tahu bagaimana enaknya hubungan kelamin antara pria dan wanita, setelah selesai resepsi pernikahanku.
-----2-----
Kuingat pada hari itu setelah selesai resepsi pernikahan kami, yang dilakukan pada siang hari, kami berdua beserta rombongan keluarga kembali ke rumah baru kami. Rombongan keluarga kami, pada jam 8 malam kembali ke rumah mereka masing-masing, sehingga akhirnya aku dan Mas Ferry hanya tinggal berdua saja di rumah kami itu. Pada saat itu Mbok Minah, pembantu rumah kami itu belum ada, karena kupikir apa-apa di rumah dapat dikerjakan sendiri. Aku mandi duluan sebab badanku sudah merasa gerah setelah seharian sibuk dengan acara pesta yang padat itu.
-----2-----
Setelah selesai mandi dengan mengenakan daster, aku duduk di ruang keluarga sambil menonton TV. Kemudian Mas Ferry yang pada saat itu hanya bercelana pendek, kusuruh mandi. Mas Ferry untuk ukuran umum dapat dikatakan termasuk tampan. Warna kulitnya agak gelap kehitaman, pada wajahnya ada tumbuh rambut halus di dagu dan dadanya cukup bidang dengan tinggi badan berkisar 175 cm, otot-ototnya menonjol kuat.
-----2-----
Setelah selesai mandi Mas Ferry dengan santai duduk di sebelahku sambil ikut mengawasi televisi yang remotenya masih di tanganku, "Mar, apakah kamu capai?" tanya Mas Ferry. "Tidak Mas, memangnya ada apa?" jawabku lugu, karena memang aku sesungguhnya tidak menyadari apa yang seharusnya dilakukan oleh sepasang pengantin baru. Rupanya Mas Ferry yang telah sangat bernafsu, mendengar jawabanku itu, tanpa ba bi Bu segera menarik badanku dan membekapku erat-erat dan sebelum aku menyadari benar apa yang sedang terjadi, kedua tangan Mas Ferry dengan cepat segera menguak dasterku dan sekalian ditariknya lepas BH-ku sehingga kedua buah dadaku yang ranum segera seolah-olah melompat keluar. Mas Ferry terpesona melihat bentuk buah dadaku yang indah, yang warna kuning langsat dengan bulatan kecil coklat tua kemerahan, serta puting kecil menantang di ujungnya.
-----2-----
Aku mula-mula mencoba memberontak, akan tetapi aku segera sadar bahwa sekarang aku adalah istri dari Mas Ferry. Badanku segera dipeluknya dan disandarkan pada sandaran sofa, mulutnya langsung menuju puting susuku, kurasakan lidahnya lincah bergerak menjilat-jilat puting susuku, menimbulkan suatu perasaan aneh, geli yang tidak dapat kulukiskan, yang menjalar keseluruhan badanku. Hal ini membuat aliran darahku bertambah cepat dan badanku tiba-tiba merasa panas, puting susuku terasa semakin mengeras, sesekali kurasakan gigitan kecil gigi Mas Ferry menggores putingku. Pada bagian perutku kurasakan ada benda yang membonggol besar mendesak dan menekan hebat. Bibirku juga tak luput dari lumatannya, terasa habis dilumat bibirku, sampai aku tak bisa bernafas, aku mulai berkeringat dan tiba-tiba tangan kanannya mulai meluncur ke bawah menuju ke arah kemaluanku yang masih tertutup dengan CD, diselipkan tangannya di antara pahaku. Aku agak terkejut, sehingga otomatis kedua pahaku kututup rapat-rapat dan kedua tanganku memeluk Mas Ferry erat-erat, Mas Ferry semakin gencar saja melakukan aktivitasnya, kemudian ditarik dasterku sampai terlepas dan perlahan-lahan celana dalamku dilucuti juga sambil tersenyum.
-----2-----
Setelah itu dengan sigap direnggangkannya kedua pahaku, sehingga dengan leluasa Mas Ferry dapat melihat kemaluanku yang padat dengan bulu hitam keriting, tangannya mengocek kemaluanku yang sudah agak basah itu dengan halus, kemudian dimasukkannya jari tengah perlahan-lahan ke dalam lubang kemaluanku, sedangkan ibu jari dan jari jempolnya menekan bibir-bibir kemaluanku, membuka jalan dengan meminggirkan rambut kemaluanku. Klitorisku terasa kaku, sambil jari-jarinya bermain-main di kemaluanku, mulutnya menjilat dan menyedot buah dadaku sampai aku kegelian dan tiba-tiba dia berhenti menyedot buah dadaku dan badannya melongsor ke lantai dan kini Mas Ferry jongkok diantara kedua pahaku, yang dengan perlahan-lahan dikuakkan, sehingga terbuka dan kepalanya dimajukan kearah pangkal pahaku dan kurasakan mulutnya sudah menempel pada kemaluanku.
-----2-----
Merasakan lidahnya yang basah dan hembusan nafasnya pada pangkal pahaku membuatku menggelinjang kegelian, lebih-lebih ketika kurasakan lidahnya menyapu bersih ruang dalam kemaluanku yang telah basah itu, sambil tangan kanannya ikut membantu memainkan klitorisku. "Aaagghh.. Maass.. aduuh..
" aku mengerang-erang dan mengeliat-geliat kegelian, tapi dia tidak mempedulikannya, diteruskan aktivitasnya mempermainkan klitorisku.
-----2-----
Selang sesaat, aku disuruhnya duduk di lantai, diantara kedua kaki Mas Ferry yang duduk di atas sofa dan aku sangat kaget melihat benda bulat besar yang terletak diantara kedua paha Mas Ferry yang tegak menghadap ke atas, batang kemaluan Mas Ferry sungguh dahsyat, seperti batang kemaluan pemain blue film yang pernah dahulu satu kali kulihat di video yang diputar di rumah seorang teman wanitaku. Panjangnya kurang lebih 17 cm dengan kepalanya batang kemaluannya bulat besar seperti topi baja tentara dan batang batang kemaluannya berdiameter 3 cm, dilingkari oleh urat-urat yang menonjol. Mas Ferry hanya tersenyum saat melihat mataku yang terbelalak itu, sambil memegang batang kejantanannya dan digerak-gerakkan dengan tangannya, dia mengambil tanganku dan disuruhnya aku memegang batang kemaluannya. Alamak.. tanganku tak cukup melingkar pada batang kemaluannya yang besar dan panjang itu. Dalam posisi Mas Ferry duduk seperti itu, batang kemaluannya memanjang di atas perutnya sampai mencapai pusarnya. Aku merinding dan takut juga melihatnya benda panjang, bulat berwarna hitam mengkilap mendongak seperti belut besar itu.
-----2-----
Tanpa sadar badanku menggelinjang dan terasa ngilu pada perut bagian bawahku, membayangkan benda tersebut menerobos masuk ke dalam liang kewanitaanku yang kecil dan masih sempit itu. "Kenapa kok diplototin seperti itu
" tanyanya. "Eh.. aku heran kok, kayak gini besarnya ya? apa cukup nggak ya ini masuk ke dalam punyaku nanti?" jawabku sambil tetap memegangnya. Belum selesai aku melanjutkan omonganku, ditekan kepalaku ke arah perutnya dan disorongkan ujung batang kemaluannya ke mulutku, dan.. eehmm, mulutku tak muat menampung semua batang kemaluannya ke dalam. Kurasakan aneh juga seperti sedang mengulum es cream horn saja, aku mencoba melakukan seperti apa yang pernah kulihat pada VCD porno itu, aku mencoba memainkan lidahku dan mulutku maju mundur, sehingga batang kemaluannya menyembul tenggelam dalam mulutku. Tangannya juga tidak tinggal diam menggapai semua bagian tubuhku yang sensitif, sehingga aku semakin terangsang.
-----2-----
Aku mencoba menjilat-jilat pula buah zakarnya, pada ujung batang kemaluannya, kurasakan ada cairan bening sedikit cukup manis dan agak asin terus kuhisap sambil mencoba memasukkan kepala batang kemaluan Mas Ferry ke dalam mulutku, sampai mulutku tak mampu lagi menahan besarnya batang kemaluan Mas Ferry itu.
-----2-----
Setelah puas aku mencium batang kemaluannya dan mengisap-isap kepala batang kemaluannya, sampai mulutku terasa capek, kemudian.. "Mar, coba kamu tengkurap di pinggir sofa dan pegangi ujung sofa itu", perintahnya. Aku tidak mengerti maunya Mas Ferry, tapi kulakukan saja perintahnya, badanku setengah tengkurap di sofa dan kedua lututku berlutut di lantai sehingga pantatku terbuka, agak menungging ke atas. Tiba-tiba kurasakan batang kemaluan Mas Ferry dipukul-pukulkan pada pantatku sehingga aku kegelian, kemudian Mas Ferry menempatkan kepala batang kemaluannya menempel pada bibir kemaluanku dari belakang, rupanya Mas Ferry sudah akan melakukan penetrasi.
-----2-----
"Mass.. pelan-pelan yaa
jangan sampai sakit.. itunya Mas kan sangat besar
"
"Jangan takut yaangg.." dengan perlahan-lahan Mas Ferry mendorong batang kemaluannya, sehingga terasa kepala batang kemaluannya masuk sebagian dan terjepit oleh kedua bibir liang kewanitaanku yang masih ketat itu. Perutku tertekan pada pinggir sofa dan kedua tangan Mas Ferry memegang pinggulku dengan erat-erat, sehingga pantatku tidak dapat digerakan untuk menghindari tekanan batang kemaluannya pada liang senggamaku, Mas Ferry melanjutkan tekanannya ke lubang kemaluanku sehingga terasa lubang kemaluanku terkuak dan dipenuhi oleh benda besar, kepala batang kemaluannya tertahan oleh sempitnya lubang kemaluanku, dia mencoba mendorong lagi dan gagal untuk menerobos masuk.
-----2-----
"Aaah.. seret sekali ya, untuk menembus ke dalam.. susah juga kalo perawan", omongnya, akan tetapi Mas Ferry tidak kehilangan akal diambilnya hand & body lotion dan dioleskan pada kepala kemaluannya yang besar itu dan ke seluruh batangnya, kemudian dia mencoba lagi menekan secara perlahan-lahan sambil tangan satunya memegang batang kemaluannya dan tangannya yang lain membuka belahan pantatku. Perlahan-lahan tapi pasti kepala batang kemaluannya mulai menerobos masuk ke dalam liang kewanitaanku yang kecil dan masih sempit, aku agak panik sebab kurasakan agak pedih pada bagian dalam kemaluanku.
-----2-----
"Maass, udah ah.. nggak bisa masuk.. terlalu besar sih", pintaku.
"Sebentar.. tahan dulu ya.. ini udah nyampe sepertiga lho
" jawabnya sambil dengan tiba-tiba kedua tangannya memeluk bagian perutku dan menariknya ke atas dan seluruh berat badannya menekan punggungku serta pantatnya didorong ke depan menempel pada pantatku. Akibatnya seluruh batang kemaluannya mendesak masuk ke dalam lubang kemaluanku dan, "Ssreet.. sret.. sreett." Aku pun menjerit lirih, "Aaauu.. aduuhh
" aku menjerit dengan keras karena, kurasakan bagian bawahku seakan-akan terbelah dan batang kemaluan Mas Ferry terasa tembus ke perutku hingga terasa di kerongkonganku. Kedua tangan Mas Ferry tetap mendekap perutku dengan kuat, sehingga biarpun aku menggelepar-gelepar dengan kuat tetap saja batang kemaluannya bisa menerobos keluar masuk liang kewanitaanku.
-----2-----
Dengan pasti dan teratur Mas Ferry menggerak-gerakan pantatnya maju mundur sehingga lama-kelamaan batang kemaluannya mulai lancar keluar masuk pada kemaluanku. Aku mulai merasa kegelian yang tak tertahan, karena setiap kali batang kemaluannya ditekan ke dalam lubang kemaluanku, klitorisku ikut tertekan masuk, sehingga terasa sangat nikmat tergesek batang batang kemaluannya yang berurat itu.
