= The School = Capter 2

Posted by Unknown On Rabu, 20 Maret 2013 Add Comments



oleh ketua kelas, dan tidak memiliki jam malam. Ya itu jam 2 pagi, jika ketauan lewat jam 2 pagi, maka akan di terima hukumanya yang berlaku oleh wali kelas.

Setiap siswa /siswi di perbolehkan untuk menantang antar murit, di bawah lv, di atas lv atau setara. Lv beradasarkan dengan poin yang di dapat dari battle. Setiap siswa/ siswi mendapatkan sebuah jam tangan yang bervarasi dimana mengajukan desain sendiri dan di terima walikelas, jam tesrebut berpungsi untuk regenerasi pengobatan mencegah kematian saat dalam battle. Senjata tersebut hanya bisa di gunakan di sekolah, karena senjata mereka bisa di aktivekan di area sekolah saja. Setiap tantangan dan poin akan masuk ke server sekolah dimana tempat menampung perkembangan pelajar, melewati jam tangan yang mereka gunakan. Bisa di bilang juga jam tangan tersebut pungsinya selain penunjuk waktu juga, menerima email tantangan, dan monitoring.

Vannya tergolong satu satunya yang menggunakan senjata api, karena senjata api di anggap tidak effective dalam pertarungan, karena hanya orang orang yang memiliki kemampuan akurasi dan ketelitian yang sangat tinggi. Vannya memang orang yang bodoh, nilai tertinggi dari beberapa mata pelajaran saja. Vannya pun pergi ke kantin baru minggu pertama poin ya hanya sedikit di bandingkan dengan teman teman sekelasnya.

Sudah duduk paling belakang dan di jauhi karena mereka bilang, takut akan ketularan dari pengyakit kebodohan akut yang sekarang menjangkiti vannya. Vannya pun memakan rotinya yang di beli di kantin sekolah. Tiba tiba, jam tangan vannya berbunyi orang orang melihat ke vannya, vannya pun melihat kearah jam tangannya dan melihat bahwa itu adalah tantangan, jika di tolak akan mines 20 kalo di terima plus 10. jika menolak maka nilai akan makin anjlok saja. Vannya pun menerima tantangan tersebut, dengan sesame siswi kelas 1 R 1,  seorang wanita yang menggunakan sword, telah menunggunya di taman belakang sekolah, tempat yang sering di gunakan oleh siswa dan siswi untuk duel.  Vannya pun bergegas ke tempat tesrebut dan wanita itu menunggunya dengan pedangnya yang panjang serta tebal.

Teman teman sekolah hingga sekelas pun menonton pertarungan mereka berdua. Semua orang yang ada di taman tersebut pun minggir dan taman terlihat sangat luas sekali.

Ini pertarungan pertama vannya, ia sangat merasa tegang sekali.

“hei Vannya 1 R 6 bukan, pengguna senjata api dan single broken katana?” ujar wanita tersebut
“betul itu aku” vannya dengan jantung dag dig duk
“aku Mira siswi 1 R 1, disini kita akan bertarung untuk mendapatkan poin, selain itu juga kita berhak mengajukan persyaratan jika kita kalah dan menang, apa kau bersiap??” ujar eri dengan nada lantang
“baik aku siap, ajukan persyaratan mu Mira dari 1 R 1” ujar vannya yang dimana ia pun sudah mulai menenangkan dirinya
“Jika aku menang, Kau akan menuruti apapun perintah ku bisa di bilang kau akan menjadi budak ku” Mira dengan wajah serius
“cih… aq tidak berminat untuk menjadi budak mu” ujar vannya dengan nada marah
“sudah gak usah banyak bacot. Ajukan persyaratan mu” ujar mira
“baik.. jika kau kalah. Kau yang akan menjadi budak ku” vannya membalikan omongan mira
“teryata aku pun tidak berminat menjadi budak mu bodoh” mira dengan tatapan serius
“aku tidak akan segan segan” vannya sudah bersiap
“begitu juga dengan ku” mira mencabut pedanngya dari pinggangnya

Mira mulai dengan kuda kudanya. Memperhatikan gerakan vannya, vannya masih belum bisa menenangkan dirinya.
“agggggghhhhh apa yang aku barusan katakana, harusnya aku tolak saja, inilah gara garanya aku ingin terlihat keren di depan teman teman ku, akhirnya aku akan menjadi budaknya, aku pasti kalah, tapi aku tidak boleh kalah” ujar vannya dalam hatinya

Tiba tiba Mira pun langsung menyerang vannya, vannya terkejut. Mira mengayunkan pedangnya kearah vannya, vannya pun melompat ke sisi kanan, sambil menembak kea rah mira, mira me lompat ke belakang dan, menangkis setiap tembakan vannya dengan pedangnya.

“teryata dia memiliki respon yang tinggi juga, seranga kejutan ku berhasil ia hindari” dalam hati mira.

Dengan pedang yang berat tersebut mira sangat luar biasa bisa bergerak dengan cepat.  vannya terus menghindar sambil menembakan pistolnya kea rah mira. Tapi serangan vannya terus saya di tangkis oleh mira dengan mudahnya. Dan mira terus menyerang vannya. Vannya berpikir jika ke adaan seperti ini terus ia akan kalah.

Vannya pun menggunakan bom asap, dan bersembunyi di balik pohon, vannya sambil mengisi peluru senjatanya. Dalam battle ini pelurunya hanya ada 200 butir, dan sekarang sisa 50 butir di bagi dua berarti setiap senjata tersisa 25 butir peluru, dengan isi max senjata adalah 6 butir berarti 4 kali reload masing masing senjata, dan masih ada 2 butir peluru, sedangkan stamina mira sangatlah kuat, tidak ada terlihat tanda tanda ke lelahan di raut wajahnya, walau keringat sudah membasahi wajahnya.

“dasar cowo pengecut jangan sembunyi kamu!!!!!” teriak mira sambil menoleh kekiri dan kekanan.

Vannya pun menyarungkan 2 pistolnya, dan keluar dari balik pohon besar yang ada di tengah tengah taman tersebut.

“apa kamu sudah menyerah? Dan berniat menjadi budak ku ?, karena aku lihat kau menyarungkan ke 2 pistol butut mu” ujar mira dengan nada menyindir
“aku tidak pernah menyerah” vannya sambil memegang ganggang broken katanya di belakang pinggangnya

Wali kelas vannya Via pun melihat pertarungan anak muritnya, di samping para murit yang lain.

Vannya pun berlari menuju mira, begitu juga mira dengan ancang ancang tebasan pertamanya kearah dada vannya, dan saat dalam jarak bertahan vannya pun mencabut pedang patahnya. Dan menangkis serangan mira, suara benturan besi pun terdengar dan percikan api akibat pergesekan pedang vannya dan mira. Serangan mira sangat kuat hingga vannya pun

Leave a Reply

Diberdayakan oleh Blogger.

Copyright © 2012 Hanya Untuk Yang Cukup Umur (18++) | Haiyore! Nyaruko-san Theme | Designed by Johanes DJ