oleh ketua kelas, dan tidak memiliki jam
malam. Ya itu jam 2 pagi, jika ketauan lewat jam 2 pagi, maka akan di terima
hukumanya yang berlaku oleh wali kelas.
Setiap siswa /siswi di perbolehkan untuk
menantang antar murit, di bawah lv, di atas lv atau setara. Lv beradasarkan
dengan poin yang di dapat dari battle. Setiap siswa/ siswi mendapatkan sebuah
jam tangan yang bervarasi dimana mengajukan desain sendiri dan di terima
walikelas, jam tesrebut berpungsi untuk regenerasi pengobatan mencegah kematian
saat dalam battle. Senjata tersebut hanya bisa di gunakan di sekolah, karena
senjata mereka bisa di aktivekan di area sekolah saja. Setiap tantangan dan
poin akan masuk ke server sekolah dimana tempat menampung perkembangan pelajar,
melewati jam tangan yang mereka gunakan. Bisa di bilang juga jam tangan
tersebut pungsinya selain penunjuk waktu juga, menerima email tantangan, dan
monitoring.
Vannya tergolong satu satunya yang
menggunakan senjata api, karena senjata api di anggap tidak effective dalam
pertarungan, karena hanya orang orang yang memiliki kemampuan akurasi dan
ketelitian yang sangat tinggi. Vannya memang orang yang bodoh, nilai tertinggi
dari beberapa mata pelajaran saja. Vannya pun pergi ke kantin baru minggu
pertama poin ya hanya sedikit di bandingkan dengan teman teman sekelasnya.
Sudah duduk paling belakang dan di jauhi
karena mereka bilang, takut akan ketularan dari pengyakit kebodohan akut yang
sekarang menjangkiti vannya. Vannya pun memakan rotinya yang di beli di kantin
sekolah. Tiba tiba, jam tangan vannya berbunyi orang orang melihat ke vannya,
vannya pun melihat kearah jam tangannya dan melihat bahwa itu adalah tantangan,
jika di tolak akan mines 20 kalo di terima plus 10. jika menolak maka nilai
akan makin anjlok saja. Vannya pun menerima tantangan tersebut, dengan sesame
siswi kelas 1 R 1, seorang wanita yang
menggunakan sword, telah menunggunya di taman belakang sekolah, tempat yang
sering di gunakan oleh siswa dan siswi untuk duel. Vannya pun bergegas ke tempat tesrebut dan
wanita itu menunggunya dengan pedangnya yang panjang serta tebal.
Teman teman sekolah hingga sekelas pun
menonton pertarungan mereka berdua. Semua orang yang ada di taman tersebut pun
minggir dan taman terlihat sangat luas sekali.
Ini pertarungan pertama vannya, ia sangat
merasa tegang sekali.
“hei Vannya 1 R 6 bukan, pengguna senjata
api dan single broken katana?” ujar wanita tersebut
“betul itu aku” vannya dengan jantung dag
dig duk
“aku Mira siswi 1 R 1, disini kita akan
bertarung untuk mendapatkan poin, selain itu juga kita berhak mengajukan
persyaratan jika kita kalah dan menang, apa kau bersiap??” ujar eri dengan nada
lantang
“baik aku siap, ajukan persyaratan mu Mira
dari 1 R 1” ujar vannya yang dimana ia pun sudah mulai menenangkan dirinya
“Jika aku menang, Kau akan menuruti apapun
perintah ku bisa di bilang kau akan menjadi budak ku” Mira dengan wajah serius
“cih… aq tidak berminat untuk menjadi budak
mu” ujar vannya dengan nada marah
“sudah gak usah banyak bacot. Ajukan
persyaratan mu” ujar mira
“baik.. jika kau kalah. Kau yang akan
menjadi budak ku” vannya membalikan omongan mira
“teryata aku pun tidak berminat menjadi
budak mu bodoh” mira dengan tatapan serius
“aku tidak akan segan segan” vannya sudah
bersiap
“begitu juga dengan ku” mira mencabut
pedanngya dari pinggangnya
Mira mulai dengan kuda kudanya.
Memperhatikan gerakan vannya, vannya masih belum bisa menenangkan dirinya.
“agggggghhhhh apa yang aku barusan
katakana, harusnya aku tolak saja, inilah gara garanya aku ingin terlihat keren
di depan teman teman ku, akhirnya aku akan menjadi budaknya, aku pasti kalah,
tapi aku tidak boleh kalah” ujar vannya dalam hatinya
Tiba tiba Mira pun langsung menyerang
vannya, vannya terkejut. Mira mengayunkan pedangnya kearah vannya, vannya pun
melompat ke sisi kanan, sambil menembak kea rah mira, mira me lompat ke
belakang dan, menangkis setiap tembakan vannya dengan pedangnya.
“teryata dia memiliki respon yang tinggi
juga, seranga kejutan ku berhasil ia hindari” dalam hati mira.
Dengan pedang yang berat tersebut mira
sangat luar biasa bisa bergerak dengan cepat.
vannya terus menghindar sambil menembakan pistolnya kea rah mira. Tapi
serangan vannya terus saya di tangkis oleh mira dengan mudahnya. Dan mira terus
menyerang vannya. Vannya berpikir jika ke adaan seperti ini terus ia akan
kalah.
Vannya pun menggunakan bom asap, dan
bersembunyi di balik pohon, vannya sambil mengisi peluru senjatanya. Dalam
battle ini pelurunya hanya ada 200 butir, dan sekarang sisa 50 butir di bagi
dua berarti setiap senjata tersisa 25 butir peluru, dengan isi max senjata
adalah 6 butir berarti 4 kali reload masing masing senjata, dan masih ada 2
butir peluru, sedangkan stamina mira sangatlah kuat, tidak ada terlihat tanda
tanda ke lelahan di raut wajahnya, walau keringat sudah membasahi wajahnya.
“dasar cowo pengecut jangan sembunyi
kamu!!!!!” teriak mira sambil menoleh kekiri dan kekanan.
Vannya pun menyarungkan 2 pistolnya, dan
keluar dari balik pohon besar yang ada di tengah tengah taman tersebut.
“apa kamu sudah menyerah? Dan berniat
menjadi budak ku ?, karena aku lihat kau menyarungkan ke 2 pistol butut mu”
ujar mira dengan nada menyindir
“aku tidak pernah menyerah” vannya sambil
memegang ganggang broken katanya di belakang pinggangnya
Wali kelas vannya Via pun melihat
pertarungan anak muritnya, di samping para murit yang lain.
Diberdayakan oleh Blogger.