-----2-----
"Aduhh.. eengg.. eennaak.. aahh.. aduuhh.. Mass.. teeruuskaan.. Mass
". Terasa lubang kemaluanku terisi penuh sehingga napasku menjadi ngos-ngosan. Akhirnya seluruh badanku bergetar dengan hebat sehingga tersentak-sentak, aku mencapai orgasme dengan dahsyat dan cairan licin membanjir dari dalam liang kewanitaanku, "Ooohh.. oohh.. aaduuhh.. eenaakk" dan kurasakan kenikmatan itu menyambung terus saat batang kemaluan Mas Ferry maju mundur di celah liang kewanitaanku. Setelah kenikmatan yang dahsyat itu melandaku, aku terkapar dengan lemas di sofa.
-----2-----
Kemudian Mas Ferry menepuk pantatku dan membalikkan badanku menghadap padanya, sehingga sekarang aku telentang di atas sofa dengan pantatku terletak di pinggir sofa dan kedua kakiku terjulur di lantai. Mas Ferry menguak kedua kaki lebar-lebar dan jongkok diantara kedua pahaku. Tangan kirinya menekan pinggulku dan ibu jari dan jari telunjukya menguak bibir kemaluanku, sedangkan tangan kanannya memegang batang kemaluannya yang ditempatkan pada bibir kemaluanku. Kepala batang kemaluannya digosok-gosokan sebentar pada bibir kemaluanku, juga pada klitorisku, sehingga aku mulai terangsang lagi dan badanku mulai menggelinjang. Melihat itu Mas Ferry mulai menekan masuk batang kemaluannya ke dalam kemaluanku, setelah itu Mas Ferry menggenjot batang kemaluannya keluar masuk, buah dadaku dibiarkan bergerak bebas mengikuti irama dorongan pantat Mas Ferry, sementara tangan Mas Ferry memegang pinggulku dan menariknya ke atas, pantatnya tetap bekerja maju mundur.
-----2-----
Saat batang kemaluan masuk, badanku terasa tertusuk geli tak karuan. Sesekali juga Mas Ferry menciumi buah dadaku sambil batang kemaluannya terus bergerak keluar masuk kemaluanku. Aku mulai merespon lagi dan berusaha dengan menggerakkan pantatku memutar ke kiri dan kanan. Batang kemaluan Mas Ferry terjepit dan terpelintir mengikuti gerakan pantatku, dia pun mulai mengerang dengan kuat. Dipegangnya kedua buah dadaku kuat-kuat dan ditarik masukkan batang kemaluan besarnya berulang-ulang sampai aku mulai kewalahan.
-----2-----
"Aaahh.. Maarr.. aku mau keluar niihh
" erangnya, kupercepat menggoyang pantatku karena aku tak mau menyia-nyiakan keadaan ini, aku ingin juga memberikan pada Mas Ferry kepuasan maksimal dan, "Aaahh.. aduuhh.. oohh
", diikuti oleh, "Ssreet.. sreett.. sreet.. croott.. croott.." Mas Ferry menekan kuat-kuat pantatnya, sehingga seluruh batang kemaluannya terbenam ke dalam kemaluanku dan buah pelernya menempel ketat pada lubang anusku. Aku merasa sangat geli dan terangsang dan kurasakan semprotan hangat air mani Mas Ferry menyemprot ke dalam liang kewanitaanku dan saking banyaknya terasa penuh liang kewanitaanku sehingga sebagian terasa mengalir keluar membasahi anusku dan menetes di sofa.
-----2-----
Mas Ferry masih mengerang hebat dengan tubuhnya bergetar-getar kenikmatan dan aku gigit pentil dadanya, sambil kucakar punggungnya untuk menahan kenikmatan yang tiada taranya ini. Kuangkat pantatku pelan-pelan dan masih kulihat sisa-sisa ketegangan di batang kemaluan Mas Ferry. Setelah itu kami pun terkulai lemas dan tidur sambil batang kemaluan Mas Ferry masih menancap di memekku. Begitulah hampir selama 2 minggu kami melakukan hubungan seks dan tiba saatnya ketika Mas Ferry harus berlayar karena masa cutinya sudah habis. Aku mengantar kepergian suamiku sampai di pelabuhan. Demikian sejak itu, aku harus membiasakan hidupku dengan jadwal tugas Mas Ferry selang seling pergi bertugas di Riq dan tinggal di darat, di mana keadaan ini kami jalani hampir 5 (lima) tahun sampai sekarang.
-----2-----
Pada saat ini Mas Ferry sedang bertugas di Riq, sudah hampir 2 minggu aku ditinggal Mas Ferry, besok Mas Ferry akan kembali ke rumah dan tinggal selama 1 minggu, sudah terbayang dalam benakku, hari-hari mendatang selama 1 minggu, dimana kami berdua akan berenang dalam madu kenikmatan untuk memuaskan hasrat pemenuhan kebutuhan seksual kami yang mengalami puasa selama 2 minggu. Dengan jadwal tugas Mas Ferry seperti ini, maka hubungan seks kami selalu saja menggebu-gebu, disebabkan setiap kali kami harus berpuasa selama 2 minggu untuk bertemu dan saling memuaskan selama 1 minggu. Membayangkan hari esok dan bagaimana gumulan Mas Ferry, benar-benar telah membuatku sangat terangsang, memang setiap kepergian Mas Fery, aku benar-benar bertahan untuk tidak menyalurkan keinginan seksku yang tinggi dengan lelaki lain, karena aku benar-benar hanya berkeinginan memberikan tubuh dan gairahku pada Mas Ferry seorang.
-----2-----
Menjelang sore hari, setelah menyediakan makan malam di atas meja, yang pada saat ini harus kusiapkan sendiri, sebab Mbok Minah, pembantu setiaku sedang pulang kampung, karena mendadak ada keluarga dekatnya di kampung yang sakit berat. Aku memberi makan Tarzan anjing herder kami itu. Telah hampir satu bulan Tarzan tinggal bersama kami, setelah tuannya yang lama kembali ke Italy. Setelah selesai memberi makan Tarzan, aku mengambil handuk dan masuk ke kamar mandi untuk mandi. Letak kamar mandi tempat aku mandi, nyambung dengan kamar tidur kami.
-----2-----
Setelah selesai mandi, aku mengeringkan tubuhku dan dengan hanya membungkus tubuhku dengan handuk mandi, aku membuka pintu kamar mandi dan masuk ke dalam kamar tidur. Di dalam kamar tidur terlihat Tarzan sedang tiduran di sudut kamar, rupanya dia telah selesai makan dan masuk ke kamarku untuk tiduran, memang dia senang tidur di dalam kamar kami yang lantainya dilapisi karpet tebal dan udaranya dingin oleh AC. Dengan masih dililit handuk, aku duduk di depan meja rias untuk mengeringkan dan bersisir rambut.
-----2-----
Pada saat itu Tarzan mendadak bangkit dari tidurannya dan berjalan mondar mandir di dalam ruangan kamar dengan lidahnya terjulur keluar sambil hidungnya mendengus-dengus, terlihat malam ini Tarzan agak gelisah, tidak seperti biasa yang selalu tenang tidur di sudut kamar, malam ini dia mondar mandir dan sekali-sekali matanya yang hitam kecoklatan melihat ke arahku yang sedang duduk menyisir rambut. Melihat Tarzan seperti itu, kupikir lebih baik menyuruh Tarzan ke dapur karena mungkin dia sedang kehausan, jadi aku bangkit berdiri dan berjalan menuju pintu sambil berkata, "Tarzan
ayoo.. keluar
" pada saat aku melintas di depan Tarzan, tiba-tiba tanpa aba-aba, kedua kaki depan Tarzan menggapai dan dengan bertumpu pada kedua kaki belakangnya, kedua kaki depan Tarzan menekan bagian punggungku, aku mencoba berbalik dan karena beratnya badan Tarzan, aku terhuyung-huyung dan jatuh telentang di lantai yang dilapisi karpet tebal. Kedua kaki terpentang lebar, sehingga handuk yang tadinya menutupi bagian bawahku terbuka, yang mengakibatkan bagian bawahku terbuka polos di mana kemaluanku dan bagian pahaku yang putih mulus masih agak basah karena belum sempat kukeringi dengan betul.
-----2-----
Tarzan dengan cepat berjalan ke arahku yang sedang telentang di lantai dan sekarang berdiri diantara kedua kakiku yang terbuka lebar itu. Dengan cepat kepalanya telah berada diantara pangkal pahaku dan tiba-tiba terasa lidahnya yang kasar dan basah itu mulai menjilati pahaku, hal ini menimbulkan perasaan yang sangat geli. Aku mencoba menarik badanku ke atas untuk menghindari jilatan lidahnya pada pahaku, akan tetapi terdengar suara geraman keluar dari mulutnya dan dengan masih terus menjilat pahaku. Tarzan menunjukan gigi-giginya yang runcing, yang membuatku sangat ketakutan sehingga badanku terdiam dengan kaku. Kedua mataku melotot dengan ngeri melihat ke arah anjing herder tersebut yang kepalanya berada diantara kedua pahaku. Jilatannya makin naik ke atas dan tiba-tiba badanku menjadi kejang ketika lidahnya yang kasar itu terasa menjilat belahan bibir kemaluanku dari bawah terus naik ke atas dan akhirnya badanku terasa meriang ketika lidahnya yang besar basah dan kasar itu menyentuh klitorisku dan meggesek dengan suatu jilatan yang panjang, yang membuatku terasa terbang melayang-layang bagaikan layang-layang putus ditiup angin.
-----2-----
"Aduuhh
" tak terasa keluar keluhan panjang dari mulutku. Badanku terus bergetar-getar seperti orang kena setrum dan mataku terus melotot melihat kearah lidah Tarzan yang bolak balik menyapu belahan bibir kemaluanku dan dengan tak sadar kedua pahaku makin terbuka lebar, memberikan peluang yang makin besar pada lidah Tarzan bermain-main pada belahan kemaluanku. Dengan tak dapat kutahan lagi, cairan pelumas mulai membanjiri keluar dari dalam kemaluanku dan bau serta rasa dari cairan ini makin membuat Tarzan makin giat memainkan lidahnya terus menyapu dari bawah ke atas, mulai dari permukaan lubang anusku naik terus menyapu belahan bibir kemaluanku sampai pada puncaknya yaitu pada klitorisku. Ohh.. dengan cepat kemaluanku menjadi basah kuyup oleh cairan nafsu yang keluar terus menerus dari dalam kemaluanku. Sejenak aku seakan-akan lupa akan diriku, terbawa oleh nafsu birahi yang melandaku..akan tetapi pada saat berikut aku sadar akan situasi yang menimpaku.
-----2-----
"Aduuhh benar-benar gila ini, aku terbuai oleh nafsu karena sentuhan seekor anjing.. aahh.. tidak.. tidak bisa ini terjadi
", dengan cepat aku menarik badanku dan mencoba bergulir membalik badanku untuk bisa meloloskan diri dari Tarzan. Dengan membalik badanku, sekarang aku merangkak dengan kedua tangan dan lututku dan rupanya ini suatu gerakan yang salah yang berakibat sangat sangat fatal bagiku, karena dengan tiba-tiba terasa sesuatu beban yang berat menimpa punggungku dan ketika masih dalam keadaan merangkak itu aku menoleh kepalaku ke belakang, terlihat Tarzan dengan kedua kaki depannya telah menekan punggungku dan kuku-kuku kaki depannya nyangkut pada handuk yang melilit badanku, badannya yang berat itu menekan badanku. Untung badanku dililit handuk tebal, kalau tidak pasti punggungku luka-luka terkena cakaran kuku Tarzan yang tajam dan kuat itu.
-----2-----
Aku mencoba merangkak maju dan berpegang pada tepi tempat tidur untuk mencoba berdiri, akan tetapi tiba-tiba Tarzan menekan badannya yang beratnya hampir 60 Kg itu sehingga posisiku yang sudah setengah berlutut, karena beratnya badan Tarzan, akhirnya aku tersungkur ke tempat tidur dengan posisi berlutut di pinggir tempat tidur dan separuh badanku tertelungkup di atas tempat tidur, di mana badan Tarzan menidih badanku. Kedua kaki belakang Tarzan bertumpu di lantai diantara kedua pahaku yang agak terkangkang dan karena posisi badanku yang tertelungkup itu, maka handuk yang melilit dan menutupi badanku agak terangkat ke atas, sehingga bagian pantat aku ke bawah terbuka dengan lebar. Badan anjing herder tersebut terasa berat menidih badanku. Karena kuku kaki depannya tersangkut pada handuk, maka kedua kaki belakangnya mendorong ke depan, sehingga terasa pantatku tertekan oleh kedua paha berbulu dari anjing tersebut.
-----2-----
Dalam usaha melepaskan kedua kakinya yang tersangkut pada handuk, badan Tarzan bergerak-gerak di atas punggungku dan tanpa dapat dihindari bagian bawah perut Tarzan tergesek-gesek pada belahan pantatku yang tidak tertutup handuk. Aduh gila ini, sekarang aku benar-benar terjebak dalam posisi yang sulit. "Tarzan
ayoo
turun
" aku mencoba menghardik anjing tersebut, kedua tanganku tidak dapat digerakkan karena terhimpit diantara badanku dan kedua kaki depan Tarzan.
-----2-----
Tiba-tiba aku merasakan ada suatu benda kenyal, bulat panas terhimpit pada belahan pantatku dan tiba-tiba aku menyadari akan bahaya yang akan menimpaku, anjing herder tersebut rupanya sudah mulai terangsang dengan tergesek-geseknya batang kemaluannya pada belahan kenyal pantatku. "Ayoo.. Tarsan.. stop
turun dari punggungku.. ayoo
" dengan panik aku mencoba menyuruhnya turun dari punggungku, akan tetapi seruanku itu tidak dipedulikan oleh Tarzan, malahan sekarang terasa gerakan-gerakan mencucuk benda tersebut pada pantatku mula-mula perlahan dan semakin lama semakin gencar saja. Aku menoleh ke kanan, ke arah kaca besar lemari yang persis berada di samping kanan tempat tidur, terlihat batang kemaluan anjing herder tersebut telah keluar dari pembungkusnya dan terlihat batang kemaluannya yang berupa daging merah bulat dengan ujungnya berbentuk agak meruncing sedang mencocol-cocol bagian pantatku akibat gerakan pantat anjing tersebut yang makin cepat saja. Mulut anjing tersebut setengah terbuka dan lidahnya terjulur keluar dan terdengar dengusan keluar dari hidungnya. Rupanya anjing herder tersebut telah sangat terangsang dan sekarang dia sedang berusaha memperkosaku.
-----2-----
Aku benar-benar menjadi panik, bagaimana tidak, aku dalam posisi terjepit dan sedang akan disetubuhi oleh seekor anjing herder yang kelihatan sedang kesetanan oleh nafsu birahinya. Oh.. memang sudah hampir 2 minggu aku tidak berhubungan seks dan sejak siang aku berada dalam keadaan bernafsu membayangkan besok Mas Ferry akan kembali dan kita akan menikmati permainan seks yang seru sepanjang 1 minggu kedepan, akan tetapi.. disetubuhi oleh seekor anjing herder? benar-benar tidak terbayangkan selama ini olehku.
-----2-----
Tanpa kusadari sodokan-sodokan batang kemaluan Tarzan semakin gencar saja, sehingga aku yang melihat gerakan pantat anjing tersebut melalui cermin, benar-benar terpesona karena gerakan tekanan-tekanan ke depan pantatnya benar-benar sangat cepat dan gencar, terasa sekarang serangan-serangan kepala batang kemaluan anjing tersebut mulai menimbulkan perasaan geli pada belahan pantat aku dan kadang-kadang ujung batang kemaluannya menyentuh dengan cepat lubang anusku, menimbulkan perasaan geli yang amat sangat. Terlihat kedua kaki belakangnya melangkah ke depan, sehingga sekarang kedua paha anjing tersebut memepeti kedua paha belakangku dan gerakan tekanan dan cocolan-cocolan kepala batang kemaluannya mulai terarah menyentuh bibir kemaluanku, aku menjadi bertambah panik, disamping perasaanku yang mulai terasa tidak menentu, karena sodokan-sodokan kepala batang kemaluan Tarzan tersebut menimbulkan perasaan geli dan .. harus kuakui enak juga dan mulai membangkitkan kembali nafsu birahiku yang tertunda tadi.
-----2-----
Ketika aku berpaling lagi ke kaca, terlihat sekarang batang kemaluan anjing herder tersebut sudah keluar sepenuhnya dari bagian pembungkusnya dan sudah mulai membesar secara perlahan-lahan, centimeter demi centimeter terlihat gumpalan daging merah tersebut membesar sehingga tak lama kemudian terlihat batang kemaluan herder tersebut berupa sebatang daging merah, bulat panjang mencapai kurang lebih 25 cm dengan lingkaran kurang lebih 4 cm. Oh.. mungkin sebesar lingkaran tanganku, benar-benar sangat mengerikan melihat batang kemaluan yang sangat besar itu mencuat dengan tegang di bawah perut anjing herder yang berbulu itu.
-----2-----
Degup jantungku terasa memukul dengan kencang, aku mencoba berontak untuk meloloskan diri dari bawah tekanan kedua kaki depan Tarzan, akan tetapi mendadak gerakanku terhenti dengan tiba-tiba dan tubuhku menjadi kaku ketika, "Gggeerr..
" terdengar geraman yang keluar dari mulut Tarzan dan terasa kedua kaki depannya makin mencengkeram dengan kuat pada handuk yang menutupi punggungku, serta tekanan badannya pada punggungku terasa semakin berat.
-----2-----
Tiba-tiba mataku terbelalak dan tubuhku menjadi kaku tegang ketika merasakan kepala batang kemaluan yang dahsyat dari anjing tersebut menyentuh dengan tepat belahan bibir kemaluanku, "Ooohh.. oohh.. aku akan disetubuhi oleh seekor anjing
" keluhku terengah-engah. Aku semakin terengah-engah ketika merasakan kepala batang kemaluan herder tersebut terasa terjepit diantara kedua bibir kemaluanku dan terasa mulai menekan untuk mencari jalan masuk ke dalam. "Ooohh.. benar-benar Tarzan akan segera membuatku sebagai anjing betinanya
" Tarzan, ketika merasakan batang kemaluannya dijepit sesuatu yang lembut tapi kenyal, segera bereaksi dengan cepat dan mulai memompa batang kemaluannya dengan asyik untuk segera menerobos masuk benda yang menjepit batang kemaluannya itu, sambil mengeram setiap kali aku mencoba bergerak menghindar.
-----2-----
Akhirnya dengan suatu gerakan dan tekanan yang cepat, Tarzan mendorong pantatnya ke depan dengan kuat, sehingga batang kemaluannya yang telah terjepit diantara bibir kemaluanku yang memang telah basah kuyup dan licin itu, akhirnya terdorong masuk dengan kuat dan terbenam ke dalam kemaluanku, diikuti dengan jeritan panjang kepedihan yang keluar dari mulutku. "Aaduuhh
" sempat terlintas di dalam otakku, "Ooohh gila.. betapa besarnya
" kepalaku tertengadah ke atas dengan mata yang melotot serta mulut yang terbuka megap-megap kehabisan udara serta kedua tanganku mencengkeram dengan kuat pada kasur. Akan tetapi Tarzan, tanpa memberikan kesempatan padaku untuk berpikir dan menyadari keadaan yang sedang terjadi, dengan cepat mulai memompa batang kemaluannya dengan gerakan-gerakan yang buas, tanpa mengenal kasihan pada nyonyanya yang baru pertama kali ini menerima batang kemaluan yang sedemikian besarnya dalam kemaluannya.
-----2-----
Batang kemaluannya dengan cepat keluar masuk mengaduk-aduk lubang kemaluanku tanpa mempedulikan betapa besar batang kemaluannya dibandingkan dengan daya tampung kemaluanku, setiap gerakan masuk batang kemaluannya, terasa keseluruhan bibir kemaluan dan klitorisku tertekan masuk ke dalam, di mana klitorisku terjepit dan tergesek dengan batang batang kemaluannya, sehingga menimbulkan perasaan geli dan nikmat yang tak terlukiskan yang belum pernah kualami selama ini dan pada waktu batang kemaluannya ditarik keluar, terasa seluruh bagian dalam kemaluanku seakan-akan tertarik keluar menempel dan mengikuti batang kemaluannya, sehingga badanku bergerak terdorong ke belakang, dimana sebelum aku sempat menyadarinya batang kemaluannya telah mendorong maju lagi dan menerobos masuk dengan cepat ke dalam lubang senggamaku, menimbulkan sensasi yang sukar dilukiskan dengan kata-kata, aku benar-benar terbuai dan karena posisiku yang sedang bertumpu pada kasur tempat tidur, maka kedua buah dadaku yang tergantung bergerak-gerak terayun-ayun ke depan ke belakang mengikuti dorongan dan tarikan batang kemaluan Tarzan pada kemaluanku.
-----2-----
"Ooohh.. ini tak mungkin terjadi
" pikirku setengah sadar. "Aku sedang disetubuhi oleh seekor anjing? gila
" sementara persetubuhan liar itu terus berlangsung, desiran darahku terasa mengalir semakin cepat, pikiran warasku perlahan-lahan menghilang kalah oleh kenikmatan yang sedang melanda tubuhku, perasaanku seakan-akan terasa melayang-layang di awan-awan dan dari bagian bawah badanku terasa mengalir suatu perasaan mengelitik yang menjalar ke seluruh bagian badanku, membuat perasaan nikmat yang terasa sangat fantastis, membuat mataku terbeliak dan terputar-putar akibat pengaruh batang kemaluan Tarzan yang dahsyat mengaduk-aduk seluruh yang sensitif pada bagian dalam kemaluanku tanpa ada yang tersisa, keseluruhan bagian yang bisa menimbulkan kenikmatan dari dinding dalam kemaluanku tak lolos dari sentuhan, tekanan, gesekan dan sodokan kepala dan batang kemaluan Tarzan yang benar-benar besar itu, rasanya paling kurang dua kali besarnya dari batang kemaluannya Mas Ferry dan cara gerakan bagian belakang anjing herder tersebut bergerak memompakan batang kemaluannya keluar masuk ke dalam kemaluanku, benar-benar sangat cepat, membuatku tak sempat mengambil nafas ataupun menyadari apa yang terjadi, hanya rasa geli-geli nikmat yang menyelubungi seluruh perasaanku, membuat secara perlahan-lahan aku tidak dapat mengendalikan diriku lagi.
-----2-----
Aku mulai menyadari akan hebatnya kenikmatan yang sedang menyelubungi seluruh sudut-sudut yang paling dalam di relung tubuhku akibat sodokan-sodokan batang kemaluan seekor anjing dalam kemaluanku dan membuatku sangat terkejut, "Aaahh.. tidak
setan sedang mencoba kesetiaanku saat ini
Ini sesuatu hal yang sangat tidak wajar
ini benar-benar salah
tapi ohh salah? Aahh.. sshh aku seharusnya tidak menyerah pada cengkeraman tangan-tangan setan
" tiba-tiba aku merasakan sesuatu yang besar, benar-benar besar sedang mulai memaksa masuk ke dalam kemaluanku, memaksa bibir kemaluanku membuka sebesar-besarnya, rasanya sampai sebatas kemampuan yang bisa ditolerir.
-----2-----
Aku menoleh ke arah cermin untuk melihat apa yang sedang memaksa masuk ke dalam kemaluanku itu dan.., "Aaaduuhh.. gila.. ini benar-benar gila
" keluhku, terlihat bagian pangkal batang kemaluan Tarzan sepanjang kurang lebih 5 cm membengkak, membentuk seperti bola dan bagian tersebut sedang mulai dipaksakan masuk, menekan bibir-bibir kemaluan dan secara perlahan-lahan menerobos masuk ke dalam lubang kemaluanku. "'Ooohh.. aampun.. jangan Tarzan.. aku akan mati kalau engkau memaksakan benda itu masuk ke dalamku
" keluhku memelas tak berdaya seakan-akan Tarzan akan mengerti, akan tetapi sia-sia saja, dengan mata melotot aku melihat benda tersebut mulai menghilang ke dalam kemaluanku dan terasa seperti bagian bawahku akan terbelah dua, kepalaku tertengadah ke atas dan mataku terbalik ke belakang sehingga bagian putihnya saja yang kelihatan, dan sekujur badanku mengejang, bongkahan tersebut terus menerobos masuk ke dalam lubang sorgaku, sampai akhirnya seluruh lubang kenikmatanku dipenuhi oleh kepala, batang kemaluan dan bongkahan pada pangkal batang kemaluan anjing tersebut. Oh.. benar-benar terasa sesak dan penuh lubang kemaluanku oleh seluruh batang kemaluan Tarzan.
-----2-----
Dalam keadaan itu Tarzan terus melanjutkan menekan-nekan pantatnya dengan cepat, membuat badanku ikut bergerak-gerak karena batang kemaluannya telah terganjal di dalam lubang kemaluanku akibat bongkahan pada pangkal batang kemaluannya. Pantat anjing tersebut terus bergerak-gerak dengan liarnya, sambil mulutnya dengan lidahnya yang terjulur keluar sehingga air liurnya menetes ke pundakku yang ditutupi handuk, terengah-engah, mendengus-dengus dan menggeram-geram dengan keras, hal ini mengakibatkan batang kemaluannya dan bongkahan tersebut mengesek-gesek pada dinding-dinding kemaluanku yang sudah sangat kencang dan sensitif, yang menimbulkan perasaan geli dan nikmat sehingga kepalaku tergeleng-geleng ke kiri dan ke kanan dengan tak terkendali dan dengan tak sadar pantatku kutekan ke belakang merespon perasaan nikmat yang diberikan oleh Tarzan, yang tak pernah kualami selama ini.
-----2-----
"Ooohh.. tidak.." pikirku, "Aku tak pantas mengalami ini.. aku bukan seorang maniak seks
Aku selama ini tidak pernah beselingkuh dengan siapa pun.. ta.taapii.. sekarang.. oohh seekor anjing? aduuhh
Tapii.. oohh.. enaaknya.. aghh.. akuu.. tak dapat menahan ini.. agghh.. betapa.. nikmaatnya
" Akhirnya aku tidak dapat mengendalikan diriku, rasa bersalahku kalah oleh kenikmatan yang sedang melanda seluruh tubuhku dari perasaan nikmat yang diberikan Tarzan padaku, dengan tak sadar lagi aku mengguman, "Ooohh.. enaakk.. aaggh
teruuss.. puasin aku.. Tarzan
" aku benar-benar sekarang telah menjadi seekor anjing betina, betinanya Tarzan tapi aku tidak mempedulikan lagi, pokoknya pada saat ini aku benar-benar telah ditaklukkan oleh Tarzan. Pada saat ini yang kuinginkan adalah disetubuhi oleh Tarzan, biarlah aku jadi bahan permainan Tarzan, aku tidak peduli lagi, benar-benar suatu kenikmatan yang liar sedang merasukku.
-----2-----
Agghh.. biarlah aku disebut apa saja, aku tidak peduli lagi, aku adalah seorang perempuan jalang, seorang perempuan jalang yang keenakan diperkosa dan disetubuhi oleh seekor anjing herder besar, herder dengan alat kejantanannya yang dahsyat, panjang, keras dan besar. Aku memandang ke bawah antara kedua kakiku yang terpentang dan terlihat bibir kemaluanku yang terpentang lebar dengan batang kemaluan yang besar dari herder tersebut terbenam di sela-sela rambut hitam keriting kemaluanku. Melihat pemandangan itu, tiba-tiba suatu perasaan kenikmatan yang dahsyat melandaku, yang membuat badanku bergetar dengan hebat dan aku mengalami orgasmeku yang pertama yang benar-benar dahsyat, suatu kenikmatan yang tak pernah kualami selama ini.
-----2-----
"Ooohh.. yaa Ooohh.. puasin aku Tarzan
Ooohh.. setubuhi aku dengan batang kemaluanmu yang besar
agghh
" terasa cairan hangat terus keluar dari dalam tubuhku, membasahi rongga-rongga di dalam lubang kemaluanku. "Aaagghh.. oohh.. benar-benar nikmat
" keluhku, terasa badanku melayang-layang, suatu kenikmatan yang tak terlukiskan. "Aaagghh
" gerakanku yang liar pada saat mengalami orgasme itu agaknya membuat Tarzan merasa nikmat juga, disebabkan otot-otot kemaluanku berdenyut-denyut dengan kuat menjepit batang kemaluannya, mungkin pikirnya ini adalah betina terhebat yang pernah dinikmatinya, hangat.. sempit dan sangat liar, batang kemaluan Tarzan yang besar itu mulai membengkak, sementara gerakan-gerakan tekanannya makin cepat saja, kelihatan Tarzan sedang akan mengalami orgasme, gerakan-gerakan yang liar dari Tarzan ini menimbulkan perasaan ngilu dan nikmat pada bagian dalam kemaluanku, membuatku kehilangan kontrol dan menimbulkan perasaan gila dalam diriku, pantatku kugerak-gerakkan ke kiri dan ke kanan dengan liar mengimbangi gerakan sodokan Tarzan yang makin cepat saja.
-----2-----
"Ooohh.. aaduuh.. aaghh
" lenguhan panjang keluar dari mulutku mengimbangi orgasme kedua yang melandaku. Badanku meliuk-liuk dan bergetar dengan hebat, kepalaku tertengadah ke atas dengan mulut yang terbuka dan kedua tanganku mencengkeram kasur dengan kuat sedangkan kedua otot-otot paha mengejang dengan hebat dan kedua mataku terbeliak dengan bagian putihnya yang kelihatan sementara otot-otot dalam kemaluanku terus berdenyut-denyut dan hal ini juga menimbulkan perasaan nikmat pada Tarzan yang mengakibatkan dia juga mengalami orgasme dan terasa cairan hangat dan kental yang keluar dari batang kejantanannya, rasanya lebih hangat dan lebih kental dari punya Mas Ferry.
-----2-----
Oh, air mani Tarzan serasa dipompakan, tak henti-hentinya ke dalam kemaluanku, rasanya langsung ke dalam kandunganku. Dalam menikmati orgasmeku, aku dapat merasakan semburan-semburan cairan kental hangat yang kuat, tak putus-putusnya dari air maninya Tarzan dan hal ini makin memberikan perasaan nikmat yang hebat. Tarzan terus memompakan benihnya ke dalam kandunganku terus menerus hampir selama 1 menit, mengosongkan air maninya yang tersimpan cukup lama, karena selama ini dia tidak pernah bersetubuh dengan anjing betina.
-----2-----
Menjelang sesaat akhirnya aku menjadi agak tenang dan tiba-tiba aku kembali menyadari sedang berada dimana dan apa yang sedang terjadi padaku dengan anjing herderku, aku mencoba bergerak keluar dari bawah badan Tarzan, sambil menyuruh Tarzan mencabut batang kemaluannya yang masih terbenam dalam kemaluanku, akan tetapi aku benar-benar shock ketika merasakan Tarzan melepaskan kedua kaki depannya dari punggungku dan memutar badannya membelakangiku, sehingga sekarang bagian pantat kami bertolak belakang, akan tetapi batang kemaluannya yang besar dan panjang itu tetap terbenam dan terkunci dengan rapat di dalam lubang kemaluanku. Rupanya bagian pangkal dari batang kemaluannya yang membesar itu terganjel pada bagian dalam bibir kemaluanku, sehingga batang kemaluannya tidak dapat lepas dari dalam kemaluanku. Aku mengeluh, "Ooohh.. gila.. apa yang sedang terjadi ini?
punyanya terganjel di dalamku.. Aaagghh.. ini benar-benar hukuman buatku, karena membiarkan seekor anjing menyetubuhiku
"
-----2-----
Tiba-tiba Tarzan berjalan maju sehingga aku terseret ke belakang mengikutinya dan sekarang aku merangkak di atas karpet, sehingga aku sekarang benar-benar seperti seekor anjing betina yang sedang disetubuhi oleh jantannya dan harus berjalan mundur mengikuti ke mana akan dibawa oleh jantannya. Aku mencoba bertahan akan tetapi kemaluanku terasa ngilu. Untung Tarzan berhenti berjalan dan aku dapat mengistirahatkan kepalaku dengan menundukkan dan meletakkan kepalaku pada karpet dengan perasaan tak menentu, sedangkan pantatku tetap tertungging ke atas karena tertarik oleh batang kemaluannya Tarzan yang masih terbenam dengan ketat dalam lubang kemaluanku.
-----2-----
Sambil merenung, aku mempertimbangkan akibat dari kecerobohanku itu yang telah membiarkan seekor anjing mengerjaiku dan akibatnya ini sekarang aku tertelungkup di lantai setengah merangkak dengan kedua tangan dan lututku, di mana kemaluanku dipenuhi dengan batang kemaluan seekor anjing. "Aaagghh.. bagaimana kalau Mas Ferry melihat keadaanku ini? Melihat istri tercintanya menghianatinya dan beselingkuh dengan.. yaahh.. dengan seekor anjing, tidak lebih dari itu
, sedang merangkak dengan kedua tangan dan lututnya dan batang kemaluan yang besar.. yang dua kali lebih besar dari punyanya sedang terbenam di dalam kemaluan yang sempit.. oohh.. aaggh" memikirkan hal itu membuatku, entah bagaimana mendadak membuat badanku serasa panas dan darahku serasa mengalir dengan cepat disertai nafsu birahiku yang mendadak meningkat dan akhirnya badanku mulai bergetar dan aku mengalami orgasme lagi.
-----2-----
"Ooohh.. aduuhh
" kemaluanku benar-benar sudah sangat sensitif, terasa agak ngilu sehingga setiap gerakan yang dibuat oleh Tarzan mengakibatkan badanku tergetar dan pantatku terangkat-angkat. Kadang-kadang Tarzan berjalan maju dan dengan terpaksa aku harus merangkak mundur mengikutinya, benar-benar seperti sepasang anjing jantan dan betina yang lagi bersetubuh. Keadaan ini berlangsung kurang lebih setengah jam dan tiba-tiba terasa bagian yang membengkak pada pangkal batang kemaluannya mulai mengecil dan.., "Bleepp.." diikuti dengan tercabutnya batang kemaluan Tarzan dari dalam kemaluanku. Tarzan berjalan ke sudut ruangan sambil menjilat-jilat batang kemaluannya yang berlepotan air maninya dan aku tertelungkup lemas di atas karpet sementara dari kemaluanku mengalir keluar air mani Tarzan yang sangat banyak memenuhi lubang kemaluanku. Dalam posisi ini aku tertidur dengan nyenyaknya.
-----2-----
Keesokan harinya aku terbangun dengan tubuh yang masih terasa lemas dan terasa tulang-tulangku seakan-akan lepas dari sendi-sendinya, akan tetapi perasaanku terasa sangat lega. Setelah mandi dan membersikan seluruh tubuhku, terutama bagian bawahku yang berlepotan air mani yang telah mengering, aku merasa perut keroncongan dan sangat lapar, rupanya kejadian semalam benar-benar menguras seluruh tenagaku. Aku mengambil makanan yang tersedia di dalam lemari es dan setelah membagikan sebagian dengan Tarzan, kami berdua menikmati makan yang ada dengan lahap. Rupanya Tarzan sudah sangat lapar juga setelah semalam menghabiskan seluruh persediaan air maninya yang ada.
-----2-----
Pada saat sedang makan itu akan mencoba memikirkan apa yang telah terjadi semalam dan bagaimana cara Tarzan yang dengan cepat bisa menguasai dan mengerjaiku, seakan-akan dia sudah benar-benar terlatih untuk itu dan tiba-tiba kusadari, sepertinya dia sudah sering melakukan ini sebelumnya, tak salah lagi rupanya dia sudah berpengalaman dan sering melakukannya dengan nyonya Italy-nya dulu, itu sebabnya dia menyerang dan menyetubuhiku, karena sudah cukup lama puasa sejak nyonya Italy-nya pergi lebih sebulan lalu. Apakah ini merupakan malapetaka bagiku atau apa?, bingung aku memikirkannya.
-----2-----
Menjelang sore hari Mas Ferry tiba di rumah dan sambil menciumku, Mas Ferry bertanya padaku, "Halo sayang.. tentu kau sudah sangat rindu padaku yahh
Ntar lagi aku akan puasin kamu sayang
" aku hanya tersenyum tersipu-sipu saja sambil melirik ke arah Tarzan yang sedang memandang kami berdua dengan matanya yang bulat coklat itu.
-----2-----
TAMAT
-----2-----
Pengalamanku yang berhubungan dengan lelaki, tidak terlalu banyak dan sebelum bertemu dengan Mas Ferry, aku tidak terlalu banyak bergaul dengan lelaki lain, karena biarpun aku termasuk wanita yang berparas cantik dengan badan yang menurut teman-teman dekatku termasuk seksi, akan tetapi entah mengapa, setiap kali ada cowok yang bermaksud lebih dari sekedar teman, aku langsung mengambil jarak. Aku tidak tahu bagaimana mula-mula bisa dekat dengan Mas Ferry yang kebetulan adalah teman abangku, biarpun memang setiap kali Mas Ferry tidak bertugas di Riq, dia selalu bermain di rumahku, tapi toh hubungan kami biasa-biasa saja. Hanya saja tiba-tiba sekitar 5 tahun lalu, Mas Ferry mengemukakan maksudnya untuk menikahiku kepada kedua orang tuaku dan entah karena bujukan orang tua dan kakakku, ataupun karena memang aku juga telah menaruh simpati kepada Mas Ferry selama ini, akhirnya aku menyetujui dan kami segera melangsungkan pernikahan kami. Pada waktu malam pertama kami itu, aku mulai tahu bagaimana enaknya hubungan kelamin antara pria dan wanita, setelah selesai resepsi pernikahanku.
-----2-----
Kuingat pada hari itu setelah selesai resepsi pernikahan kami, yang dilakukan pada siang hari, kami berdua beserta rombongan keluarga kembali ke rumah baru kami. Rombongan keluarga kami, pada jam 8 malam kembali ke rumah mereka masing-masing, sehingga akhirnya aku dan Mas Ferry hanya tinggal berdua saja di rumah kami itu. Pada saat itu Mbok Minah, pembantu rumah kami itu belum ada, karena kupikir apa-apa di rumah dapat dikerjakan sendiri. Aku mandi duluan sebab badanku sudah merasa gerah setelah seharian sibuk dengan acara pesta yang padat itu.
-----2-----
Setelah selesai mandi dengan mengenakan daster, aku duduk di ruang keluarga sambil menonton TV. Kemudian Mas Ferry yang pada saat itu hanya bercelana pendek, kusuruh mandi. Mas Ferry untuk ukuran umum dapat dikatakan termasuk tampan. Warna kulitnya agak gelap kehitaman, pada wajahnya ada tumbuh rambut halus di dagu dan dadanya cukup bidang dengan tinggi badan berkisar 175 cm, otot-ototnya menonjol kuat.
-----2-----
Setelah selesai mandi Mas Ferry dengan santai duduk di sebelahku sambil ikut mengawasi televisi yang remotenya masih di tanganku, "Mar, apakah kamu capai?" tanya Mas Ferry. "Tidak Mas, memangnya ada apa?" jawabku lugu, karena memang aku sesungguhnya tidak menyadari apa yang seharusnya dilakukan oleh sepasang pengantin baru. Rupanya Mas Ferry yang telah sangat bernafsu, mendengar jawabanku itu, tanpa ba bi Bu segera menarik badanku dan membekapku erat-erat dan sebelum aku menyadari benar apa yang sedang terjadi, kedua tangan Mas Ferry dengan cepat segera menguak dasterku dan sekalian ditariknya lepas BH-ku sehingga kedua buah dadaku yang ranum segera seolah-olah melompat keluar. Mas Ferry terpesona melihat bentuk buah dadaku yang indah, yang warna kuning langsat dengan bulatan kecil coklat tua kemerahan, serta puting kecil menantang di ujungnya.
-----2-----
Aku mula-mula mencoba memberontak, akan tetapi aku segera sadar bahwa sekarang aku adalah istri dari Mas Ferry. Badanku segera dipeluknya dan disandarkan pada sandaran sofa, mulutnya langsung menuju puting susuku, kurasakan lidahnya lincah bergerak menjilat-jilat puting susuku, menimbulkan suatu perasaan aneh, geli yang tidak dapat kulukiskan, yang menjalar keseluruhan badanku. Hal ini membuat aliran darahku bertambah cepat dan badanku tiba-tiba merasa panas, puting susuku terasa semakin mengeras, sesekali kurasakan gigitan kecil gigi Mas Ferry menggores putingku. Pada bagian perutku kurasakan ada benda yang membonggol besar mendesak dan menekan hebat. Bibirku juga tak luput dari lumatannya, terasa habis dilumat bibirku, sampai aku tak bisa bernafas, aku mulai berkeringat dan tiba-tiba tangan kanannya mulai meluncur ke bawah menuju ke arah kemaluanku yang masih tertutup dengan CD, diselipkan tangannya di antara pahaku. Aku agak terkejut, sehingga otomatis kedua pahaku kututup rapat-rapat dan kedua tanganku memeluk Mas Ferry erat-erat, Mas Ferry semakin gencar saja melakukan aktivitasnya, kemudian ditarik dasterku sampai terlepas dan perlahan-lahan celana dalamku dilucuti juga sambil tersenyum.
-----2-----
Setelah itu dengan sigap direnggangkannya kedua pahaku, sehingga dengan leluasa Mas Ferry dapat melihat kemaluanku yang padat dengan bulu hitam keriting, tangannya mengocek kemaluanku yang sudah agak basah itu dengan halus, kemudian dimasukkannya jari tengah perlahan-lahan ke dalam lubang kemaluanku, sedangkan ibu jari dan jari jempolnya menekan bibir-bibir kemaluanku, membuka jalan dengan meminggirkan rambut kemaluanku. Klitorisku terasa kaku, sambil jari-jarinya bermain-main di kemaluanku, mulutnya menjilat dan menyedot buah dadaku sampai aku kegelian dan tiba-tiba dia berhenti menyedot buah dadaku dan badannya melongsor ke lantai dan kini Mas Ferry jongkok diantara kedua pahaku, yang dengan perlahan-lahan dikuakkan, sehingga terbuka dan kepalanya dimajukan kearah pangkal pahaku dan kurasakan mulutnya sudah menempel pada kemaluanku.
-----2-----
Merasakan lidahnya yang basah dan hembusan nafasnya pada pangkal pahaku membuatku menggelinjang kegelian, lebih-lebih ketika kurasakan lidahnya menyapu bersih ruang dalam kemaluanku yang telah basah itu, sambil tangan kanannya ikut membantu memainkan klitorisku. "Aaagghh.. Maass.. aduuh..
" aku mengerang-erang dan mengeliat-geliat kegelian, tapi dia tidak mempedulikannya, diteruskan aktivitasnya mempermainkan klitorisku.
-----2-----
Selang sesaat, aku disuruhnya duduk di lantai, diantara kedua kaki Mas Ferry yang duduk di atas sofa dan aku sangat kaget melihat benda bulat besar yang terletak diantara kedua paha Mas Ferry yang tegak menghadap ke atas, batang kemaluan Mas Ferry sungguh dahsyat, seperti batang kemaluan pemain blue film yang pernah dahulu satu kali kulihat di video yang diputar di rumah seorang teman wanitaku. Panjangnya kurang lebih 17 cm dengan kepalanya batang kemaluannya bulat besar seperti topi baja tentara dan batang batang kemaluannya berdiameter 3 cm, dilingkari oleh urat-urat yang menonjol. Mas Ferry hanya tersenyum saat melihat mataku yang terbelalak itu, sambil memegang batang kejantanannya dan digerak-gerakkan dengan tangannya, dia mengambil tanganku dan disuruhnya aku memegang batang kemaluannya. Alamak.. tanganku tak cukup melingkar pada batang kemaluannya yang besar dan panjang itu. Dalam posisi Mas Ferry duduk seperti itu, batang kemaluannya memanjang di atas perutnya sampai mencapai pusarnya. Aku merinding dan takut juga melihatnya benda panjang, bulat berwarna hitam mengkilap mendongak seperti belut besar itu.
-----2-----
Tanpa sadar badanku menggelinjang dan terasa ngilu pada perut bagian bawahku, membayangkan benda tersebut menerobos masuk ke dalam liang kewanitaanku yang kecil dan masih sempit itu. "Kenapa kok diplototin seperti itu
" tanyanya. "Eh.. aku heran kok, kayak gini besarnya ya? apa cukup nggak ya ini masuk ke dalam punyaku nanti?" jawabku sambil tetap memegangnya. Belum selesai aku melanjutkan omonganku, ditekan kepalaku ke arah perutnya dan disorongkan ujung batang kemaluannya ke mulutku, dan.. eehmm, mulutku tak muat menampung semua batang kemaluannya ke dalam. Kurasakan aneh juga seperti sedang mengulum es cream horn saja, aku mencoba melakukan seperti apa yang pernah kulihat pada VCD porno itu, aku mencoba memainkan lidahku dan mulutku maju mundur, sehingga batang kemaluannya menyembul tenggelam dalam mulutku. Tangannya juga tidak tinggal diam menggapai semua bagian tubuhku yang sensitif, sehingga aku semakin terangsang.
-----2-----
Aku mencoba menjilat-jilat pula buah zakarnya, pada ujung batang kemaluannya, kurasakan ada cairan bening sedikit cukup manis dan agak asin terus kuhisap sambil mencoba memasukkan kepala batang kemaluan Mas Ferry ke dalam mulutku, sampai mulutku tak mampu lagi menahan besarnya batang kemaluan Mas Ferry itu.
-----2-----
Setelah puas aku mencium batang kemaluannya dan mengisap-isap kepala batang kemaluannya, sampai mulutku terasa capek, kemudian.. "Mar, coba kamu tengkurap di pinggir sofa dan pegangi ujung sofa itu", perintahnya. Aku tidak mengerti maunya Mas Ferry, tapi kulakukan saja perintahnya, badanku setengah tengkurap di sofa dan kedua lututku berlutut di lantai sehingga pantatku terbuka, agak menungging ke atas. Tiba-tiba kurasakan batang kemaluan Mas Ferry dipukul-pukulkan pada pantatku sehingga aku kegelian, kemudian Mas Ferry menempatkan kepala batang kemaluannya menempel pada bibir kemaluanku dari belakang, rupanya Mas Ferry sudah akan melakukan penetrasi.
-----2-----
"Mass.. pelan-pelan yaa
jangan sampai sakit.. itunya Mas kan sangat besar
"
"Jangan takut yaangg.." dengan perlahan-lahan Mas Ferry mendorong batang kemaluannya, sehingga terasa kepala batang kemaluannya masuk sebagian dan terjepit oleh kedua bibir liang kewanitaanku yang masih ketat itu. Perutku tertekan pada pinggir sofa dan kedua tangan Mas Ferry memegang pinggulku dengan erat-erat, sehingga pantatku tidak dapat digerakan untuk menghindari tekanan batang kemaluannya pada liang senggamaku, Mas Ferry melanjutkan tekanannya ke lubang kemaluanku sehingga terasa lubang kemaluanku terkuak dan dipenuhi oleh benda besar, kepala batang kemaluannya tertahan oleh sempitnya lubang kemaluanku, dia mencoba mendorong lagi dan gagal untuk menerobos masuk.
-----2-----
"Aaah.. seret sekali ya, untuk menembus ke dalam.. susah juga kalo perawan", omongnya, akan tetapi Mas Ferry tidak kehilangan akal diambilnya hand & body lotion dan dioleskan pada kepala kemaluannya yang besar itu dan ke seluruh batangnya, kemudian dia mencoba lagi menekan secara perlahan-lahan sambil tangan satunya memegang batang kemaluannya dan tangannya yang lain membuka belahan pantatku. Perlahan-lahan tapi pasti kepala batang kemaluannya mulai menerobos masuk ke dalam liang kewanitaanku yang kecil dan masih sempit, aku agak panik sebab kurasakan agak pedih pada bagian dalam kemaluanku.
-----2-----
"Maass, udah ah.. nggak bisa masuk.. terlalu besar sih", pintaku.
"Sebentar.. tahan dulu ya.. ini udah nyampe sepertiga lho
" jawabnya sambil dengan tiba-tiba kedua tangannya memeluk bagian perutku dan menariknya ke atas dan seluruh berat badannya menekan punggungku serta pantatnya didorong ke depan menempel pada pantatku. Akibatnya seluruh batang kemaluannya mendesak masuk ke dalam lubang kemaluanku dan, "Ssreet.. sret.. sreett." Aku pun menjerit lirih, "Aaauu.. aduuhh
" aku menjerit dengan keras karena, kurasakan bagian bawahku seakan-akan terbelah dan batang kemaluan Mas Ferry terasa tembus ke perutku hingga terasa di kerongkonganku. Kedua tangan Mas Ferry tetap mendekap perutku dengan kuat, sehingga biarpun aku menggelepar-gelepar dengan kuat tetap saja batang kemaluannya bisa menerobos keluar masuk liang kewanitaanku.
-----2-----
Dengan pasti dan teratur Mas Ferry menggerak-gerakan pantatnya maju mundur sehingga lama-kelamaan batang kemaluannya mulai lancar keluar masuk pada kemaluanku. Aku mulai merasa kegelian yang tak tertahan, karena setiap kali batang kemaluannya ditekan ke dalam lubang kemaluanku, klitorisku ikut tertekan masuk, sehingga terasa sangat nikmat tergesek batang batang kemaluannya yang berurat itu.
-----2-----
"Aduhh.. eengg.. eennaak.. aahh.. aduuhh.. Mass.. teeruuskaan.. Mass
". Terasa lubang kemaluanku terisi penuh sehingga napasku menjadi ngos-ngosan. Akhirnya seluruh badanku bergetar dengan hebat sehingga tersentak-sentak, aku mencapai orgasme dengan dahsyat dan cairan licin membanjir dari dalam liang kewanitaanku, "Ooohh.. oohh.. aaduuhh.. eenaakk" dan kurasakan kenikmatan itu menyambung terus saat batang kemaluan Mas Ferry maju mundur di celah liang kewanitaanku. Setelah kenikmatan yang dahsyat itu melandaku, aku terkapar dengan lemas di sofa.
-----2-----
Kemudian Mas Ferry menepuk pantatku dan membalikkan badanku menghadap padanya, sehingga sekarang aku telentang di atas sofa dengan pantatku terletak di pinggir sofa dan kedua kakiku terjulur di lantai. Mas Ferry menguak kedua kaki lebar-lebar dan jongkok diantara kedua pahaku. Tangan kirinya menekan pinggulku dan ibu jari dan jari telunjukya menguak bibir kemaluanku, sedangkan tangan kanannya memegang batang kemaluannya yang ditempatkan pada bibir kemaluanku. Kepala batang kemaluannya digosok-gosokan sebentar pada bibir kemaluanku, juga pada klitorisku, sehingga aku mulai terangsang lagi dan badanku mulai menggelinjang. Melihat itu Mas Ferry mulai menekan masuk batang kemaluannya ke dalam kemaluanku, setelah itu Mas Ferry menggenjot batang kemaluannya keluar masuk, buah dadaku dibiarkan bergerak bebas mengikuti irama dorongan pantat Mas Ferry, sementara tangan Mas Ferry memegang pinggulku dan menariknya ke atas, pantatnya tetap bekerja maju mundur.
-----2-----
Saat batang kemaluan masuk, badanku terasa tertusuk geli tak karuan. Sesekali juga Mas Ferry menciumi buah dadaku sambil batang kemaluannya terus bergerak keluar masuk kemaluanku. Aku mulai merespon lagi dan berusaha dengan menggerakkan pantatku memutar ke kiri dan kanan. Batang kemaluan Mas Ferry terjepit dan terpelintir mengikuti gerakan pantatku, dia pun mulai mengerang dengan kuat. Dipegangnya kedua buah dadaku kuat-kuat dan ditarik masukkan batang kemaluan besarnya berulang-ulang sampai aku mulai kewalahan.
-----2-----
"Aaahh.. Maarr.. aku mau keluar niihh
" erangnya, kupercepat menggoyang pantatku karena aku tak mau menyia-nyiakan keadaan ini, aku ingin juga memberikan pada Mas Ferry kepuasan maksimal dan, "Aaahh.. aduuhh.. oohh
", diikuti oleh, "Ssreet.. sreett.. sreet.. croott.. croott.." Mas Ferry menekan kuat-kuat pantatnya, sehingga seluruh batang kemaluannya terbenam ke dalam kemaluanku dan buah pelernya menempel ketat pada lubang anusku. Aku merasa sangat geli dan terangsang dan kurasakan semprotan hangat air mani Mas Ferry menyemprot ke dalam liang kewanitaanku dan saking banyaknya terasa penuh liang kewanitaanku sehingga sebagian terasa mengalir keluar membasahi anusku dan menetes di sofa.
-----2-----
Mas Ferry masih mengerang hebat dengan tubuhnya bergetar-getar kenikmatan dan aku gigit pentil dadanya, sambil kucakar punggungnya untuk menahan kenikmatan yang tiada taranya ini. Kuangkat pantatku pelan-pelan dan masih kulihat sisa-sisa ketegangan di batang kemaluan Mas Ferry. Setelah itu kami pun terkulai lemas dan tidur sambil batang kemaluan Mas Ferry masih menancap di memekku. Begitulah hampir selama 2 minggu kami melakukan hubungan seks dan tiba saatnya ketika Mas Ferry harus berlayar karena masa cutinya sudah habis. Aku mengantar kepergian suamiku sampai di pelabuhan. Demikian sejak itu, aku harus membiasakan hidupku dengan jadwal tugas Mas Ferry selang seling pergi bertugas di Riq dan tinggal di darat, di mana keadaan ini kami jalani hampir 5 (lima) tahun sampai sekarang.
-----2-----
Pada saat ini Mas Ferry sedang bertugas di Riq, sudah hampir 2 minggu aku ditinggal Mas Ferry, besok Mas Ferry akan kembali ke rumah dan tinggal selama 1 minggu, sudah terbayang dalam benakku, hari-hari mendatang selama 1 minggu, dimana kami berdua akan berenang dalam madu kenikmatan untuk memuaskan hasrat pemenuhan kebutuhan seksual kami yang mengalami puasa selama 2 minggu. Dengan jadwal tugas Mas Ferry seperti ini, maka hubungan seks kami selalu saja menggebu-gebu, disebabkan setiap kali kami harus berpuasa selama 2 minggu untuk bertemu dan saling memuaskan selama 1 minggu. Membayangkan hari esok dan bagaimana gumulan Mas Ferry, benar-benar telah membuatku sangat terangsang, memang setiap kepergian Mas Fery, aku benar-benar bertahan untuk tidak menyalurkan keinginan seksku yang tinggi dengan lelaki lain, karena aku benar-benar hanya berkeinginan memberikan tubuh dan gairahku pada Mas Ferry seorang.
-----2-----
Menjelang sore hari, setelah menyediakan makan malam di atas meja, yang pada saat ini harus kusiapkan sendiri, sebab Mbok Minah, pembantu setiaku sedang pulang kampung, karena mendadak ada keluarga dekatnya di kampung yang sakit berat. Aku memberi makan Tarzan anjing herder kami itu. Telah hampir satu bulan Tarzan tinggal bersama kami, setelah tuannya yang lama kembali ke Italy. Setelah selesai memberi makan Tarzan, aku mengambil handuk dan masuk ke kamar mandi untuk mandi. Letak kamar mandi tempat aku mandi, nyambung dengan kamar tidur kami.
-----2-----
Setelah selesai mandi, aku mengeringkan tubuhku dan dengan hanya membungkus tubuhku dengan handuk mandi, aku membuka pintu kamar mandi dan masuk ke dalam kamar tidur. Di dalam kamar tidur terlihat Tarzan sedang tiduran di sudut kamar, rupanya dia telah selesai makan dan masuk ke kamarku untuk tiduran, memang dia senang tidur di dalam kamar kami yang lantainya dilapisi karpet tebal dan udaranya dingin oleh AC. Dengan masih dililit handuk, aku duduk di depan meja rias untuk mengeringkan dan bersisir rambut.
-----2-----
Pada saat itu Tarzan mendadak bangkit dari tidurannya dan berjalan mondar mandir di dalam ruangan kamar dengan lidahnya terjulur keluar sambil hidungnya mendengus-dengus, terlihat malam ini Tarzan agak gelisah, tidak seperti biasa yang selalu tenang tidur di sudut kamar, malam ini dia mondar mandir dan sekali-sekali matanya yang hitam kecoklatan melihat ke arahku yang sedang duduk menyisir rambut. Melihat Tarzan seperti itu, kupikir lebih baik menyuruh Tarzan ke dapur karena mungkin dia sedang kehausan, jadi aku bangkit berdiri dan berjalan menuju pintu sambil berkata, "Tarzan
ayoo.. keluar
" pada saat aku melintas di depan Tarzan, tiba-tiba tanpa aba-aba, kedua kaki depan Tarzan menggapai dan dengan bertumpu pada kedua kaki belakangnya, kedua kaki depan Tarzan menekan bagian punggungku, aku mencoba berbalik dan karena beratnya badan Tarzan, aku terhuyung-huyung dan jatuh telentang di lantai yang dilapisi karpet tebal. Kedua kaki terpentang lebar, sehingga handuk yang tadinya menutupi bagian bawahku terbuka, yang mengakibatkan bagian bawahku terbuka polos di mana kemaluanku dan bagian pahaku yang putih mulus masih agak basah karena belum sempat kukeringi dengan betul.
-----2-----
Tarzan dengan cepat berjalan ke arahku yang sedang telentang di lantai dan sekarang berdiri diantara kedua kakiku yang terbuka lebar itu. Dengan cepat kepalanya telah berada diantara pangkal pahaku dan tiba-tiba terasa lidahnya yang kasar dan basah itu mulai menjilati pahaku, hal ini menimbulkan perasaan yang sangat geli. Aku mencoba menarik badanku ke atas untuk menghindari jilatan lidahnya pada pahaku, akan tetapi terdengar suara geraman keluar dari mulutnya dan dengan masih terus menjilat pahaku. Tarzan menunjukan gigi-giginya yang runcing, yang membuatku sangat ketakutan sehingga badanku terdiam dengan kaku. Kedua mataku melotot dengan ngeri melihat ke arah anjing herder tersebut yang kepalanya berada diantara kedua pahaku. Jilatannya makin naik ke atas dan tiba-tiba badanku menjadi kejang ketika lidahnya yang kasar itu terasa menjilat belahan bibir kemaluanku dari bawah terus naik ke atas dan akhirnya badanku terasa meriang ketika lidahnya yang besar basah dan kasar itu menyentuh klitorisku dan meggesek dengan suatu jilatan yang panjang, yang membuatku terasa terbang melayang-layang bagaikan layang-layang putus ditiup angin.
-----2-----
"Aduuhh
" tak terasa keluar keluhan panjang dari mulutku. Badanku terus bergetar-getar seperti orang kena setrum dan mataku terus melotot melihat kearah lidah Tarzan yang bolak balik menyapu belahan bibir kemaluanku dan dengan tak sadar kedua pahaku makin terbuka lebar, memberikan peluang yang makin besar pada lidah Tarzan bermain-main pada belahan kemaluanku. Dengan tak dapat kutahan lagi, cairan pelumas mulai membanjiri keluar dari dalam kemaluanku dan bau serta rasa dari cairan ini makin membuat Tarzan makin giat memainkan lidahnya terus menyapu dari bawah ke atas, mulai dari permukaan lubang anusku naik terus menyapu belahan bibir kemaluanku sampai pada puncaknya yaitu pada klitorisku. Ohh.. dengan cepat kemaluanku menjadi basah kuyup oleh cairan nafsu yang keluar terus menerus dari dalam kemaluanku. Sejenak aku seakan-akan lupa akan diriku, terbawa oleh nafsu birahi yang melandaku..akan tetapi pada saat berikut aku sadar akan situasi yang menimpaku.
-----2-----
"Aduuhh benar-benar gila ini, aku terbuai oleh nafsu karena sentuhan seekor anjing.. aahh.. tidak.. tidak bisa ini terjadi
", dengan cepat aku menarik badanku dan mencoba bergulir membalik badanku untuk bisa meloloskan diri dari Tarzan. Dengan membalik badanku, sekarang aku merangkak dengan kedua tangan dan lututku dan rupanya ini suatu gerakan yang salah yang berakibat sangat sangat fatal bagiku, karena dengan tiba-tiba terasa sesuatu beban yang berat menimpa punggungku dan ketika masih dalam keadaan merangkak itu aku menoleh kepalaku ke belakang, terlihat Tarzan dengan kedua kaki depannya telah menekan punggungku dan kuku-kuku kaki depannya nyangkut pada handuk yang melilit badanku, badannya yang berat itu menekan badanku. Untung badanku dililit handuk tebal, kalau tidak pasti punggungku luka-luka terkena cakaran kuku Tarzan yang tajam dan kuat itu.
-----2-----
Aku mencoba merangkak maju dan berpegang pada tepi tempat tidur untuk mencoba berdiri, akan tetapi tiba-tiba Tarzan menekan badannya yang beratnya hampir 60 Kg itu sehingga posisiku yang sudah setengah berlutut, karena beratnya badan Tarzan, akhirnya aku tersungkur ke tempat tidur dengan posisi berlutut di pinggir tempat tidur dan separuh badanku tertelungkup di atas tempat tidur, di mana badan Tarzan menidih badanku. Kedua kaki belakang Tarzan bertumpu di lantai diantara kedua pahaku yang agak terkangkang dan karena posisi badanku yang tertelungkup itu, maka handuk yang melilit dan menutupi badanku agak terangkat ke atas, sehingga bagian pantat aku ke bawah terbuka dengan lebar. Badan anjing herder tersebut terasa berat menidih badanku. Karena kuku kaki depannya tersangkut pada handuk, maka kedua kaki belakangnya mendorong ke depan, sehingga terasa pantatku tertekan oleh kedua paha berbulu dari anjing tersebut.
-----2-----
Dalam usaha melepaskan kedua kakinya yang tersangkut pada handuk, badan Tarzan bergerak-gerak di atas punggungku dan tanpa dapat dihindari bagian bawah perut Tarzan tergesek-gesek pada belahan pantatku yang tidak tertutup handuk. Aduh gila ini, sekarang aku benar-benar terjebak dalam posisi yang sulit. "Tarzan
ayoo
turun
" aku mencoba menghardik anjing tersebut, kedua tanganku tidak dapat digerakkan karena terhimpit diantara badanku dan kedua kaki depan Tarzan.
-----2-----
Tiba-tiba aku merasakan ada suatu benda kenyal, bulat panas terhimpit pada belahan pantatku dan tiba-tiba aku menyadari akan bahaya yang akan menimpaku, anjing herder tersebut rupanya sudah mulai terangsang dengan tergesek-geseknya batang kemaluannya pada belahan kenyal pantatku. "Ayoo.. Tarsan.. stop
turun dari punggungku.. ayoo
" dengan panik aku mencoba menyuruhnya turun dari punggungku, akan tetapi seruanku itu tidak dipedulikan oleh Tarzan, malahan sekarang terasa gerakan-gerakan mencucuk benda tersebut pada pantatku mula-mula perlahan dan semakin lama semakin gencar saja. Aku menoleh ke kanan, ke arah kaca besar lemari yang persis berada di samping kanan tempat tidur, terlihat batang kemaluan anjing herder tersebut telah keluar dari pembungkusnya dan terlihat batang kemaluannya yang berupa daging merah bulat dengan ujungnya berbentuk agak meruncing sedang mencocol-cocol bagian pantatku akibat gerakan pantat anjing tersebut yang makin cepat saja. Mulut anjing tersebut setengah terbuka dan lidahnya terjulur keluar dan terdengar dengusan keluar dari hidungnya. Rupanya anjing herder tersebut telah sangat terangsang dan sekarang dia sedang berusaha memperkosaku.
-----2-----
Aku benar-benar menjadi panik, bagaimana tidak, aku dalam posisi terjepit dan sedang akan disetubuhi oleh seekor anjing herder yang kelihatan sedang kesetanan oleh nafsu birahinya. Oh.. memang sudah hampir 2 minggu aku tidak berhubungan seks dan sejak siang aku berada dalam keadaan bernafsu membayangkan besok Mas Ferry akan kembali dan kita akan menikmati permainan seks yang seru sepanjang 1 minggu kedepan, akan tetapi.. disetubuhi oleh seekor anjing herder? benar-benar tidak terbayangkan selama ini olehku.
-----2-----
Tanpa kusadari sodokan-sodokan batang kemaluan Tarzan semakin gencar saja, sehingga aku yang melihat gerakan pantat anjing tersebut melalui cermin, benar-benar terpesona karena gerakan tekanan-tekanan ke depan pantatnya benar-benar sangat cepat dan gencar, terasa sekarang serangan-serangan kepala batang kemaluan anjing tersebut mulai menimbulkan perasaan geli pada belahan pantat aku dan kadang-kadang ujung batang kemaluannya menyentuh dengan cepat lubang anusku, menimbulkan perasaan geli yang amat sangat. Terlihat kedua kaki belakangnya melangkah ke depan, sehingga sekarang kedua paha anjing tersebut memepeti kedua paha belakangku dan gerakan tekanan dan cocolan-cocolan kepala batang kemaluannya mulai terarah menyentuh bibir kemaluanku, aku menjadi bertambah panik, disamping perasaanku yang mulai terasa tidak menentu, karena sodokan-sodokan kepala batang kemaluan Tarzan tersebut menimbulkan perasaan geli dan .. harus kuakui enak juga dan mulai membangkitkan kembali nafsu birahiku yang tertunda tadi.
-----2-----
Ketika aku berpaling lagi ke kaca, terlihat sekarang batang kemaluan anjing herder tersebut sudah keluar sepenuhnya dari bagian pembungkusnya dan sudah mulai membesar secara perlahan-lahan, centimeter demi centimeter terlihat gumpalan daging merah tersebut membesar sehingga tak lama kemudian terlihat batang kemaluan herder tersebut berupa sebatang daging merah, bulat panjang mencapai kurang lebih 25 cm dengan lingkaran kurang lebih 4 cm. Oh.. mungkin sebesar lingkaran tanganku, benar-benar sangat mengerikan melihat batang kemaluan yang sangat besar itu mencuat dengan tegang di bawah perut anjing herder yang berbulu itu.
-----2-----
Degup jantungku terasa memukul dengan kencang, aku mencoba berontak untuk meloloskan diri dari bawah tekanan kedua kaki depan Tarzan, akan tetapi mendadak gerakanku terhenti dengan tiba-tiba dan tubuhku menjadi kaku ketika, "Gggeerr..
" terdengar geraman yang keluar dari mulut Tarzan dan terasa kedua kaki depannya makin mencengkeram dengan kuat pada handuk yang menutupi punggungku, serta tekanan badannya pada punggungku terasa semakin berat.
-----2-----
Tiba-tiba mataku terbelalak dan tubuhku menjadi kaku tegang ketika merasakan kepala batang kemaluan yang dahsyat dari anjing tersebut menyentuh dengan tepat belahan bibir kemaluanku, "Ooohh.. oohh.. aku akan disetubuhi oleh seekor anjing
" keluhku terengah-engah. Aku semakin terengah-engah ketika merasakan kepala batang kemaluan herder tersebut terasa terjepit diantara kedua bibir kemaluanku dan terasa mulai menekan untuk mencari jalan masuk ke dalam. "Ooohh.. benar-benar Tarzan akan segera membuatku sebagai anjing betinanya
" Tarzan, ketika merasakan batang kemaluannya dijepit sesuatu yang lembut tapi kenyal, segera bereaksi dengan cepat dan mulai memompa batang kemaluannya dengan asyik untuk segera menerobos masuk benda yang menjepit batang kemaluannya itu, sambil mengeram setiap kali aku mencoba bergerak menghindar.
-----2-----
Akhirnya dengan suatu gerakan dan tekanan yang cepat, Tarzan mendorong pantatnya ke depan dengan kuat, sehingga batang kemaluannya yang telah terjepit diantara bibir kemaluanku yang memang telah basah kuyup dan licin itu, akhirnya terdorong masuk dengan kuat dan terbenam ke dalam kemaluanku, diikuti dengan jeritan panjang kepedihan yang keluar dari mulutku. "Aaduuhh
" sempat terlintas di dalam otakku, "Ooohh gila.. betapa besarnya
" kepalaku tertengadah ke atas dengan mata yang melotot serta mulut yang terbuka megap-megap kehabisan udara serta kedua tanganku mencengkeram dengan kuat pada kasur. Akan tetapi Tarzan, tanpa memberikan kesempatan padaku untuk berpikir dan menyadari keadaan yang sedang terjadi, dengan cepat mulai memompa batang kemaluannya dengan gerakan-gerakan yang buas, tanpa mengenal kasihan pada nyonyanya yang baru pertama kali ini menerima batang kemaluan yang sedemikian besarnya dalam kemaluannya.
-----2-----
Batang kemaluannya dengan cepat keluar masuk mengaduk-aduk lubang kemaluanku tanpa mempedulikan betapa besar batang kemaluannya dibandingkan dengan daya tampung kemaluanku, setiap gerakan masuk batang kemaluannya, terasa keseluruhan bibir kemaluan dan klitorisku tertekan masuk ke dalam, di mana klitorisku terjepit dan tergesek dengan batang batang kemaluannya, sehingga menimbulkan perasaan geli dan nikmat yang tak terlukiskan yang belum pernah kualami selama ini dan pada waktu batang kemaluannya ditarik keluar, terasa seluruh bagian dalam kemaluanku seakan-akan tertarik keluar menempel dan mengikuti batang kemaluannya, sehingga badanku bergerak terdorong ke belakang, dimana sebelum aku sempat menyadarinya batang kemaluannya telah mendorong maju lagi dan menerobos masuk dengan cepat ke dalam lubang senggamaku, menimbulkan sensasi yang sukar dilukiskan dengan kata-kata, aku benar-benar terbuai dan karena posisiku yang sedang bertumpu pada kasur tempat tidur, maka kedua buah dadaku yang tergantung bergerak-gerak terayun-ayun ke depan ke belakang mengikuti dorongan dan tarikan batang kemaluan Tarzan pada kemaluanku.
-----2-----
"Ooohh.. ini tak mungkin terjadi
" pikirku setengah sadar. "Aku sedang disetubuhi oleh seekor anjing? gila
" sementara persetubuhan liar itu terus berlangsung, desiran darahku terasa mengalir semakin cepat, pikiran warasku perlahan-lahan menghilang kalah oleh kenikmatan yang sedang melanda tubuhku, perasaanku seakan-akan terasa melayang-layang di awan-awan dan dari bagian bawah badanku terasa mengalir suatu perasaan mengelitik yang menjalar ke seluruh bagian badanku, membuat perasaan nikmat yang terasa sangat fantastis, membuat mataku terbeliak dan terputar-putar akibat pengaruh batang kemaluan Tarzan yang dahsyat mengaduk-aduk seluruh yang sensitif pada bagian dalam kemaluanku tanpa ada yang tersisa, keseluruhan bagian yang bisa menimbulkan kenikmatan dari dinding dalam kemaluanku tak lolos dari sentuhan, tekanan, gesekan dan sodokan kepala dan batang kemaluan Tarzan yang benar-benar besar itu, rasanya paling kurang dua kali besarnya dari batang kemaluannya Mas Ferry dan cara gerakan bagian belakang anjing herder tersebut bergerak memompakan batang kemaluannya keluar masuk ke dalam kemaluanku, benar-benar sangat cepat, membuatku tak sempat mengambil nafas ataupun menyadari apa yang terjadi, hanya rasa geli-geli nikmat yang menyelubungi seluruh perasaanku, membuat secara perlahan-lahan aku tidak dapat mengendalikan diriku lagi.
-----2-----
Aku mulai menyadari akan hebatnya kenikmatan yang sedang menyelubungi seluruh sudut-sudut yang paling dalam di relung tubuhku akibat sodokan-sodokan batang kemaluan seekor anjing dalam kemaluanku dan membuatku sangat terkejut, "Aaahh.. tidak
setan sedang mencoba kesetiaanku saat ini
Ini sesuatu hal yang sangat tidak wajar
ini benar-benar salah
tapi ohh salah? Aahh.. sshh aku seharusnya tidak menyerah pada cengkeraman tangan-tangan setan
" tiba-tiba aku merasakan sesuatu yang besar, benar-benar besar sedang mulai memaksa masuk ke dalam kemaluanku, memaksa bibir kemaluanku membuka sebesar-besarnya, rasanya sampai sebatas kemampuan yang bisa ditolerir.
-----2-----
Aku menoleh ke arah cermin untuk melihat apa yang sedang memaksa masuk ke dalam kemaluanku itu dan.., "Aaaduuhh.. gila.. ini benar-benar gila
" keluhku, terlihat bagian pangkal batang kemaluan Tarzan sepanjang kurang lebih 5 cm membengkak, membentuk seperti bola dan bagian tersebut sedang mulai dipaksakan masuk, menekan bibir-bibir kemaluan dan secara perlahan-lahan menerobos masuk ke dalam lubang kemaluanku. "'Ooohh.. aampun.. jangan Tarzan.. aku akan mati kalau engkau memaksakan benda itu masuk ke dalamku
" keluhku memelas tak berdaya seakan-akan Tarzan akan mengerti, akan tetapi sia-sia saja, dengan mata melotot aku melihat benda tersebut mulai menghilang ke dalam kemaluanku dan terasa seperti bagian bawahku akan terbelah dua, kepalaku tertengadah ke atas dan mataku terbalik ke belakang sehingga bagian putihnya saja yang kelihatan, dan sekujur badanku mengejang, bongkahan tersebut terus menerobos masuk ke dalam lubang sorgaku, sampai akhirnya seluruh lubang kenikmatanku dipenuhi oleh kepala, batang kemaluan dan bongkahan pada pangkal batang kemaluan anjing tersebut. Oh.. benar-benar terasa sesak dan penuh lubang kemaluanku oleh seluruh batang kemaluan Tarzan.
-----2-----
Dalam keadaan itu Tarzan terus melanjutkan menekan-nekan pantatnya dengan cepat, membuat badanku ikut bergerak-gerak karena batang kemaluannya telah terganjal di dalam lubang kemaluanku akibat bongkahan pada pangkal batang kemaluannya. Pantat anjing tersebut terus bergerak-gerak dengan liarnya, sambil mulutnya dengan lidahnya yang terjulur keluar sehingga air liurnya menetes ke pundakku yang ditutupi handuk, terengah-engah, mendengus-dengus dan menggeram-geram dengan keras, hal ini mengakibatkan batang kemaluannya dan bongkahan tersebut mengesek-gesek pada dinding-dinding kemaluanku yang sudah sangat kencang dan sensitif, yang menimbulkan perasaan geli dan nikmat sehingga kepalaku tergeleng-geleng ke kiri dan ke kanan dengan tak terkendali dan dengan tak sadar pantatku kutekan ke belakang merespon perasaan nikmat yang diberikan oleh Tarzan, yang tak pernah kualami selama ini.
-----2-----
"Ooohh.. tidak.." pikirku, "Aku tak pantas mengalami ini.. aku bukan seorang maniak seks
Aku selama ini tidak pernah beselingkuh dengan siapa pun.. ta.taapii.. sekarang.. oohh seekor anjing? aduuhh
Tapii.. oohh.. enaaknya.. aghh.. akuu.. tak dapat menahan ini.. agghh.. betapa.. nikmaatnya
" Akhirnya aku tidak dapat mengendalikan diriku, rasa bersalahku kalah oleh kenikmatan yang sedang melanda seluruh tubuhku dari perasaan nikmat yang diberikan Tarzan padaku, dengan tak sadar lagi aku mengguman, "Ooohh.. enaakk.. aaggh
teruuss.. puasin aku.. Tarzan
" aku benar-benar sekarang telah menjadi seekor anjing betina, betinanya Tarzan tapi aku tidak mempedulikan lagi, pokoknya pada saat ini aku benar-benar telah ditaklukkan oleh Tarzan. Pada saat ini yang kuinginkan adalah disetubuhi oleh Tarzan, biarlah aku jadi bahan permainan Tarzan, aku tidak peduli lagi, benar-benar suatu kenikmatan yang liar sedang merasukku.
-----2-----
Agghh.. biarlah aku disebut apa saja, aku tidak peduli lagi, aku adalah seorang perempuan jalang, seorang perempuan jalang yang keenakan diperkosa dan disetubuhi oleh seekor anjing herder besar, herder dengan alat kejantanannya yang dahsyat, panjang, keras dan besar. Aku memandang ke bawah antara kedua kakiku yang terpentang dan terlihat bibir kemaluanku yang terpentang lebar dengan batang kemaluan yang besar dari herder tersebut terbenam di sela-sela rambut hitam keriting kemaluanku. Melihat pemandangan itu, tiba-tiba suatu perasaan kenikmatan yang dahsyat melandaku, yang membuat badanku bergetar dengan hebat dan aku mengalami orgasmeku yang pertama yang benar-benar dahsyat, suatu kenikmatan yang tak pernah kualami selama ini.
-----2-----
"Ooohh.. yaa Ooohh.. puasin aku Tarzan
Ooohh.. setubuhi aku dengan batang kemaluanmu yang besar
agghh
" terasa cairan hangat terus keluar dari dalam tubuhku, membasahi rongga-rongga di dalam lubang kemaluanku. "Aaagghh.. oohh.. benar-benar nikmat
" keluhku, terasa badanku melayang-layang, suatu kenikmatan yang tak terlukiskan. "Aaagghh
" gerakanku yang liar pada saat mengalami orgasme itu agaknya membuat Tarzan merasa nikmat juga, disebabkan otot-otot kemaluanku berdenyut-denyut dengan kuat menjepit batang kemaluannya, mungkin pikirnya ini adalah betina terhebat yang pernah dinikmatinya, hangat.. sempit dan sangat liar, batang kemaluan Tarzan yang besar itu mulai membengkak, sementara gerakan-gerakan tekanannya makin cepat saja, kelihatan Tarzan sedang akan mengalami orgasme, gerakan-gerakan yang liar dari Tarzan ini menimbulkan perasaan ngilu dan nikmat pada bagian dalam kemaluanku, membuatku kehilangan kontrol dan menimbulkan perasaan gila dalam diriku, pantatku kugerak-gerakkan ke kiri dan ke kanan dengan liar mengimbangi gerakan sodokan Tarzan yang makin cepat saja.
-----2-----
"Ooohh.. aaduuh.. aaghh
" lenguhan panjang keluar dari mulutku mengimbangi orgasme kedua yang melandaku. Badanku meliuk-liuk dan bergetar dengan hebat, kepalaku tertengadah ke atas dengan mulut yang terbuka dan kedua tanganku mencengkeram kasur dengan kuat sedangkan kedua otot-otot paha mengejang dengan hebat dan kedua mataku terbeliak dengan bagian putihnya yang kelihatan sementara otot-otot dalam kemaluanku terus berdenyut-denyut dan hal ini juga menimbulkan perasaan nikmat pada Tarzan yang mengakibatkan dia juga mengalami orgasme dan terasa cairan hangat dan kental yang keluar dari batang kejantanannya, rasanya lebih hangat dan lebih kental dari punya Mas Ferry.
-----2-----
Oh, air mani Tarzan serasa dipompakan, tak henti-hentinya ke dalam kemaluanku, rasanya langsung ke dalam kandunganku. Dalam menikmati orgasmeku, aku dapat merasakan semburan-semburan cairan kental hangat yang kuat, tak putus-putusnya dari air maninya Tarzan dan hal ini makin memberikan perasaan nikmat yang hebat. Tarzan terus memompakan benihnya ke dalam kandunganku terus menerus hampir selama 1 menit, mengosongkan air maninya yang tersimpan cukup lama, karena selama ini dia tidak pernah bersetubuh dengan anjing betina.
-----2-----
Menjelang sesaat akhirnya aku menjadi agak tenang dan tiba-tiba aku kembali menyadari sedang berada dimana dan apa yang sedang terjadi padaku dengan anjing herderku, aku mencoba bergerak keluar dari bawah badan Tarzan, sambil menyuruh Tarzan mencabut batang kemaluannya yang masih terbenam dalam kemaluanku, akan tetapi aku benar-benar shock ketika merasakan Tarzan melepaskan kedua kaki depannya dari punggungku dan memutar badannya membelakangiku, sehingga sekarang bagian pantat kami bertolak belakang, akan tetapi batang kemaluannya yang besar dan panjang itu tetap terbenam dan terkunci dengan rapat di dalam lubang kemaluanku. Rupanya bagian pangkal dari batang kemaluannya yang membesar itu terganjel pada bagian dalam bibir kemaluanku, sehingga batang kemaluannya tidak dapat lepas dari dalam kemaluanku. Aku mengeluh, "Ooohh.. gila.. apa yang sedang terjadi ini?
punyanya terganjel di dalamku.. Aaagghh.. ini benar-benar hukuman buatku, karena membiarkan seekor anjing menyetubuhiku
"
-----2-----
Tiba-tiba Tarzan berjalan maju sehingga aku terseret ke belakang mengikutinya dan sekarang aku merangkak di atas karpet, sehingga aku sekarang benar-benar seperti seekor anjing betina yang sedang disetubuhi oleh jantannya dan harus berjalan mundur mengikuti ke mana akan dibawa oleh jantannya. Aku mencoba bertahan akan tetapi kemaluanku terasa ngilu. Untung Tarzan berhenti berjalan dan aku dapat mengistirahatkan kepalaku dengan menundukkan dan meletakkan kepalaku pada karpet dengan perasaan tak menentu, sedangkan pantatku tetap tertungging ke atas karena tertarik oleh batang kemaluannya Tarzan yang masih terbenam dengan ketat dalam lubang kemaluanku.
-----2-----
Sambil merenung, aku mempertimbangkan akibat dari kecerobohanku itu yang telah membiarkan seekor anjing mengerjaiku dan akibatnya ini sekarang aku tertelungkup di lantai setengah merangkak dengan kedua tangan dan lututku, di mana kemaluanku dipenuhi dengan batang kemaluan seekor anjing. "Aaagghh.. bagaimana kalau Mas Ferry melihat keadaanku ini? Melihat istri tercintanya menghianatinya dan beselingkuh dengan.. yaahh.. dengan seekor anjing, tidak lebih dari itu
, sedang merangkak dengan kedua tangan dan lututnya dan batang kemaluan yang besar.. yang dua kali lebih besar dari punyanya sedang terbenam di dalam kemaluan yang sempit.. oohh.. aaggh" memikirkan hal itu membuatku, entah bagaimana mendadak membuat badanku serasa panas dan darahku serasa mengalir dengan cepat disertai nafsu birahiku yang mendadak meningkat dan akhirnya badanku mulai bergetar dan aku mengalami orgasme lagi.
-----2-----
"Ooohh.. aduuhh
" kemaluanku benar-benar sudah sangat sensitif, terasa agak ngilu sehingga setiap gerakan yang dibuat oleh Tarzan mengakibatkan badanku tergetar dan pantatku terangkat-angkat. Kadang-kadang Tarzan berjalan maju dan dengan terpaksa aku harus merangkak mundur mengikutinya, benar-benar seperti sepasang anjing jantan dan betina yang lagi bersetubuh. Keadaan ini berlangsung kurang lebih setengah jam dan tiba-tiba terasa bagian yang membengkak pada pangkal batang kemaluannya mulai mengecil dan.., "Bleepp.." diikuti dengan tercabutnya batang kemaluan Tarzan dari dalam kemaluanku. Tarzan berjalan ke sudut ruangan sambil menjilat-jilat batang kemaluannya yang berlepotan air maninya dan aku tertelungkup lemas di atas karpet sementara dari kemaluanku mengalir keluar air mani Tarzan yang sangat banyak memenuhi lubang kemaluanku. Dalam posisi ini aku tertidur dengan nyenyaknya.
-----2-----
Keesokan harinya aku terbangun dengan tubuh yang masih terasa lemas dan terasa tulang-tulangku seakan-akan lepas dari sendi-sendinya, akan tetapi perasaanku terasa sangat lega. Setelah mandi dan membersikan seluruh tubuhku, terutama bagian bawahku yang berlepotan air mani yang telah mengering, aku merasa perut keroncongan dan sangat lapar, rupanya kejadian semalam benar-benar menguras seluruh tenagaku. Aku mengambil makanan yang tersedia di dalam lemari es dan setelah membagikan sebagian dengan Tarzan, kami berdua menikmati makan yang ada dengan lahap. Rupanya Tarzan sudah sangat lapar juga setelah semalam menghabiskan seluruh persediaan air maninya yang ada.
-----2-----
Pada saat sedang makan itu akan mencoba memikirkan apa yang telah terjadi semalam dan bagaimana cara Tarzan yang dengan cepat bisa menguasai dan mengerjaiku, seakan-akan dia sudah benar-benar terlatih untuk itu dan tiba-tiba kusadari, sepertinya dia sudah sering melakukan ini sebelumnya, tak salah lagi rupanya dia sudah berpengalaman dan sering melakukannya dengan nyonya Italy-nya dulu, itu sebabnya dia menyerang dan menyetubuhiku, karena sudah cukup lama puasa sejak nyonya Italy-nya pergi lebih sebulan lalu. Apakah ini merupakan malapetaka bagiku atau apa?, bingung aku memikirkannya.
-----2-----
Menjelang sore hari Mas Ferry tiba di rumah dan sambil menciumku, Mas Ferry bertanya padaku, "Halo sayang.. tentu kau sudah sangat rindu padaku yahh
Ntar lagi aku akan puasin kamu sayang
" aku hanya tersenyum tersipu-sipu saja sambil melirik ke arah Tarzan yang sedang memandang kami berdua dengan matanya yang bulat coklat itu.
-----2-----
TAMAT
Diberdayakan oleh Blogger.